RESEARCH
| Daily Research
| 5/22/2013 8:47:56 AM
|
| Previous Day Pada penutupan perdagangan hari Selasa (21/5), IHSG turun sebanyak 26,217 poin (-0,50%) ke level 5188,759. Ada sebanyak 95 saham yang naik, 157 saham yang mengalami koreksi, dan 125 saham yang tidak bergerak. Total perdagangan hari ini sebanyak Rp 7,343 triliun. LQ45 turun 5,149 poin (0,58%) ke level 878,985. Sektor –sektor perdagangan di zona hijau adalah sektor agrikultur naik 0,44%, sektor perdagangan naik 0,14%, dan sektor keuangan naik 0,01%. Sektor-sektor perdagangan di zona merah adalah sektor consumer goods turun 1,69%, sektor manufaktur turun 1,08%, dan sektor aneka industri turun 0,80%. Foreign nett buy sebesar Rp 1,64 miliar. Indeks Komposit Shanghai bertambah 0,22%. Indeks Straits Times merosot 0,30%. Indeks Nikkei melejit 0,13%. Indeks Hang Seng koreksi 0,54%.
Today's View Pada perdagangan hari Rabu (22/5), secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat di kisaran 5145 - 5215. Hasil pertemuan BOJ yang membahas kebijakan moneter Jepang akan diumumkan. Disamping itu Gubernur the Fed juga akan memberikan testimoni mengenai outlook ekonomi dan kebijakan moneter AS. Pengumuman tersebut dapat memberikan stimulus terhadap pergerakan index hari ini. Saham-saham yang perlu diperhatikan adalah ADHI, BKSL, AALI, KIJA.
|
| Archive Research: |
|
Trading View
Picks of The Day
| 5/22/2013 8:48:59 AM
|
| Archive Research: |
|
|
DISCLAIMER:
This material is issued by PT Sinarmas Sekuritas, a member of Indonesia Stock Exchanges, represent the opinion of PT Sinarmas Sekuritas, derived its judgement from sources deemed reliable, however, PT Sinarmas Sekuritas and its affiliated cannot guarantee its accuracy and completeness. PT Sinarmas Sekuritas or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein or have positions in the securities recommended herein and may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this material. PT Sinarmas Sekuritas, its employees and its affiliates, expressly disclaim any and all liability for representation or warranties, expressed or implied, here in or omission there from or for any loss how so ever arising from any use of this material or its contents or otherwise arising in connection there with. Opinion expressed in this material are our present view and are subject to change without notice. |
|
Corporate News
5/22/2013 8:50:28 AM • PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WIMS)PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WIMS) berencana akan melakukan pembelian saham kembali (Buyback) sebanyak 190 juta saham perusahaan setara dengan 5,2% dari total jumlah modal yang ditempatkan. Dana yang dialokasikan sebesar US$ 10,5juta yang berasal dari saldo laba 2012, yang bertotal US$ 50,28 juta. Buyback akan dilakukan secara bertahap selama 18 bulan dengan periode 20 Juni 2013 sampai 19 December 2014 terhitung sejak perusahaan memperoleh persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pada tanggal 20 Juni 2013. Apabila disetujui pelaksanaan Buyback, jumlah asset dan ekuitas perusahaan akan berkurang menjadi masing-masing US$ 328,47juta (dari US$ 338,97 juta) dan US$ 166,73 juta (dari US$ 177,44 juta). (Positive) Source: Bisnis Indonesia
• PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sepanjang Januari - April mencatatkan peningkatan volume penjualan 508.505 ton, naik 25,9% YOY dari sebesar 403.802 ton. Perusahaan harus meningkatkan volume penjualan di tengah pelemahan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) sebesar 17,8%. Harga rata-rata harga CPO perusahaan turun menjadi Rp 6.518 perkg dari Rp 7.932 perkg. Dengan demikian, perusahaan tetap mencatatkan peningkatan penjualan CPO sebesar 3,4% menjadi Rp 3,31 triliun. Di samping itu, dari penjualan inti sawit (Palm Kernel) perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 10.6% menjadi Rp 301 miliar. Peningkatan volume penjualan tidak diikuti dengan harga inti sawit yang turun 30,8% ke level Rp 2.830 perkg. Pertumbuhan penjualan perusahaan ditopang oleh kenaikan pemsaran di pasar local dan ekspor masing-masing naik 26,4% dan 12%. 97,2% dari total penjualan CPO perusahaan diserap di dalam negeri, sisa 2,8% dikapalkan menuju Negara tujuan ekspor. Produktivitas CPO perusahaan diprediksi akan terus tumbuh seiring dengan meluas nya lahan tanaman sawit yg memasuki usia produktif seluas 6,9 juta hectare, naik 6,15% dari kebun siap panen tahun lalu seluas 6,5 juta hectare. (Positive) Source: Bisnis Indonesia
• PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), Bank Indonesia akan menyetujui akuisisi 67,37% saham perusahaan oleh DBS Holdings Singapura secara bersyarat. BI meminta Monetary Authority of Singapore (MAS) memberikan kelonggaran kepada bank asal Indonesia untuk mengembangkan usaha di Singapura. Sebelum komitmen tersebut dilaksanakan, DBS hanya dapat menguasai 40% saham PT Bank Danamon Indonesia sejalan dengan aturan kepemilikan saham bank umum. Saat ini terdapat tiga bank BUMN yang dikabarkan akan memperluas kegiatan usaha nya di Singapura, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT BNI Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). (Positive) Source: Finance Today
• PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) membukukan peningkatan produktivitas asset tertinggi dibandingkan dengan dua pesaing mereka, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) dan PT Hero Supermarket Tbk (HERO). Produktivitas ini diukur berdasarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan dalam periode tertentu. Produtivitas asset perusahaan naik 0,27 kali YOY menjadi 2,01 kali dari 1,77 kali. Sepanjang Q1 2013 pertumbuhan asset perusahaan hanya sebesar 4%, tetapi perusahaan mampu mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 29,2%. Pada tahun ini perusahaan menargetkan akan membuka 355 gerai baru. (Positive) Source: Finance Today
• PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) memperoleh kenaikan marketing sales sebesar Rp 2,23 triliun. Perusahaan mencapai kenaikan marketing sales sebesar 44,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut disokong oleh 57% proyek The Podomoro City Extension atau setara dengan Rp 1,27 triliun, 15% dengan Vimala Hills, 7% dengan Soho@pancoran dan Metro Park Residence serta 6% oleh proyek Grand Taruma, dan 3% oleh Parahyangan Residence. Perusahaan terus menargetkan lahan-lahan baru guna menambah cadangan lahan atau landbank yang dimiliki. Perusahaan telah menandatangani perjanjian jual beli ber syarat (CSPA) atas akuisisi 60% saham PT Simprug Mahkota (SMI). SMI ini memiliki 1,6 hectare (ha) lahan di Simprug, Jakarta Selatan. Perusahaan melalui anak usahanya, PT Pesona Gerbang Karawang (PGK) mengakuisisi 99,9% PT Tatar Kertabumi dan PT Astakona Megahtama. (Positive) Source: kontan
• PT Martino Berto Tbk (MBTO)PT Martino Berto Tbk (MBTO) menargetkan ekspansi global dengan membuka gerai Marta Tilaar shop di Filipina dan fasilitas spa di Singapura. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan penjualan dari pasar ekspor khususnya di wilayah ASEAN. Hingga saat ini perusahaan telah membuka gerai yang sama di Singapura, Malaysia, Brunei Darusalam. Penjualan di pasar ASEAN telah member kontribusi 7% terhadap total pendapatan ekspor perusahaan dan targetnya naik menjadi 10%. Ekspansi ini juga dibidik di kawasan Asia Timur dan Australia. Belanja modal perusahaan sebesar Rp 50 miliar akan digunakan untuk ekspansi dalam negeri dengan mempersiapkan teknologi dan mesin di pabrik baru yang berlokasi di Cikarang. Pengoperasian pabrik baru ini focus terhadap produksi herbal dan jamu serta natural ingredients color cosmetic. (Positive) Source: Kontan
• PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merilis dividen 100% laba bersih tahun 2012. Perusahaan tahun lalu membukukan laba bersih sebesar Rp 4,83 triliun. Dividen yang dibagikan Rp 384 per saham pada 16 Juli 2013. Salah satu pemegang 85% saham perusahaan, Unilever Indonesia Holding B. V (UIH) akan mendapatkan Rp 4,11 triliun dan pemegang saham publik memperoleh dividen sebesar Rp 724,5 miliar. Perusahaan akan menaikan volume produksi setelah berhasil meningkatkan kapasitas pabrik terutama pabrik es krim dan beberapa home and personal care. Belanja modal yang terkumpul untuk tahun ini sebesar Rp 1 triliun. Disamping itu perusahaan akan menggelar kesempatan akuisisi perusahaan dan produk baru tanpa menganggarkan dana pinjaman untuk proses ini karena adanya kas perusahaan sebesar Rp 5,2 triliun. Perusahaan juga akan meningkatkan harga jual produk 5% untuk mendorong pertumbuhan penjualan dan profitabilitas perusahaan sepanjang Kuartal I-2013. Kenaikan harga jual ini didorong oleh peningkatan sejumlah unsure biaya produksi yaitu biaya bahan baku dan inflasi. Sepanjang Kuartal I-2013 perusahaan membukukan margin kotor sebesar 51,23% naik 1,02% dari periode yang sama tahun lalu. (Positive) Source: Kontan, Finance Today
• PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Â berencana akan menerbitkan obligasi global (Global Bond) pada tahun ini sebesar US$ 820 juta atau setara dengan Rp 7,96 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek diantaranya optimasi pabrik feronikel, pembangunan coal fired power plant di Pomala sebesar US$ 496,27 juta, proyek feronikel di Halmahera Timur US$ 1,6 miliar, pengembangan sponge iron sebesar US$ 150 juta, Smelter grade alumina (SGA) Mempawah sebesar US$ 1,5 miliar. (Positive) Source: Investor Daily
• PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 407 miliar hingga April 2013, meningkat 68% YOY yang hanya sebesar Rp 242 miliar. Hal tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar 24% menjadi Rp 3,5 triliun dari Rp 2,8 triliun. Sebelumnya pada Q1 2013 laba bersih perusahaan sudah meningkat 87% menjadi Rp 382 miliar. Peningkatan pendapatan terbesar disumbangkan oleh media berbasis langganan yang naik 31% menjadi Rp 940 miliar dan pembiayaan efek dan asuransi yang tumbuh 28% menjadi Rp 264 miliar. (Positive) Source: Investor Daily
• PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK)PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) akan mendirikan apartemen sewa di daerah Cikarang, Bekasi, Jawa Barat dengan investasi sebesar US$ 30juta. Dalam hal ini perusahaan bekerja sama dengan tiga investor asal Jepang yaitu PT Toyota Tsuho Indonesia, PT Toyota Housing Corporation, dan PT Tokyu Land Indonesia. Kepemilikan saham Toyota Tsusho sebesar 51%, Lippo Group 25%, Toyota Housing dan Tokyu Land masing-masing 12%. Perusahaan berencana akan mengakuisisi lahan seluas 7.000 meter persegi. Dana akan berasal dari ekuitas perusahaan dan pinjaman dari bank asal Jepang. Tarif sewa Serviced Apartment tersebut di kisaran US$ 20.000 perbulan per unit. (Positive) Source: Finance Today
|
|
DISCLAIMER:
This material is issued by PT Sinarmas Sekuritas, a member of Indonesia Stock Exchanges, represent the opinion of PT Sinarmas Sekuritas, derived its judgement from sources deemed reliable, however, PT Sinarmas Sekuritas and its affiliated cannot guarantee its accuracy and completeness. PT Sinarmas Sekuritas or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein or have positions in the securities recommended herein and may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this material. PT Sinarmas Sekuritas, its employees and its affiliates, expressly disclaim any and all liability for representation or warranties, expressed or implied, here in or omission there from or for any loss how so ever arising from any use of this material or its contents or otherwise arising in connection there with. Opinion expressed in this material are our present view and are subject to change without notice. |
| Research Insight
|
|
|
DISCLAIMER:
This material is issued by PT Sinarmas Sekuritas, a member of Indonesia Stock Exchanges, represent the opinion of PT Sinarmas Sekuritas, derived its judgement from sources deemed reliable, however, PT Sinarmas Sekuritas and its affiliated cannot guarantee its accuracy and completeness. PT Sinarmas Sekuritas or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein or have positions in the securities recommended herein and may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this material. PT Sinarmas Sekuritas, its employees and its affiliates, expressly disclaim any and all liability for representation or warranties, expressed or implied, here in or omission there from or for any loss how so ever arising from any use of this material or its contents or otherwise arising in connection there with. Opinion expressed in this material are our present view and are subject to change without notice. |
| Company Focus
|
<< Back
Download PDF File 5/16/2012 3:55:10 PM:
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk"Loan growth is expected to recover"
Ticker: BBRI.IJ
Recommendation: ACCUMULATE
ANALYST: JANSEN KUSTIANTO
Current Price (April 11th, 2012): IDR 6,900
Target Price 2012: IDR 7,500
PE2011A: 11.3X PE2012E: 10.1X
EPS 2011A: IDR 612
EPS 2012E: IDR 683
BRI’s ability to sustain its net interest margin (NIM), improvement in asset quality which results in lower provision and its operating efficiency, contributed to its strong bottom line growth of 31.9% in FY 2011 YoY, even though FY 2011 credit grew only by 14.9% YoY. BRI’s strong bottom line result beats both our FY2011 net profit estimate by 13.5% and also consensus.
Micro segment is still BRI main business
Slower loan growth was evident in 2011 due to the bank’s strategy to consolidate its portfolio to improve asset quality and its revitalization program of its infrastructure and network to gear for future growth. Micro segment (+19.6% YoY) and corporate segment (+28.3% YoY)- 57.3% driven by SOEs’ loan, are the major driver of loan growth. Micro lending is still BRI main business as it composes 31.8% of BRI total loan portfolio. The growth in SOEs’ loans and asset consolidation helped improved BRI’s loan quality reflected by declining NPL from 2.8 in 2010 to 2.3 in 2011.
Loan growth to recover
We expect BRI loan growth to recover. We forecast that loan will grow by 20.3% CAGR by 2014. Our forecast is supported by the expectation of strong GDP growth, which will push lending higher. The revitalization program rolled in 2011, along with the continue expansion of BRI outlets, especially its Teras outlet (1,304 units as of 2011) which will reach new areas and smaller borrowers.
Risk of inflation & low interest rate environment
Threat of higher inflation due to the possibility of the government increasing subsidized fuel price still remains, however, it should not raise excessive concern, as loan made up 69% of BRI earnings asset, whereas only 10.2% is made up of securities (including government recap bonds), and it has almost equal mix of fixed and variable rate. On the other hand, escalated competition and low interest rate environment will put pressure on BRI’s margin. We forecast that BRI’s NIM will decline further in 2012 to 8.6% and is expected to remain within 8.5%-9% range for the next few years. BRI’s business mix which focuses on micro segment should provide support to its NIM.
Upgrading our valuation to IDR 7,500
As a result of our change in forecast for BRI’s loan growth and NIM, we have updated our valuation for BRI to IDR 7,500. At this price, BRI will be trading at 3x 2012F P/B multiple, which is justified due to BRI’s consistent high ROE, averaging 31.1% for the past 5 years.
>> Back to Menu Company Focus |
|