BAKTI KOMINFO SEBUT PEMBANGUNAN BTS DI NTT CAPAI 85%

BAKTI KOMINFO SEBUT PEMBANGUNAN BTS DI NTT CAPAI 85%

BAKTI KOMINFO SEBUT PEMBANGUNAN BTS DI NTT CAPAI 85%

BAKTI KOMINFO SEBUT PEMBANGUNAN BTS DI NTT CAPAI 85%

BAKTI KOMINFO SEBUT PEMBANGUNAN BTS DI NTT CAPAI 85%
BAKTI KOMINFO SEBUT PEMBANGUNAN BTS DI NTT CAPAI 85%
BAKTI KOMINFO SEBUT PEMBANGUNAN BTS DI NTT CAPAI 85%
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

BAKTI KOMINFO SEBUT PEMBANGUNAN BTS DI NTT CAPAI 85%

IQPlus, (22/6) - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut persentase kemajuan pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) 4G di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 85 persen.

"BTS yang sedang kita bangun totalnya 421 lokasi di NTT dan sudah bisa dilayani 207 lokasi. Progres pembangunan sudah di 80-85 persen," kata Direktur Infrastruktur BAKTI Kominfo Bambang Noegroho saat melakukan monitoring dan evaluasi pada BTS SiteNTT00593 di Desa Rehak, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Selasa.

BAKTI Kominfo terus mengupayakan penyelesaian pembangunan menara BTS dengan target bulan Agustus atau September 2022 ini. Bambang Noegroho mengatakan BTS yang telah selesai pembangunan pun bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar lokasi BTS tersebut.

Dalam kunjungan monitoring dan evaluasi di situs BTS di Manggarai Barat, dia juga menyebut ada 24 lokasi pembangunan BTS di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, ada 15 lokasi yang telah beroperasi (on air), sedangkan sisanya dalam proses pembangunan.

Pada kesempatan itu dia mengatakan bahwa BAKTI terus berupaya di tengah tantangan sumber daya berupa tenaga kerja yang terbatas.

Dia menjelaskan, pembangunan infrastruktur terjadi cukup masif di seluruh wilayah NTT. Dengan target pembangunan BTS yang besar, tentunya perlu kebutuhan tenaga kerja yang mencukupi. Namun, tenaga kerja dan ahli pembangunan juga terbatas.

"Sehingga mereka akhirnya mengerjakan serial, tidak bisa dibangun semua bersamaan atau paralel. Keterbatasan tenaga kerja," kata dia melanjutkan. (end/ant)