RESEARCH
| Daily Research
| 6/19/2013 8:50:04 AM
|
| Previous Day Pada penutupan perdagangan hari Selasa (18/6), IHSG naik sebanyak 65,948 poin (1,38%) ke level 4840,452. Ada sebanyak 188 saham yang naik, 83 saham yang mengalami koreksi, dan 82 saham yang tidak bergerak. Total perdagangan hari ini sebanyak Rp 8,254 triliun. LQ45 naik 11,171 poin (1,41%) ke level 803,877. Sektor-sektor di zona hijau adalah sektor agrikultur naik 2,47%, sektor infrastruktur naik 2,46% dan sektor keuangan naik 1,84%. Foreign nett sell sebesar Rp 224,62 miliar. Indeks Komposit Shanghai menguat 0,14%. Indeks Hang Seng melemah 0,01%. Indeks Straits Times melejit 1,46%. Indeks Nikkei turun 0,20%. Today's View Secara teknikal indeks hari Rabu (19/6) diperkirakan akan bergerak menguat di kisaran 4803-4870. Data inflasi AS yang diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar 0.2% mom dan data housing starts yang mengalami kenaikan menjadi 914 ribu unit namun hasil tersebut masih dibawah perkiraan awal yang akan naik mencapai 950 ribu. Sementara itu, The Fed masih belum merubah suku bunga dan tetap berada di posisi 0.25%. The Fed juga masih melangsungkan rapat FOMC yang membahas wacana untuk mengurangi stimulus yang akan diputuskan dalam rapat 2 hari yang sudah dimulai sejak hari selasa. Dari Indonesia sendiri, kenaikan harga BBM akan mulai diimplementasikan dalam waktu dekat akan menjadi sentimen utama minggu ini. Saham-saham yang perlu diperhatikan adalah JSMR, AKRA, BBRI, KIJA.
|
| Archive Research: |
|
|
Trading View
Picks of The Day
| 6/19/2013 8:54:01 AM
|
| Archive Research: |
|
|
DISCLAIMER:
This material is issued by PT Sinarmas Sekuritas, a member of Indonesia Stock Exchanges, represent the opinion of PT Sinarmas Sekuritas, derived its judgement from sources deemed reliable, however, PT Sinarmas Sekuritas and its affiliated cannot guarantee its accuracy and completeness. PT Sinarmas Sekuritas or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein or have positions in the securities recommended herein and may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this material. PT Sinarmas Sekuritas, its employees and its affiliates, expressly disclaim any and all liability for representation or warranties, expressed or implied, here in or omission there from or for any loss how so ever arising from any use of this material or its contents or otherwise arising in connection there with. Opinion expressed in this material are our present view and are subject to change without notice. |
| Corporate News
6/19/2013 8:55:50 AM • PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) berhasil melepas saham minoritas operator stasiun televisi ANTV PT Cakrawala Andalas Televisi senilai US$ 500 juta kepada Grup MNC. Jumlah saham minoritas yang dilepas maksimal 49%, dan masih dalam proses. Grup MNC akan melunasi transaksi tersebut menggunakan kas internalnya yang masih ada sebesar Rp 5 triliun. (Positive) Source: Bisnis Indonesia
• PT Intiland Development Tbk (DILD)PT Intiland Development Tbk (DILD) menargetkan pendapatan usaha semester I tahun ini meningkat 61,75% dari Rp 463,65 miliar semester I tahun lalu menjadi Rp 750 miliar. Pendapatan dikontribusi dari proyek-proyek yang diluncurkan seperti Gandaria, South Quarter di TB Simatupang, Spazio, Aeropolis, Graha Natura di Surabaya dan Ngoro Industrial Park. Kontribusi tersbesar didapat dari proyek perumahan. Perseroan akan fokus pada proyek superblok di Jakarta dan Surabaya. Untuk menyelesaikan proyek-proyek tersebut, perseroan menerbitkan surat utang senilai Rp 500 miliar yang terbagi menjadi dua seri, seri A dengan kupon 9-9,75% bertenor tiga tahun, sedangkan seri B bertenor lima tahun dengan kupon yang ditawarkan sebesar 9,25-10%. (Positive) Source: Bisnis Indonesia
• PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) akan menggunakan Rp 300 miliar atau sepertiga anggaran belanja modalnya dari total anggaran sebesar Rp 900 miliar. Sampai bulan Mei 2013 sudah ada sekitar 106 unit gerai baru yang direalisasi. Sepanjang 2013, perseroan menargetkan untuk membuka lebih dari 350 gerai baru di beberapa mall dan dapat gerai diperkirakan dapat mencapai 1.733. Untuk memenuhi permodalan tersebut, sebagian dana akan diperoleh melalui dana internal dan sisanya ditarget berasal dari dana eksternal seperti pinjaman bank, rights issue, private placement, maupun obligasi. Untuk eksekusi rencana stock split dan rights issue masih menunggu waktu yang tepat. Perseroan akan menerbitkan saham Non-HMETD sebanyak 166 juta saham senilai Rp 1,37 triliun dengan harga pelakasanaan minimal Rp 8.300 (Positive) Source : Indonesia Finace Today, Bisnis Indonesia
• PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Konglomerasi asal Jepang, Mitsubishi Corporation menjual 158,38 juta (4,2%) saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pemilik jaringan ritel Alfamart, Alfamidi, Alfa Express, dan Lawson di Indonesia. Nilai transaksi sebesar Rp 713,7 miliar. Mitsubishi melego saham Alfaria pada harga 39,38 yen atau sekitar Rp 4.506 per saham pada 17 Juni 2013. Setelah melakukan penjualan 4,2% saham, Mitsubishi masih memiliki 184,78 juta (4,89%) saham Alfaria. Sebelumnya, Mitsubishi memiliki 9,09% saham perusahaan. Mitsubishi melakukan hal tersebut dengan tujuan portfolio investasi. Perusahaan menyiapkan dana sebesar Rp 1,4 triliun untuk membangun 800 toko dan 5-6 pusat distribusi pada tahun ini. Sumber dana berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Tahun ini perusahaan akan memperluas jaringan pasar ke Sumatera dan Kalimantan. (Neutral) Source: Investor Daily
• PT Indosat Tbk (ISAT) PT Indosat Tbk (ISAT) akan memperoleh pinjaman bank sebesar Rp 2 triliun untuk pelunasan sisa utang tahun ini. Hingga April perusahaan sudah melunasi utang sebesar Rp 1,83 triliun dari total pinjaman yang jatuh tempo tahun ini sebesar Rp 4 triliun. Sisa utang sebesar Rp 2,17 triliun akan dilunasi pada Agustus 2013. Tahun ini perusahaan menganggarkan capex sebesar US$ 800 juta, lebih tinggi daripada belanja modal tahun lalu sebesar US$ 600 juta. Mayoritas dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat jaringan, dan sisanya digunakan untuk perawatan infrastruktur. Pada tanggal 24 Mei 2013 perusahaan juga telah melakukan delisting American Depository Receipts (ADRs) dari NYSE. Perusahaan melakukan hal tersebut dalam rangka penghematan. Perusahaan telah menyetujui akan membagikan dividen sebesar Rp 34,52 per saham, 50% dari laba bersih tahun lalu. Sisa laba yang ditahan akan digunakan untuk investasi dan modal kerja. (Positive) Source: Investor Daily
• PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) lewat anak usahanya PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) membidik pelanggan muda di usia kisaran 15 tahun hingga 23 tahun. Perusahaan ini berharap pelanggan kartu Simpati bisa tumbuh 20% per bulan mulai Juni 2013. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menggaet pelanggan muda yaitu dengan menggunakan strategi digital seperti mengajak pelanggan untuk membuat video klip. Pelanggan simpati memberikan kontribusi 70% dari total pelanggan data Telkomsel yang mencapai 55 juta pelanggan. Hingga saat ini jumlah pelanggan Telkomsel mencapai 122,2 juta pelanggan. Sebesar 50% dari total pelanggan ini merupakan pemuda. Pertumbuhan pelanggan muda mengalami kenaikan setiap tahunnya yaitu pada akhir 2011 jumlahnya naik 11% dan pada tahun 2012 tumbuh 10,6% serta pada Kuartal I-2013 tumbuh sebesar 21,5%. (Positive) Source: Kontan
• PT PP Tbk (PTPP)PT PP Tbk (PTPP) memperoleh kontrak baru senilai Rp 7,5 triliun sepanjang Januari hingga Mei 2013. Proyek tersebut meliputi proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi atau engineering, procurement and construction (EPC) dan proyek properti. Bulan lalu perusahaan berhasil meraih 4 kontrak baru yang senilai Rp 1,91 triliun. Kontrak ini mencakup proyek EPC milik PLN senilai Rp 1,1 triliun di Tanjung Uncang, Batam yang diperkirakan rampung pada tahun 2015. Selain itu proyek pembangunan pelabuhan milik Krakatau Steel Tbk (KRAS) berlokasi di Cilegon senilai Rp 110 miliar yang diperkirakan rampung pada akhir 2014. Sedangkan di bidang infrastruktur, perusahaan telah memenangkan proyek pembangunan satu paket jalan tol Cikampek-Palimanan senilai Rp 454 miliar yang diperkirakan rampung pada tahun 2015. Perusahaan juga menargetkan pendapatan per Juni 2013 sebesar Rp 3,2 triliun dan laba bersih Rp 120 miliar. (Positive) Source: Kontan
• PT Bank Bukopin Tbk (BBKP)PT Bosowa Corporindo memastikan tidak akan mengubah arah bisnis PT Bank Bukopin Tbk (BBKP).  Pada 13 Juni 2013 lalu, Bosowa Corporindo telah menandatangani sales and purchase agreement untuk pengambil alihan saham Bank Bukopin sebesar 14% atau setara dengan 1,1 miliar unit saham. Harga pengalihan saham tersebut disepakati sebesar Rp1.050 per unit saham dengan total transaksi sekitar Rp1,17 triliun. Bank Bukopin juga berencana melakukan right issue sebesar Rp 2 triliun pada tahun ini. (Neutral) Source : Bisnis Indonesia
• PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT)PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menyelesaikan pabrik pengolahan sagu bernilai US$ 15 juta di Papua tahun ini. Pabrik tersebut akan berproduksi pada November mendatang dengan target kapasitas pabrik sebesar 3.000 ton per bulannya. Lahan sagu yang dimiliki perseroan sebesar 40.000 hektare, dengan penggunaan satu pabriknya sebanyak 8.000 hektare. Sehingga, perseroan berencana membangun lima pabrik sagu lagi. Produk yang diolah perseroan dengan bahan baku sagu yakni kue kering, tepung dan bihun. Selain pabrik sagu, perseroan juga akan mendorong bisnis energi biogas atau power plant dimana saat ini perseroan memiliki satu unit dengan kapasitas 1,2 megawatt di Belitung. Perseroan berencana membangun satu power plant di Sumatera Utara dengan kapasitas 1,5 megawatt dan akan menjual listrik yang dihasilkan untuk PLN. Anggaran belanja modal perseroan sebesar US$ 60 juta. (Positive) Source: Kontan
• PT Bukit Asam Tbk (PTBA)PT Bukit Asam Tbk (PTBA) segera menyelesaikan aksi pembelian kembali saham perseroan hingga 21 Juni mendatang. Perseroan saat ini telah membeli kembali sekitar 115,20 juta unit saham atau setara 5% dari modalnya. Alokasi dana perseroan untuk pembelian saham ini sebesar Rp 2,04 triliun dengan target maksimal pembelian saham seharga Rp 16.325 per saham. (Neutral) Source: Kontan
|
|
DISCLAIMER:
This material is issued by PT Sinarmas Sekuritas, a member of Indonesia Stock Exchanges, represent the opinion of PT Sinarmas Sekuritas, derived its judgement from sources deemed reliable, however, PT Sinarmas Sekuritas and its affiliated cannot guarantee its accuracy and completeness. PT Sinarmas Sekuritas or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein or have positions in the securities recommended herein and may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this material. PT Sinarmas Sekuritas, its employees and its affiliates, expressly disclaim any and all liability for representation or warranties, expressed or implied, here in or omission there from or for any loss how so ever arising from any use of this material or its contents or otherwise arising in connection there with. Opinion expressed in this material are our present view and are subject to change without notice. |
| Research Insight
|
<< Back
3/6/2012 3:21:52 PM:
INCO Company NotesVolume produksi dan penjualan
- Rencana produksi: direncanakan mencapai 72.000 metric ton pada tahun 2012, 90.000 metric ton pada tahun 2015, dan 120.000 metric ton untuk jangka panjang dengan melakukan eksplorasi konsesi.
- Proyeksi produksi 72.000 metric ton di 2012 ditentukan berdasarkan hitungan proyeksi produksi dari 3 furnace dengan kapasitas @18.000 metric ton ditambah dengan 1 furnace yang kapasitas 17.000 metric ton (mulai produksi dari April 2011; kapasitas full 21.000 metric ton).
- Secara keseluruhan tingkat produksi dalam tren naik biarpun short term masih fluktuatif. Tingkat produksi rata-rata 72.000-73.000 metric ton.
- Rencana penjualan: semua hasil produksi dijual ke Vale dan Sumitomo sampai dengan kuota 90.000 metric ton. Sedangkan untuk hasil produksi di atas 90.000 metric ton, ada kemungkinan dicari tambahan buyer lain dari grup Vale.
- Realisasi tahun 2011: volume produksi sebesar 66.900 metric ton (turun 12%) dan volume penjualan sebesar 66.815 metric ton (turun 13%). Penurunan disebabkan oleh adanya perbaikan furnace no 2 yang mengakibatkan penurunan produksi.
ASP
- Harga jual berdasarkan fixed contract.
- 78% dari harga nikel LME. (78% nikel, 2% cobalt, 20% sulfur)
- Harga LME ada trend kenaikan dari $ 18.700 (2/1) ke $ 20.100 (23/2).
- Realisasi ASP 2011: $ 18.296 (naik 10% yoy)
- Penentuan harga nikel dunia terutama disebabkan oleh 3 faktor yaitu Stainless steel market yang menyerap hampir 70% penjualan nikel, Kebutuhan industri di China dan Eropa terutama Jerman, Finlandia dan Denmark yang memproduksi utilities stainless steel, Nickel pig iron menggunakan teknologi blast furnace untuk memisahkan kandungan nikel sehingga menghasilkan nikel dengan kadar rendah (low grade), contohnya K100.
Projects
- Karebbe: kapasitas 90MW. Pada Desember 2010 sudah 78% selesai dan dana capexnya terpakai $ 315,8 juta dari anggaran $ 410 juta. Semenjak Oktober 2011 sudah beroperasi full (1 turbin di bulan Agustus dan 1 turbin lagi di bulan September).
- 2 pembangkit listrik tenaga air di Larona dengan kapasitas 165 MW dan 110 MW. Sudah beroperasi selama 30 tahun dan direncanakan untuk diperbaiki di tahun 2012 dengan anggaran $ 36,7 juta.
- Proyek konversi dan transportasi batubara: bisa switching antara HSFO dengan bubuk batubara. Tahap 1 biaya $ 100 juta, estimasi selesai tahun 2012.
- Tanur reaktif adaptif No. 4: dilakukan uji integrasi pabrik dan teknik selesai di tahun 2010.
Additional info
- Pembangunan PLTA di Larona yang diharapkan dapat menekan biaya produksi.
- Kenaikan kapasitas furnace No. 2 yang diharapkan dapat menambah total produksi sekitar 20%. Selama perbaikan furnace, dapat mempengaruhi cash flow karena dibiayai menggunakan dana internal. Alokasi dana $ 60 juta.
- Rencana Capex $ 600 juta untuk mendukung pertumbuhan produksi sampai 90.000 metric ton: 2012: $ 150 juta, 2013: $ 200 juta, 2014: $ 150 juta, 2015: $ 100 juta.
- Payout ratio: 50%
- Loan financing $ 200 juta dari grup Vale dengan bunga rendah.
- Struktur rasio utang: 70:30 $ 400 juta (internal) dan $ 200 juta (external).
- Minimal cash at bank $ 250 juta.
- Target EBITDA minimal $ 550 juta untuk masing-masing 3 tahun mendatang.
- HSFO terutama digunakan pada dryer dan reduction.
- Diesel digunakan pada genset dan truk alat-alat berat.
- Pabrik peleburan di Soroako terdiri atas: 3 pengering BBM, 5 tanur pereduksi, 4 tanur listrik (furnace) dan 5 pengkonversi Pierce-Smith.
- Biaya BBM sebesar 41% dari COGS.
- Tax 25%.
- Revenue 2011 turun 2,5% menjadi $ 1243 juta dan laba bersih turun 24%. Hal tersebut disebabkan oleh naiknya COGS dan other expense yang dipicu oleh peningkatan biaya dari R&D yang tetap mencari growth opportunities.
- SEFA: pinjaman pokok mulai dibayar pada semester 2-2012. Term: 18x atau 9 tahun pembayaran bunga dalam jangka waktu pelunasan 10 tahun. Bunga LIBOR + 1,5%.
- Company tidak ada rencana untuk melakukan buyback saham.
Based on: Meeting on Friday, 24 February 2012 at 10 A.M. with Pak Novian Fitriawan (General Manager of Investor Relations INCO)
>> Back to Menu Company Focus |
|
DISCLAIMER:
This material is issued by PT Sinarmas Sekuritas, a member of Indonesia Stock Exchanges, represent the opinion of PT Sinarmas Sekuritas, derived its judgement from sources deemed reliable, however, PT Sinarmas Sekuritas and its affiliated cannot guarantee its accuracy and completeness. PT Sinarmas Sekuritas or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein or have positions in the securities recommended herein and may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this material. PT Sinarmas Sekuritas, its employees and its affiliates, expressly disclaim any and all liability for representation or warranties, expressed or implied, here in or omission there from or for any loss how so ever arising from any use of this material or its contents or otherwise arising in connection there with. Opinion expressed in this material are our present view and are subject to change without notice. |
| Company Focus
|
|