CS SINARMAS SEKURITAS
(021) 5050 7000

/JOKOWI DAPAT 5 SARAN DARI BANK DUNIA GENJOT EKONOMI INDONESIA

25-JUN-19
75163742

IQPlus, (25/06) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan lima masukan dari Bank Dunia untuk menjalankan roda perekonomian Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Hal tersebut disampaikan tim Bank Dunia kepada Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa. Pertemuan ini berlangsung secara tertutup selama kurang lebih dua jam.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro yang turut mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut mengatakan, delegasi Bank Dunia memberikan masukan untuk pemerintah, bagaimana sebaiknya ekonomi Indonesia dikelola.

"Tergetnya tentunya pada tahun 2030, Indonesia sudah bisa lebih memperbaiki kesejahteraan masyarakatnya," papar Bambang di komplek Istana Kepresidenan.

Adapun lima masukan yang disampaikan perwakilan Bank Dunia ke pemerintah, kata Bambang, pertama perlu ada penekanan mengenai pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya berfokus di bidang pendidikan dasar maupun vokasi.

Kedua, pemerintah diminta untuk kembali membangun infrastruktur yang saat ini masih jauh tertinggal dibanding negara-negara yang masuk dalam negara berkembang.

"Jadi Indonesia dibanding negara berkembang lain, masih perlu membangun infrastruktur, terutama yg terkait dengan konektivitas dan infrastruktur dasar, seperti air bersih, sanitasi maupun listrik," ujarnya.

Saran ketiga, kata Bambang, pemerintah diharapkan dapat memanfaatkan dan menjaga sumber daya alam yang ada di seluruh Indonesia agar tetap terjaga ketersediaannya.

"Kemudian keempat dari segi perpajakan disarankan agar pemerintah bisa meningkatkan penerimaan pajak dan pengeluaran anggaran yang lebih tepat sasaran serta lebih efisien," paparnya.

Sementara masukkan terakhir yang disampaikan, Bank Dunia menyarankan pemerintah agar mendorong investasi berorientasi kepada ekspor agar masuk ke dalam rantai perdagangan global.

"Indonesia juga harus lebih aktif meningkatkan foreign direct investment karena ternyata FDI kita kalah jauh dibandingkan Vietnam misalkan untuk negara sesama Asia Tenggara," ujar Bambang. (end/sn)

Back