ADARO PROYEKSIKAN PRODUKSI BATU BARA THERMAL AKAN FLAT DI 2024

ADARO PROYEKSIKAN PRODUKSI BATU BARA THERMAL AKAN FLAT DI 2024

ADARO PROYEKSIKAN PRODUKSI BATU BARA THERMAL AKAN FLAT DI 2024

ADARO PROYEKSIKAN PRODUKSI BATU BARA THERMAL AKAN FLAT DI 2024

ADARO PROYEKSIKAN PRODUKSI BATU BARA THERMAL AKAN FLAT DI 2024
ADARO PROYEKSIKAN PRODUKSI BATU BARA THERMAL AKAN FLAT DI 2024
ADARO PROYEKSIKAN PRODUKSI BATU BARA THERMAL AKAN FLAT DI 2024
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

ADARO PROYEKSIKAN PRODUKSI BATU BARA THERMAL AKAN FLAT DI 2024

IQPlus, (14/12) - Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Hendri Tan memproyeksikan produksi batu bara thermal tidak akan mengalami pertumbuhan atau flat pada 2024.

"Produksi batu bara thermal akan flat untuk memastikan kami dapat menjaga cadangan batu bara dan untuk memenuhi pasokan kepada pembangkit listrik," kata Hendri di Jakarta, Rabu.

Namun, Hendri belum bisa memberikan angka pasti volume produksi batu bara pada 2024 karena masih menunggu Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) Adaro disetujui.

Adapun pada 2023 Adaro menargetkan akan memproduksi batu bara thermal sebesar sekitar 62 sampai 64 juta ton.

Sebagaimana diketahui, sampai September 2023, Adaro memproduksi batu bara sebesar 50,37 juta ton atau tumbuh 12 persen dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar 12 persen.

"Rencana tahun depan, kami sedang menunggu RKAB disetujui pemerintah," kata Hendri menambahkan.

Hendri Tan juga mengatakan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tidak akan mempengaruhi kinerja usaha dan proyek-proyek yang sedang dikerjakan.

Pasalnya, proyek-proyek tersebut dibangun untuk memberikan keuntungan dalam jangka panjang atau lebih dari lima tahun ke depan.

"Tujuan kita adalah untuk memakmurkan Indonesia, jadi seharusnya (kinerja kita) tidak tergantung pada siapa pemerintahnya. Dan kita semua berharap ya, siapa pun pemerintah nantinya, juga mendukung kepentingan dalam negeri," katanya.

Adaro juga menargetkan untuk meningkatkan produksi batu bara metalurgi menjadi 6 juta ton di tahun 2025, atau terus meningkat dari target di tahun ini yang sebesar 4,3 juta ton.

Presiden Direktur Adaro Power Dharma Djojonehoro mengatakan akan berfokus untuk menyelesaikan pembangunan proyek-proyek yang sedang berlangsung, antara lain baterai untuk mengekspor listrik ke negara tetangga. (end/ant)