ABBA, MCAS DAN PT SURPRISE TEKEN KERJASAMA PENGEMBANGAN PLATFORM TRAVEL MUSLIM

ABBA, MCAS DAN PT SURPRISE TEKEN KERJASAMA PENGEMBANGAN PLATFORM TRAVEL MUSLIM

ABBA, MCAS DAN PT SURPRISE TEKEN KERJASAMA PENGEMBANGAN PLATFORM TRAVEL MUSLIM

ABBA, MCAS DAN PT SURPRISE TEKEN KERJASAMA PENGEMBANGAN PLATFORM TRAVEL MUSLIM

ABBA, MCAS DAN PT SURPRISE TEKEN KERJASAMA PENGEMBANGAN PLATFORM TRAVEL MUSLIM
ABBA, MCAS DAN PT SURPRISE TEKEN KERJASAMA PENGEMBANGAN PLATFORM TRAVEL MUSLIM
ABBA, MCAS DAN PT SURPRISE TEKEN KERJASAMA PENGEMBANGAN PLATFORM TRAVEL MUSLIM
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

ABBA, MCAS DAN PT SURPRISE TEKEN KERJASAMA PENGEMBANGAN PLATFORM TRAVEL MUSLIM

IQPlus, (15/3) - PT Mahaka Media Tbk (ABBA), PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) dan PT Surprise Indonesia (Surprise) menandatangani perjanjian kerjasama tiga pihak untuk pengembangan platform travel muslim di Indonesia.

Dalam kerjasama ini, Platform Travel Muslim yang dikembangkan akan berfokus pada jaringan komunitas muslim yang dikelola oleh ABBA melalui Harian Republika, yang merupakan surat kabar pertama bagi komunitas muslim di Indonesia, yang didirikan sejak tahun 1993.

MCAS, sebagai perusahaan teknologi berperan sebagai penyedia platform yang membawa infrastruktur digitalnya yang kuat dan ekosistem digital yang lengkap kedalam kerjasama ini dengan berbagai sinergi yang dilakukan untuk dapat membangun platform yang inovatif dan bermanfaat bagi komunitas muslim.

Surprise sendiri, merupakan bagian dari Smailing Tour Group dan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) yang menawarkan layanan B2B untuk paket wisata dan sebagai agen untuk berbagai produk rekreasi khususnya dalam kerjasama ini akan berfokus pada travel umrah. Saat ini Surprise mengelola lebih dari 1000 agen perjalanan, yang berlokasi di Jakarta, Jawa dan sekitarnya serta sebagai konsolidator agen di Indonesia.

Platform travel muslim ini ditargetkan akan dirilis pada kuartal 2 tahun 2022. Para pengguna nantinya akan dapat menikmati fleksibilitas dalam pengaturan jadwal travel umrah, dengan personalisasi yang nyaman dan harga terbaik dalam satu platform aplikasi. Mulai dari pemesanan tiket pesawat, reservasi hotel, transportasi serta pengaturan agenda perjalanan dan semua fasilitas dalam satu genggaman saja.

Adrian Syarkawi, Direktur Utama ABBA, berkomentar, "Inovasi adalah kata kunci untuk mempertegas komitmen kami dalam upaya menyajikan nilai lebih bagi ummat yang juga pembaca Harian Republika. Oleh karena itu kami berkolaborasi dengan MCAS & Surprise menyajikan platform travel. Era digital membuat kami perlu mengembangkan model bisnis agar tetap menjadi yang terdepan."

"Kebijakan ibadah umrah yang sudah dibuka oleh pemerintah diprediksi akan meningkatkan pasar travel ibadah umrah, dimana hal ini telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah Arab Saudi dengan rencana menaikkan kuota jamaah umrah dari 8 juta menjadi 30 juta pada tahun 2030", tambah Adrian.

Mohammad Anis Yunianto, Direktur MCAS, menambahkan, "MCAS merasa bangga menjadi bagian 19, Dalam menyambut era baru pasca Covid-19, kami berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi digital yang tetap relevan, dalam upaya untuk terus membangun infrastruktur digital yang massive dan terdepan di Indonesia.

Dengan kemampuan teknologi, infrastruktur digital yang kuat dan ekosistem digital yang lengkap, kami optimis akan menghadirkan platform yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan platform sejenis lainnya".

Bernard Akili, CEO PT Surprise Indonesia menambahkan, "Kami percaya bahwa kerjasama ini merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan kembali bisnis travel di Indonesia khususnya travel umrah. Pada tahun 2019, jemaah umrah Indonesia telah mencapai 1,2 juta jemaah dan Indonesia dan berada di posisi kedua penyumbang jemaah umrah terbesar di dunia.

Dengan dihapuskannya kewajiban karantina oleh pemerintah Saudi, kini kami dapat lebih fleksibel dalam mengatur pemberangkatan umrah ke Tanah Suci.

Kami juga berkomitmen dapat menghadirkan paket umrah dengan harga yang lebih terjangkau, dimana efisiensi dapat dilakukan karena jemaah umrah dapat langsung menjalankan ibadah tanpa harus menghabiskan waktu untuk karantina."(end)