RESEARCH
| Daily Research
| 5/16/2012 9:23:01 AM
|
| Previous Day Pada penutupan perdagangan hari Selasa (15/05), IHSG melemah sebanyak 7,423 poin (-0,18%) ke level 4045,644. Ada sebanyak 106 saham yang naik, 133 saham yang mengalami koreksi, dan 82 saham yang tidak bergerak. Total perdagangan hari ini sebanyak Rp 4,992 triliun. LQ45 turun 0,546 poin (-0,08%) ke level 686,310. Sektor-sektor perdagangan yang berada di zona hijau adalah sektor konstruksi naik 1,36%, sektor infrastruktur menguat 1,21%, dan sektor keuangan naik 0,28%. Sektor-sektor perdagangan yang berada di zona merah adalah sektor agrikultur jatuh 1,82%, sektor pertambangan turun 1,51%, dan sektor aneka industri melemah 1,17%. Foreign nett sell sebesar Rp 567,006 miliar. Indeks Komposit Shanghai melemah 0,25%. Indeks Hang Seng naik 0,81%. Indeks Nikkei 225 turun 0,81%. Indeks Straits Times meningkat 0,64%.
Today's View Pada perdagangan Rabu (16/5), secara teknikal indeks berpotensi melanjutkan pelemahan pada kisaran 4010-4070. Perkembangan politik di Yunani seputar pembentukan pemerintahan yang belum juga tuntas menjadi sentimen utama terhadap indeks. Selain itu, antisipasi terhadap data ekonomi AS seperti data perumahan baru, produksi industri memberikan sentimen terhadap indeks. Libur panjang bursa turut memberikan sentimen terhadap indeks hari ini. Saham yang dapat diperhatikan adalah HRUM, PGAS, PTBA, BSDE. |
| Archive Research: |
|
Trading View
Picks of The Day
| 5/16/2012 9:33:56 AM
|
| Archive Research: |
|
|
DISCLAIMER:
This material is issued by PT Sinarmas Sekuritas, a member of Indonesia Stock Exchanges, represent the opinion of PT Sinarmas Sekuritas, derived its judgement from sources deemed reliable, however, PT Sinarmas Sekuritas and its affiliated cannot guarantee its accuracy and completeness. PT Sinarmas Sekuritas or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein or have positions in the securities recommended herein and may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this material. PT Sinarmas Sekuritas, its employees and its affiliates, expressly disclaim any and all liability for representation or warranties, expressed or implied, here in or omission there from or for any loss how so ever arising from any use of this material or its contents or otherwise arising in connection there with. Opinion expressed in this material are our present view and are subject to change without notice. |
|
Corporate News
5/16/2012 9:37:02 AM • PT Indofarma Tbk (INAF) PT Indofarma Tbk (INAF) menyiapkan belanja modal sebesar Rp 96 miliar untuk membangun fasilitas pengembangan proyek baru (pilot plan) di Cibitung. Pembangunan fasilitas dimulai awal tahun ini dan diperkirakan selesar di 2013,. Perseroan menargetkan dapat meningkatkan produksi obat khususnya untuk jenis Fixed Dose Combination (FDC) untuk penyakit Tuberculosis (TB) dengan adanya proyek ini. Perseroan juga akan melakukan revitaliasasi fasilitas produksi herbal dan steril, melakukan penambahan kapasitas produksi, dn pemenuhan standar mutu. Pada kuartal I 2012 perseroan mencapai penjualan sebesar Rp 168,8 miliar dibandingkan periode yang sama thaun llau sebesar Rp 118,8 miliar. Tahun ini, target penjualan mencapai Rp 1,4 tirliun dan lab bersih sebesar Rp 75 miliar.Perseroan akan meluncurkan 16 produk baru baik obat generic maupun branded. • PT ABM Investama Tbk (ABMM) PT ABM Investama Tbk (ABMM) telah meneken kontrak penjualan batubara dengan Coeclerici Group. Perseroan akan menjual batubara ke perusahaan yang bermarkas di Singapura tersebut sebanyak 360.000 metric ton. Coeclerici akan menggunakan batubara ini untuk memasok pembangkit listrik (power plant) di China dan Thailand. Target penjualan batubara perseroan tahun ini sebanyak 5,5 juta ton. Hingga Mei 2012, perseroan telah menjual 4,5 juta MT. Dengan adanya permintaan batubara yang tinggi, perseroan menargetkan pendapatan dapat meningkat 50% dari thaun lalu, menjadi sekitar Rp 9,8 tirliun. Target laba bersih mencapai Rp 1,04 triliun, naik 143% dibandingkan 2011 sebesar Rp 6,62 triliun. • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyiapkan penyaluran kredit dalam bentuk sindikasidengan bank lain sekitar US$ 300-400 juta atau setara dengan Rp 3-4 triliun. Kredit sindikasi tersebut menjadi salah satu pilihan untuk menyalurkan kredit di segmen korporasi untuk proyek-proyek infrastruktur serta industri hulu penghasil bahan baku. Perseroan menyiapkan alokasi (pipeline) kredit korporasi sekitar Rp 10-15 triliun untuk berbagai sektor, didominasi oleh sektor BUMN yang merupakan motor pertumbuhan industri. • PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan meningkatkan kepemilikan saham pada PT Jabal Nor sebesar 26% dari saat ini 33,5%. Dengan demikian, perseroan akan menguasai 59,5% saham perusahaan jasa infrastruktur pertambangan tersebut. Pengambilalihan saham tahap dua akan dilakukan pada Juni 2012 dan saat ini perseroan sedang melakukan uji tuntas (due diligence). Sebelumnya akhir tahun lalu, perseroan mengakuisisi 33,5% saham Jabal Nor senilai Rp 24,28 miliar. Jabal Nor berlokasi di Tapin, Kalimantan Selatan. Dana akuisisi Jabal Nor ini akan bersumber dari kas internal yang hingga Maret 2012 berjumlah Rp 1,3 triliun. Perseroan menganggarkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 900 miliar sampai Rp 1,2 triliun. Dana belanja modal sebesar Rp 600-800 miliar akan dialokasikan untuk kapasitas tanki BBM dan kimia. Rp 300-400 miliar akan dipakai untuk membangun infrastruktur pertambangan batubara pada 2012-2013. Dana belanja modal akan berasal dari kas internal dan sisa dana hasil penawaran umum terbatas II. Perseroan akan membagikan dividen final sebesar Rp 96,28 miliar tau Rp 25 per saham. • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menyiapkan dana kas internal untuk membiayai belaja modal sebesar Rp 1,7 triliun tahun ini. Dana belanja modal ini akan digunakan untuk menambah kapasitas produksi dan memperkuat distribusi produk perseroan. Dana Rp 1,7 triliun ini merupakan bagian dari investasi perseroan sejak 2010 hingga 2012 sebesar 300-350 juta euro. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan fasilitas manufaktur dan distribusi perseroan. Pada kuartal I 2012, perseroan mencetak peningkatan penjualan sebesar 16,5% sedangkan laba bersih meningkat 17,8%. • PT Astra International Tbk (ASII) PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penjualan mobil sebanyak 50.329 unit pada April 2012, naik 58,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Perseroan menguasai pangsa pasar mobil nasional sebesar 58%. Kenaikan penjualan berasal dari penjualan Peugeot yang mencapai 100% menjadi 24 unit di Aptil 2011. Selain itu, penjualan UD Truck naik 72% menjadi 330 unit. Kontributor terbesar penjualan Daihatsu masi berasal dari All New Daihatsu Xenia, GranMax, dan Sirion. Selama empat bulan pertama 2012, perseroan telah menjual 195.996 unit mobil atau naik 25% dibandingkan periode ang sama tahun 2011. • PT Indosat Tbk (ISAT) PT Indosat Tbk (ISAT) akan membagikan dividen tahun buku 2011 sebesar Rp 417,5 miliar tau Rp 76,83 per saham. Dividend payout ratio sebesar 50% dari laba bersih 2011 senilai Rp 835 miliar. Perseroan akan mengurangi beban keuangan dengan cara menyelesaikan utang jatuh tempo dan memangkas beban operasional melalui penjualan menara. Utang perseroan mencapai Rp 3,33 tirliun akan dilunasi dengan dana hasil penerbitan obligasi. Obligasi yang direncanakan terbit bernilai Rp 2,5 triliun-3 triliun. • PT Intiland Development Tbk (DILD) PT Intiland Development Tbk (DILD) menyiapkan proyek lanjutan dari 1Park Residence. Proyek tersebut saat ini dimatangkan untuk segera diluncurkan pada 2012. Proyek ini terdiri atas empat menara apartemen, tiga akan dijual kepada konsumen dan satu lagi akan digunakan untuk service apartment. Proyek ini akan dibangun pada area 2,5 hektare. Sedangkan proyek 1Park sendiri berada pada lahan setengah hektare dengan 379 unit yang terbagi dalam tiga tower. • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan pendapatan berbasis biaya (fee based income) sebesar Rp 20 miliar pada kuartal I 2012, meningkat 32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kontribusi pendapatan didukung oleh biaya dana pada produk dan pembiayaan. Pendapatan dari kartu pembiayaan Hasanah Card juga turut mendukung perolehan pendapatan berbasis biaya. Peningkatan laba pada akhir 2011 mencapai 100%. Pertumbuhan diperoleh dari marjin yang berasal dari penyaluran pembiayaan sebesar Rp 5,31 triliun, dari tahun sebelumnya Rp 3,56 triliun. • PT Supra Boga Lestari Tbk PT Supra Boga Lestari Tbk menargetkan pendapatan sebesar Rp 1 triliun hingga akhir 2012. Perseroan yang mengelola Ranch Market dan Farmers Market tersebut menargetkan pendapatan naik 14% dibandingkan 2011 senilai Rp 878 miliar. Laba bersih meningkat menjadi Rp 27,3 miliar, naik 30% dibandingkan 2011 sebesar Rp 21 miliar. Perseroan akan membangun tiga toko baru Farmers Market di Jakarta, dan Ranch Market di Balikpapan. Untuk masing-masing toko, perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 8-10 miliar, dan investasi tersebut akan meningkat menjadi Rp 14 miliar apabila toko tersebut dilengkapi restoran. Perseroan akan melepas 312,89 juta atau 20% saham kepada publik pada kisaran harga Rp 425-510 per saham. Dana yang akan diperoleh sebesar Rp 133-160 miliar. Penawaran umum dimulai pada 1-4 Juni 2012 dan pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juni 2012. |
|
DISCLAIMER:
This material is issued by PT Sinarmas Sekuritas, a member of Indonesia Stock Exchanges, represent the opinion of PT Sinarmas Sekuritas, derived its judgement from sources deemed reliable, however, PT Sinarmas Sekuritas and its affiliated cannot guarantee its accuracy and completeness. PT Sinarmas Sekuritas or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein or have positions in the securities recommended herein and may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this material. PT Sinarmas Sekuritas, its employees and its affiliates, expressly disclaim any and all liability for representation or warranties, expressed or implied, here in or omission there from or for any loss how so ever arising from any use of this material or its contents or otherwise arising in connection there with. Opinion expressed in this material are our present view and are subject to change without notice. |
| Research Insight
|
|
|
DISCLAIMER:
This material is issued by PT Sinarmas Sekuritas, a member of Indonesia Stock Exchanges, represent the opinion of PT Sinarmas Sekuritas, derived its judgement from sources deemed reliable, however, PT Sinarmas Sekuritas and its affiliated cannot guarantee its accuracy and completeness. PT Sinarmas Sekuritas or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein or have positions in the securities recommended herein and may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this material. PT Sinarmas Sekuritas, its employees and its affiliates, expressly disclaim any and all liability for representation or warranties, expressed or implied, here in or omission there from or for any loss how so ever arising from any use of this material or its contents or otherwise arising in connection there with. Opinion expressed in this material are our present view and are subject to change without notice. |
| Company Focus
|
|