ANAK USAHA BAYAN RESOURCES BELI TANAH SENILAI Rp271,27 MILIAR

ANAK USAHA BAYAN RESOURCES BELI TANAH SENILAI Rp271,27 MILIAR

ANAK USAHA BAYAN RESOURCES BELI TANAH SENILAI Rp271,27 MILIAR

ANAK USAHA BAYAN RESOURCES BELI TANAH SENILAI Rp271,27 MILIAR

ANAK USAHA BAYAN RESOURCES BELI TANAH SENILAI Rp271,27 MILIAR
ANAK USAHA BAYAN RESOURCES BELI TANAH SENILAI Rp271,27 MILIAR
ANAK USAHA BAYAN RESOURCES BELI TANAH SENILAI Rp271,27 MILIAR
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

ANAK USAHA BAYAN RESOURCES BELI TANAH SENILAI Rp271,27 MILIAR

IQPlus, (14/3) - PT. Bayan Resources Tbk (BYAN) melalui anak usahanya PT Dermaga Perkasapratama (DPP) telah melakukan pembelian aset berupa 2 bidang tanah kosong yang dimiliki oleh PT. Kariangau Power (KP) di Kalimantan timur pada tanggal 9 Maret 2022

Menurut keterangan tertulis Jenny Quantero Direktur BYAN Jumat (11/3) menyampaikan bahwa DPP telah membeli 2 bidang tanah kosong seluas 145.156 meter persegi dan seluas 126.118 meter persegi dari KP berdasarkan akta jual beli no.74 dan 75 di hadapan notaris Zulfakar SH, Mkn. senilai Rp271,27 miliar yang dananya seluruhnya berasal dari kas PT DPP.

Lebih Lanjut Jenny Quantero memaparkan pertimbangan dilakukannya transaksi tersebut adalah DPP memiliki Balikpapan Coal terminal (BCT) yang terletak di Kota Balikpapan, Kaltim. BCT ini telah mengalami sejumlah perluasan selama beberapa tahun yang mana puncaknya untuk perluasan tahap 4B dengan penambahan kapasitas tempat penimbunan batubara (stockpile) kurang lebih sebesar 0,5 juta ton pada tahun 2021, sehingga total kapasitas stokcpile di BCT meningkat menjadi sebesar 1,5 juta ton.

BYAN berencana untuk meningkatkan produksinya dari tambang Tabang di Kalimantan Timur menjadi 60 juta ton per tahun pada 2026. Untuk mencapai hal itu, maka diperlukan perluasaan kapasitas penanganan batubara di BCT. Saat ini PT DPP sedang merancang desain perluasan tahap 5 di BCT yang akan mencakup tambahan dermaga berkapasitas 2x4.000 tph dan demaga bongkar muat dengan kapasitas gabungan 6.000 tph menggunakan 4x1,500 tph grab crane dan tambahan 0,5 juta kapsitas penimbunan batu bara.

"Dengan adanya perluasan tersebut maka akan meningkatkan kapasitas penimbunan batubara, pembelian tanah dari KP dirasa cocok untuk membangun stockpile atau tempat penimbunan tambahan yang diperlukan selain itu tanah KP berdekatan dan berbatasan dengan tanah yang dimiliki DPP serta dekat dengan perluasan stockpile fase 4 baru baru ini yang diselesaikan pada tahun 2021 memungkinkan koneksi yang cukup sederhana ke area stockpile baru yang akan dibangun di tanah KP,"terang Jenny.

Adapun porsi batubara yang langsng dimuat dan dibongkar ke kapal yang tidak melewati stockpile adalah sekitar 10-20%, sehingga rasio penimbunan terhadap kapasitas keluaran adalah 13-15. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas penanganan batubara menjadi 40 juta per tahun tentunya akan membutuhkan kapasitas stockpile, dengan rencana penambahan kapasitas saat ini sebesar 0,5 juta ton dengan demikian total kapasitas stockpile akan menjadi sebesar 2,0 juta ton. rasio 13-15 tersebut dapat dipertahankan dengan asumsi bahwa terjadi peningkatan tonase muatan langsung sekitar 30%.

Sebagai informasi, transaksi ini mempunyai hubungan afiliasi dimana Low Tuck Kwong sebagai direktur DPP juga menjabat sebagai Komisaris utama KP selanjutnya Elaine Low sebagai Komisaris DPP juga menjabat sebagai Komisaris KP dan Lim Chai Hock sebagai Dirut DPP juga sebagai Direktur KP. Disamping itu DPP dan KP dikendalikan oloh pihak yang sama yaitu Low Tuck Kwong sehingga merupakan transaksi afiliasi sesuai POJK nomor 42/2020.

Jenny menambahkan pembelian bidang tanah milik KP akan menjadikan DPP memanfaatkan lokasi tersebut untuk membangun stockpile untuk mencapai tujuannya melakukan perluasan dan meningkatnya penanganan batubara. (end/ar)