BANJIR POTENSI, ETWA OPTIMIS PENJUALAN KOMODITAS BAKAL MENINGKAT DI 2023

BANJIR POTENSI, ETWA OPTIMIS PENJUALAN KOMODITAS BAKAL MENINGKAT DI 2023

BANJIR POTENSI, ETWA OPTIMIS PENJUALAN KOMODITAS BAKAL MENINGKAT DI 2023

BANJIR POTENSI, ETWA OPTIMIS PENJUALAN KOMODITAS BAKAL MENINGKAT DI 2023

BANJIR POTENSI, ETWA OPTIMIS PENJUALAN KOMODITAS BAKAL MENINGKAT DI 2023
BANJIR POTENSI, ETWA OPTIMIS PENJUALAN KOMODITAS BAKAL MENINGKAT DI 2023
BANJIR POTENSI, ETWA OPTIMIS PENJUALAN KOMODITAS BAKAL MENINGKAT DI 2023
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

BANJIR POTENSI, ETWA OPTIMIS PENJUALAN KOMODITAS BAKAL MENINGKAT DI 2023

IQPlus, (23/6) - Secara umum PT Eterindo Wahanatama Tbk menargetkan penjualan Biodiesel di tahun 2023 sekitar 12.000 MT dan Perdagangan Kimia antara lain Glycerine 1.320 MT, Acid Grease 256 MT dan Plasticizer 1.400 MT. Sedangkan dari sektor perkebunan Perseroan menargetkan produksi TBS sebesar 32.046 Ton.

Perseroan optimis target tersebut akan tercapai karena melihat beberapa potensi kedepannya. Pertama adalah potensi perdagangan produk kimia. Target investasi dari pemerintah di sektor industri kimia dasar dimaklumi oleh pelaku industri. Mengacu data Kemenperin, kapasitas produksi kimia dasar domestik berupa etilena hanya 600.000 ton per tahun. Sementara kebutuhan mencapai 1,3 juta ton per tahun. Sisanya masih harus diimpor.

Kemudian potensi berikutnya adalah Biodiesel. Biodiesel merupakan produk dari minyak nabati yang memiliki sifat seperti solar. Minyak nabati tersebut didapat dari berbagai macam jenis tumbuhan semisal jarak, randu, kelapa sawit, ketapang, dan lain-lain yang sangat mudah diproduksi bahkan di lahan kritis sekalipun. Dengan luas lahan kritis yang ada di Indonesia lebih dari 20 juta hektar, biodiesel yang dihasilkan diproyeksikan bisa mengcover kebutuhan minyak tanpa mengganggu lahan produktif yang ada.

"Produksi biodiesel pada 2020 diharapkan meningkat seiring dengan program campuran biodiesel 30% ke solar (B30)," tulis Manajemen ETWA dalam materi Public Expose, yang dikutip Jumat (23/6).

Kemudian yang ketiga adalah potensi perkebunan kelapa sawit. Perseroan berpendapat bahwa prospek industri sawit tetap positif dalam jangka panjang karena fundamental permintaan minyak sawit yang tetap kuat. Sebagai minyak pangan yang paling ekonomis, permintaan minyak sawit untuk pangan akan tetap bertumbuh sejalan dengan berkembangnya populasi dan pendapatan per kapita di negara-negara berkembang.

"Untuk penggunaan selain pangan, pertumbuhan permintaan terutama akan didorong oleh mandat bahan bakar nabati. Sejak tahun 2013, minyak sawit telah menggantikan minyak kedelai sebagai bahan baku yang paling banyak digunakan untuk bahan bakar nabati," paparnya. (end)