BANK MANDIRI KOMITMEN CAPAI NZE DALAM PEMBIAYAAN PADA 2060

BANK MANDIRI KOMITMEN CAPAI NZE DALAM PEMBIAYAAN PADA 2060

BANK MANDIRI KOMITMEN CAPAI NZE DALAM PEMBIAYAAN PADA 2060

BANK MANDIRI KOMITMEN CAPAI NZE DALAM PEMBIAYAAN PADA 2060

BANK MANDIRI KOMITMEN CAPAI NZE DALAM PEMBIAYAAN PADA 2060
BANK MANDIRI KOMITMEN CAPAI NZE DALAM PEMBIAYAAN PADA 2060
BANK MANDIRI KOMITMEN CAPAI NZE DALAM PEMBIAYAAN PADA 2060
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

BANK MANDIRI KOMITMEN CAPAI NZE DALAM PEMBIAYAAN PADA 2060

IQPlus, (19/7) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berkomitmen untuk mencapai target emisi nol bersih (net zero emissions/NZE) dalam penyaluran pembiayaan (financing) pada 2060 atau lebih awal, sejalan dengan target pemerintah Indonesia.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Wakil Direktur Utama (Wadirut) Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan perseroan telah mendirikan unit ESG di 2022 yang berada di bawah pengawasan langsung Alexandra sebagai Wadirut yang berfungsi sebagai control tower untuk memastikan implementasi aspek ESG ke dalam bisnis dan operasional.

"Kami harapkan ini akan membangun persepsi yang berbeda, khususnya di mata investor, bahwa artinya implementasi ESG di Bank Mandiri itu tidak main-main, kita bener-bener disupervisi langsung dari Wadirut," kata Alexandra di Jakarta, Kamis.

Selain itu, Bank Mandiri juga telah mengembangkan ESG Desk dalam unit Corporate Banking dengan fungsi utama sebagai client center yang menawarkan solusi keuangan berkelanjutan yang inovatif, termasuk green/social loan, sustainability linked loan (SLL), corporate-in-transition financing, dan ESG Advisory.

ESG Desk di Bank Mandiri juga menjalankan fungsi sebagai incubator for expertise untuk membangun keahlian, dengan membentuk pondasi yang kuat terutama bagi para relationship manager untuk berinteraksi secara efektif dengan klien.

"Incubator for expertise itu menjadi tugas ESG Desk ini. Jadi, kami menyiapkan fondasi yang kuat bagi para frontliners Bank Mandiri karena merekalah yang berinteraksi dengan klien sehingga mereka harus bisa memahami apa yang menjadi kebutuhan klien dan memberikan solusi yang tepat terkait ESG," jelas Alexandra. (end/ant)