RESEARCH
| Daily Research
| 2/22/2012 9:20:36 AM
|
| Previous Day Pada penutupan perdagangan hari Selasa (21/02), IHSG menguat sebanyak 22,698 poin (0,57%) ke level 4002,951. Ada sebanyak 129 saham yang naik, 80 saham yang mengalami koreksi, dan 109 saham yang tidak bergerak. Total perdagangan hari ini sebanyak Rp 4,676 triliun. LQ45 menguat 2,404 poin (0,35%) ke level 696,427. Sektor-sektor perdagangan yang berada di zona hijau adalah sektor perdagangan menguat 2,41%, sektor keuangan naik 0,93%, dan sektor pertambangan menguat 0,81%. Sedangkan sektor-sektor yang berada di zona merah adalah sektor industri dasar melemah 0,44%, sektor consumer goods turun 0,42%, dan sektor manufaktur koreksi 0,30%. Indeks Komposit Shanghai menguat 0,75%. Indeks Hang Seng menguat 0,25%. Indeks Nikkei 225 turun 0,23%. Indeks Straits Times naik 0,07%. Foreign nett buy sebesar Rp 79,92 miliar.
Today's View Pada perdagangan hari Rabu (22/02), indeks secara teknikal akan bergerak menguat tipis di kisaran 3980-4025 . Volatilitas pergerakan saham diperkirakan akan tergantung oleh pemicu dari CDS Yunani. Saham yang dapat diperhatikan adalah BBRI, BJBR, INCO, TINS.
|
| Archive Research: |
|
|
Trading View
Picks of The Day
| 2/22/2012 9:21:36 AM
|
| Archive Research: |
|
|
DISCLAIMER:
This material is issued by PT Sinarmas Sekuritas, a member of Indonesia Stock Exchanges, represent the opinion of PT Sinarmas Sekuritas, derived its judgement from sources deemed reliable, however, PT Sinarmas Sekuritas and its affiliated cannot guarantee its accuracy and completeness. PT Sinarmas Sekuritas or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein or have positions in the securities recommended herein and may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this material. PT Sinarmas Sekuritas, its employees and its affiliates, expressly disclaim any and all liability for representation or warranties, expressed or implied, here in or omission there from or for any loss how so ever arising from any use of this material or its contents or otherwise arising in connection there with. Opinion expressed in this material are our present view and are subject to change without notice. |
| Corporate News
2/22/2012 9:23:23 AM • PT Timah Tbk (TINS)PT Timah Tbk (TINS) tengah memproses tender pengadaan dua kapal baru di tahun ini. Tender ini diperkirakan selesai pada semester pertama tahun ini. Perseroan mengalokasian dana senilai US$ 100 juta atau sekitar Rp 900 miliar untuk pengadaan dua kapal keruk berjenis bucket wheel dredge (BWD). Dengan membeli dua kapal tersebut, perseroan akan memiliki tiga kapal keruk dengan jenis yang sama. Tahun lalu, perseroan telah membeli satu buah kapal jenis tersebut yang baru bisa memberikan kontribusi yang optimal terhadap kinerja perusahaan dua tahun mendatang. Tahun ini pendapatan perseroan bergantung dari harga timah. Target produksi perseroan sepanjang tahun ini diharapkan bisa bertambah sekitar 5.000 ton hingga 6.000 ton. Padahal produksi timah perseroan diperkirakan mencapai 33.000 ton- 39.000 ton. Perseroan memang cukup ekspansif menggenjot produksi timah. Selain membeli dua kapal baru, perseroan juga memodifikasi kapal-kapal lama dan memmbangun kapal keruk berskala kecil atau kapal isap. Total dana yang dialokasikan untuk kapal tersebut mencapai Rp 1,6 triliun. • PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF)PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) berhasil membukukan laba bersih tahun buku 2011 sebesar Rp 1,6 miliar. Laba bersih tersebut naik 7,6% dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 1,5 miliar. Kenaikan tersebut ditunjang oleh kenaikan pendapatan sebesar 36,1% menjadi Rp 5,3 miliar dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 3,9 miliar. • PT PP Tbk (PTPP)PT PP Tbk (PTPP) akan menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes) senilai Rp 250 miliar. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk melunasi surat utang. Perseroan akan melunasi MTN Syariah Mudharabah PP Tahap X tahun 2010 senilai Rp 75 miliar, MTN PP Tahap XII Tahun 2011 sebesar Rp 100 miliar, dan MTN PP Tahap XIII tahun 2011 senilai Rp 75 miliar. Ketiga surat utang tersebut akan jatuh tempo pada Juni, Agustus, dan September 2012. Perseroan optimistis penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,75% dan peringkat investment grade akan menurunkan beban biaya penerbitan obligasi dan MTN. • PT Ciputra Development Tbk (CTRA) PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menaikkan target penjualan unit properti (marketing sales) tahun ini menjadi Rp 6,2 triliun dari sebelumnya Rp 5 triliun. Jumlah itu naik 70% dibandingkan realisasi 2011 Rp 3,6 triliun. • PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA)PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA) menargetkan penyaluran kredit komersial mencapai Rp 300 miliar pada tahun ini, tumbuh 354,54% dibandingkan realisasi tahun 2011 sebesar Rp 66 miliar. Perseroan akan bekerja sama dengan beberapa multifinance, Bank Perkreditan Rakyat, dan koperasi untuk mencapai target tersebut. • PT Ciputra Surya Tbk (CTRS)PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) tahun ini memproyeksikan marketing sales akan tumbuh 50,3% dari target 2011 sebesar Rp 1,36 triliun menjadi Rp 2,045 triliun. Sumber pendapatan pemasaran direncanakan berasal dari penjualan proyek superblock Ciputra World Surabaya tahap II yang segera dikerjakan perusahaan. Target marketing sales tahun ini akan dicapai dari penjualan proyek Ciputra World Surabaya dan proyek residensial mewah yang sedang dikembangkan. Perseroan pertengahan tahun ini berencana memulai pembangunan Ciputra World Surabaya tahap II. Pengembangan tahap kedua akan dilakukan mulai Juni 2012. Dari proyek tersebut, perseroan telah menargetkan marketing sales bisa mencapai Rp 300 miliar. • PT United Tractors Tbk (UNTR)PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan penjualan alat berat merek Komatsu pada Januari 2012 sebanyak 617 unit atau turun 17% dibandingkan periode yang sama 2011. Penjualan alat berat ini masih ditopang dari sektor pertambangan. Tahun ini, perseroan menargetkan penjualan alat berat merek Komatsu mencapai 9.500 unit atau tumbuh sekitar 13% dibanding 2011. Sebanyak 60% total penjualan masih ditopang dari penjualan excavator. Sisanya, 40% berasa dari bulldozer dan dumb truck. Pasar alat berat nasional tahun ini diproyeksikan tumbuh 10%-15% menjadi 19.500 unit dibandingkan realisasi di 2011 sebesar 17 ribu unit. • PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat laba bersih Rp 1,105 triliun di 2011, naik 20,6% dibandingkan 2010 yang sebesar Rp 915,93 miliar. Kenaikan laba didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih perseroan yang naik dari Rp 3,32 triliun di 2010 menjadi Rp 3,66 triliun di 2011. Selain itu pendapatan operasional selain bunga perseroan di 2011 juga mencapai 1,36 triliun. • PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan pendapatan tahun ini mencapai Rp 15 triliun atau meningkat 42% dibandingkan estimasi 2011 sebesar Rp 10,5– 10,6 triliun. Kenaikan pendapatan akan didorong oleh peningkatan volume penjualan batubara. Tahun ini volume penjualan batubara perseroan diproyeksikan mencapai 18,6 juta ton, sedangkan produksi sebanyak 16,3 juta ton. Kenaikan volume penjualan akan ditopang oleh peningkatan aktivitas pengangkutan batubara oleh kereta api. Adapun target laba bersih perseroan tahun ini sekitar Rp 3,6 triliun, tumbuh 20% dibandingkan estimasi 2011 sebesar Rp 3 triliun. Tahun lalu laba bersih perseroan melonjak 50% dibandingkan 2010 senilai Rp 2 triliun. Sementara itu, perseroan mengusulkan rasio dividen sekitar 55-60% untuk tahun buku 2011. Dengan laba bersih Rp 3 triliun, total dividen yang akan dibagikan oleh perseroan sekitar Rp 1,6–1,8 triliun. Tahun ini, perseroan menganggarkan capex sebesar Rp 1,7 triliun, meningkat 30,77% dibandingkan 2011 sebesar Rp 1,3 triliun. Sumber dana capex berasal dari kas internal. Sementar itu, perseroan juga berencana untuk buyback saham secara bertahap selama 18 bulan. • PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berencana melunasi obligasi yang akan jatuh tempo tahun ini sebesar Rp 300 miliar. Perseroan akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk membayar surat utang tersebut. Perseroan siap menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp 4 triliun. Tahap pertama, perseroan akan merilis obligasi sebesar Rp 2 triliun pada kuartal II-2012. Sementara itu, mengenai rencana penawaran umum terbatas saham tetap berjala. Namun, pelaksanaan rights issue mundur di kuartal IV–2012 dari rencana semula kuartal II-2012. Perseroan akan terlebih dahulu menerbitkan obligasi pada kuartal II. |
|
DISCLAIMER:
This material is issued by PT Sinarmas Sekuritas, a member of Indonesia Stock Exchanges, represent the opinion of PT Sinarmas Sekuritas, derived its judgement from sources deemed reliable, however, PT Sinarmas Sekuritas and its affiliated cannot guarantee its accuracy and completeness. PT Sinarmas Sekuritas or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein or have positions in the securities recommended herein and may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this material. PT Sinarmas Sekuritas, its employees and its affiliates, expressly disclaim any and all liability for representation or warranties, expressed or implied, here in or omission there from or for any loss how so ever arising from any use of this material or its contents or otherwise arising in connection there with. Opinion expressed in this material are our present view and are subject to change without notice. |
| Research Insight
|
|
|
DISCLAIMER:
This material is issued by PT Sinarmas Sekuritas, a member of Indonesia Stock Exchanges, represent the opinion of PT Sinarmas Sekuritas, derived its judgement from sources deemed reliable, however, PT Sinarmas Sekuritas and its affiliated cannot guarantee its accuracy and completeness. PT Sinarmas Sekuritas or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein or have positions in the securities recommended herein and may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this material. PT Sinarmas Sekuritas, its employees and its affiliates, expressly disclaim any and all liability for representation or warranties, expressed or implied, here in or omission there from or for any loss how so ever arising from any use of this material or its contents or otherwise arising in connection there with. Opinion expressed in this material are our present view and are subject to change without notice. |
| Company Focus
|
|