AKRA PROYEKSIKAN LABA BERSIH TUMBUH HINGGA 15 PERSEN

AKRA PROYEKSIKAN LABA BERSIH TUMBUH HINGGA 15 PERSEN

AKRA PROYEKSIKAN LABA BERSIH TUMBUH HINGGA 15 PERSEN

AKRA PROYEKSIKAN LABA BERSIH TUMBUH HINGGA 15 PERSEN

AKRA PROYEKSIKAN LABA BERSIH TUMBUH HINGGA 15 PERSEN
AKRA PROYEKSIKAN LABA BERSIH TUMBUH HINGGA 15 PERSEN
AKRA PROYEKSIKAN LABA BERSIH TUMBUH HINGGA 15 PERSEN
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

AKRA PROYEKSIKAN LABA BERSIH TUMBUH HINGGA 15 PERSEN

IQPlus, (8/9) - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) memperkirakan, pertumbuhan laba bersih perseroan di 2021 bisa kembali tercatat double digit di kisaran 12-15 persen (year-on-year), lantaran adanya prospek positif pada segmen perdagangan dan distribusi yang sejalan dengan perbaikan ekonomi, peningkatan aktivitas pertambangan hingga ekspansi kimia dasar.

"AKR berhasil menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba yang positif di tengah pandemi. Kami terus mempertahankan pengendalian biaya yang ketat, mengelola risiko dan terus mengirimkan produk esensial BBM dan bahan kimia," kata Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo saat Public Expose Live 2021, Rabu (8/9).

Pada kesempatan yang sama, Direktur dan Corporate Secretary AKRA, Suresh Vembu mengatakan, perseroan akan menjaga tren pertumbuhan bisnis di Semester I-2021. Pada paruh pertama tahun ini, laba bersih AKRA bertumbuh 28 persen (y-o-y) menjadi Rp550 miliar setelah bertumbuh 30 persen (y-o-y) di 2020.

"Target kami tahun ini, tetap kami maintain guidance atau budget kami untuk 2021. Dan, kami yakin dengan Outlook yang ada di Semester II-2021, AKR tetap profitnya bisa tumbuh double digit, antara 12-15 persen di tahun ini," papar Suresh.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, pada tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar USD15 juta-USD20 juta. "Terkait capex, selama lima tahun terakhir ini kami sudah investasikan sebesar Rp8 triliun," ujarnya.

Dia mengungkapkan, pada Semester I-2021, pertumbuhan AKRA lebih besar ditopang oleh segmen perdagangan, distribusi dan peningkatan kontribusi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik.

Haryanto meyakini, profit AKRA akan terus bertumbuh, seiring dengan peningkatan kontribusi KEK JIIPE Gresik terhadap pendapatan konsolidasian. "AKRA melihat outlook yang positif pada permintaan lahan di JIIPE berdasarkan beberapa faktor, yaitu siklus manufaktur Indonesia, status KEK dan ekosistem yang terbentuk dengan adanya smelter tembaga.

"Kegiatan investasi pada KEK JIIPE Gresik menunjukkan perkembangan yang signifikan dan memasuki momentum monetisasi aset. Kami melihat peningkatan minat investor terhadap fasilitas, konektivitas dan benefit, serta insentif yang diberikan m KEK JIIPE Gresik," tutur Haryanto.

Dia menambahkan, belum lama ini AKRA menandatangani permintaan tambahan sewa lahan laydown area dan fasilitas pelabuhan. "Proyek smelter ini membutuhkan infrastruktur pendukung khusus, termasuk listrik, air dan pengolahan limbah, jalur konveyor, pipa hingga dermaga," imbuhnya.

Menurut Haryanto, AKRA tetap konsisten dalam menerapkan empat strategi utama terkait upaya mendorong pertumbuhan bisnis, yakni pertumbuhan perdagangan dan distribusi; ekspansi ritel dan avtur; KEK JIIPE dan masuk ke bisnis energi bersih dan terbarukan.

"Perseroan melihat outlook yang positif pada segmen perdagangan dan distribusi, sejalan dengan perbaikan ekonomi, peningkatan aktivitas pertambangan, serta hilirisasi dan ekspansi kimia dasar," ucap Haryanto.

Selain itu, lanjut dia, prospek segmen bahan bakar minya (BBM) juga positif, sejalan dengan perkembangan industri pertambangan, perkebunan dan segmen ritel. Segmen kimia dasar juga mencatatkan pertumbuhan dengan adanya perbaikan ekonomi makro, terutama pada industri rayon dan smelter alumina.

Sebagai komitmen kepada para pemegang saham dan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik (GCG), menurut Haryanto, AKRA menjaga rasio pembayaran dividen rata-rata di atas 50 persen selama lima tahun terakhir. AKRA telah membayar dividen interim sebesar Rp237 miliar untuk kinerja Semester I-2021. (end/bd)