AMMAN PERKUAT TRANSFORMSI PERTAMBANGAN TEMBAGA

AMMAN PERKUAT TRANSFORMSI PERTAMBANGAN TEMBAGA

AMMAN PERKUAT TRANSFORMSI PERTAMBANGAN TEMBAGA

AMMAN PERKUAT TRANSFORMSI PERTAMBANGAN TEMBAGA

AMMAN PERKUAT TRANSFORMSI PERTAMBANGAN TEMBAGA
AMMAN PERKUAT TRANSFORMSI PERTAMBANGAN TEMBAGA
AMMAN PERKUAT TRANSFORMSI PERTAMBANGAN TEMBAGA
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

AMMAN PERKUAT TRANSFORMSI PERTAMBANGAN TEMBAGA

IQPlus, (31/7) - Direktur Utama PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Alexander Ramlie mengatakan perseroan akan memperkuat transformasi pertambangan sebagai upaya mendukung posisi Indonesia dalam industri tembaga di tingkat global.

Dengan tujuan tersebut, ia menyebut setiap gebrakan yang dilakukan perseroan akan melibatkan sumber daya manusia (SDM) yang ada.

"Kami terus mengkaji prosedur dan teknik bekerja, dengan mentalitas yang siap menghadapi tantangan dan perubahan, demi mencapai keunggulan operasional pertambangan. Operasional Amman juga selalu dilaksanakan dengan prinsip keberlanjutan, di mana kami terus berpatokan pada standar global terkait manajemen lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Alex menyebut perseroan memiliki keunggulan berupa C1 cash cost yang efisien dan keselamatan pertambangan yang baik.

Dia menjelaskan, C1 cash cost merupakan biaya langsung yang mencakup biaya-biaya yang timbul dalam penambangan dan pengolahan (tenaga kerja, tenaga listrik dan material), ditambah dengan biaya umum dan administratif lokal, biaya pengangkutan, dan biaya realisasi serta biaya penjualan.

Melalui anak usahanya yaitu PT Amman Mineral Nusa Tenggara, dia menyebut tambang tembaga dan emas di Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB), menghasilkan sekitar 8,78 miliar pon tembaga dan 8,7 juta ons emas pada 2020.

Lanjutnya, perseroan telah merencanakan untuk memasuki fase 8, yang memperpanjang umur tambang hingga 2030.

Selain itu, perseroan memiliki proyek eksplorasi Elang, yang merupakan salah satu cadangan tembaga dan emas terbesar di dunia, yang belum dikembangkan. "Rencananya proyek tersebut akan mulai beroperasi pada 2031," ujar Alex. (end/ant)