BANK MANDIRI BAKAL BAGI DIVIDEN Rp24,7 TRILIUN ATAU Rp529,34 PER SAHAM

BANK MANDIRI BAKAL BAGI DIVIDEN Rp24,7 TRILIUN ATAU Rp529,34 PER SAHAM

BANK MANDIRI BAKAL BAGI DIVIDEN Rp24,7 TRILIUN ATAU Rp529,34 PER SAHAM

BANK MANDIRI BAKAL BAGI DIVIDEN Rp24,7 TRILIUN ATAU Rp529,34 PER SAHAM

BANK MANDIRI BAKAL BAGI DIVIDEN Rp24,7 TRILIUN ATAU Rp529,34 PER SAHAM
BANK MANDIRI BAKAL BAGI DIVIDEN Rp24,7 TRILIUN ATAU Rp529,34 PER SAHAM
BANK MANDIRI BAKAL BAGI DIVIDEN Rp24,7 TRILIUN ATAU Rp529,34 PER SAHAM
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

BANK MANDIRI BAKAL BAGI DIVIDEN Rp24,7 TRILIUN ATAU Rp529,34 PER SAHAM

IQPlus, (15/3) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berencana menggelar aksi korporasi di pasar modal melalui pembagian dividen. Hal itu disampaikan Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2023, di Jakarta pada Selasa, (14/3).

Darmawan menuturkan, besaran dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham BMRI kali ini yaitu 60% dari laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk, atau senilai Rp24,7 triliun.

Darmawan merincikan, untuk dividen Negara Republik Indonesia yang merupakan pemegang saham perseroan dengan kepemilikan 52% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan atau sebesar Rp12,8 triliun akan disetorkan ke Rekening Kas Umum Negara. Sementara, kepemilikan 48% saham publik senilai Rp11,8 triliun akan diberikan kepada pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikannya masing-masing. Dengan demikian, investor akan mendapatkan pembagian keuntungan senilai Rp529,34 per saham.

"Pembagian dividen ini adalah bentuk apresiasi dan komitmen kami terhadap pemegang saham BMRI," katanya.

Sebagai informasi di sepanjang tahun 2022, Bank Mandiri mencatat laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp41,2 triliun atau naik 46,9% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan laba bersih tersebut salahsatunya didukung realisasi kredit secara konsolidasi Bank Mandiri yang tumbuh 14,48% yoy menjadi Rp1.202,2 triliun. Selain itu total dana pihak ketiga (DPK) BMRI juga mengalami kenaikan sebesar 15,46% yoy atau menjadi Rp1.490,8 triliun. (end)