BANK BTPN PERKUAT INOVASI DIGITAL SASAR MILENIAL DAN PENSIUNAN

BANK BTPN PERKUAT INOVASI DIGITAL SASAR MILENIAL DAN PENSIUNAN

BANK BTPN PERKUAT INOVASI DIGITAL SASAR MILENIAL DAN PENSIUNAN

BANK BTPN PERKUAT INOVASI DIGITAL SASAR MILENIAL DAN PENSIUNAN

BANK BTPN PERKUAT INOVASI DIGITAL SASAR MILENIAL DAN PENSIUNAN
BANK BTPN PERKUAT INOVASI DIGITAL SASAR MILENIAL DAN PENSIUNAN
BANK BTPN PERKUAT INOVASI DIGITAL SASAR MILENIAL DAN PENSIUNAN
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

BANK BTPN PERKUAT INOVASI DIGITAL SASAR MILENIAL DAN PENSIUNAN

IQPlus, (21/11) - Bank BTPN terus memperkuat inovasi digital guna memudahkan layanan perbankan melalui aplikasi Jenius untuk menyasar kaum milenial dan kelompok purna bakti atau pensiunan pegawai.

"Aplikasi Jenius BTPN ini terus kita perkenalkan kepada semua nasabah baik itu milenial serta para pensiunan. Saat ini sudah banyak yang menggunakannya," ujar Regional Business Leader Micro Business dan Regional Head Indonesia Bagian Timur Bank BTPN, Yusri Asri saat dikonfirmasi di Makassar, Jumat.

Layanan inovasi digital tersebut, kata dia, untuk menyesuaikan perkembangan teknologi. Apalagi, sejak 2020 pandemi COVID-19 orang tidak beraktivitas secara tatap muka untuk mencegah penyebaran virus. Sehingga penggunaan aplikasi Jenius sangat tepat dalam bertransaksi keuangan.

Sejauh ini, pengguna Jenius, sebut dia, terus mengalami pertumbuhan di wilayah Indonesia Timur. Secara nasional pengguna aplikasi Jenius sudah mencapai 4,2 juta nasabah. Untuk mendongkrak pengguna aplikasi, pihaknya terus memperkenalkan kepada nasabah baru.

Ia mencontohkan, aplikasi Jenius BTPN memudahkan nasabah bertransaksi seperti para purnabakti. Selama ini, mereka harus menunggu lama di bank untuk menerima uang pensiun maupun mengirim uang, setelah menggunakan aplikasi ini jauh lebih cepat.

Yusri mengatakan, Bank BTPN masih fokus pada tiga segmen penyaluran kredit seperti Mikro dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Small Medium Entrerprise (SME) serta Purnabakti. Sedangkan pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10 persen pada periode Januari sampai Oktober 2022. (end/ant)