BANK MEGA BUKUKAN LABA BERSIH Rp4,05 TRILIUN PADA TAHUN 2022

BANK MEGA BUKUKAN LABA BERSIH Rp4,05 TRILIUN PADA TAHUN 2022

BANK MEGA BUKUKAN LABA BERSIH Rp4,05 TRILIUN PADA TAHUN 2022

BANK MEGA BUKUKAN LABA BERSIH Rp4,05 TRILIUN PADA TAHUN 2022

BANK MEGA BUKUKAN LABA BERSIH Rp4,05 TRILIUN PADA TAHUN 2022
BANK MEGA BUKUKAN LABA BERSIH Rp4,05 TRILIUN PADA TAHUN 2022
BANK MEGA BUKUKAN LABA BERSIH Rp4,05 TRILIUN PADA TAHUN 2022
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

BANK MEGA BUKUKAN LABA BERSIH Rp4,05 TRILIUN PADA TAHUN 2022

IQPlus, (27/2) - PT Bank Mega Tbk (IDX: MEGA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Kinerja di Menara Bank Mega, Jakarta. RUPST telah menyetujui seluruh mata acara rapat yaitu:

1. Persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2022

2. Penetapan penggunaan laba bersih untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, sebesar Rp4.052.677.661.471,-, sebesar Rp77.661.471,- (Tujuh Puluh Tujuh Juta Enam Ratus Enam Puluh Satu Ribu Empat Ratus Tujuh Puluh Satu Rupiah) disisihkan sebagai dana cadangan guna memenuhi ketentuan Pasal 70 UUPT.

Adapun sebesar Rp2.836.820.000.000,- (Dua Triliun Delapan Ratus Tiga Puluh Enam Milyar Delapan Ratus Dua Puluh Juta Rupiah) akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen tunai; dan

sedangkan sisanya sebesar Rp1.215.780.000.000,- (Satu Triliun Dua Ratus Lima Belas Milyar Tujuh Ratus Delapan Puluh Juta Rupiah) akan dibukukan sebagai saldo laba.

3. Laporan Direksi atas Rencana Kerja (Business Plan) Perseroan Tahun 2023 dan Laporan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan.

4. Penunjukkan Kantor Akuntan Publik yang akan melakukan audit atas Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2023.

Dalam siaran pers Bank Mega Sehubungan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan digitalisasi Perseroan, maka Perseroan menambah seorang Direktur yang secara khusus di bidang Information Technology. Selain itu perlu dilakukan pengisian jabatan Wakil Direktur Utama dalam susunan Direksi Perseroan, dimana penambahan ketentuan jabatan Wakil Direktur Utama dalam susunan anggota Direksi sesuai dengan perubahan angggaran dasar yang telah disetujui dalam RUPST ini.

Demikian juga penambahan seorang anggota Dewan Komisaris, yang merupakan Komisaris Independen agar melengkapi anggota Dewan Komisaris dalam menjalankan peran dan tanggung jawab yang ada.

Dengan demikian, maka susunan Pengurus Perseroan setelah ditutupnya RUPST menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama : Chairul Tanjung

Wakil Komisaris Utama : Yungky Setiawan

Komisaris Independen : Achjadi Ranuwisastra

Komisaris Independen : Lambock V. Nahattands

Komisaris Independen : Hizbullah*)

Direksi:

Direktur Utama : Kostaman Thayib

Wakil Direktur Utama : Indivara Erni*

Wakil Direktur Utama : Lay Diza Larentie*

Direktur : Yuni Lastianto

Direktur : Madi Lazuardi

Direktur : Martin Mulwanto

Direktur : C. Guntur Triyudianto

Direktur : YB Hariantono

Sementara itu, dalam sesi Paparan Kinerja disampaikan pembahasan mengenai laporan keuangan Bank Mega tahun 2022. Di tengah kondisi perekonomian yang cukup menantang di sepanjang tahun 2022, Bank Mega berhasil menutup kinerja akhir tahun 2022 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp4,05 triliun atau meningkat 1,11% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,01 triliun. Perolehan laba bersih Bank Mega dikontribusikan melalui kenaikan Net Interest Income sebesar 21,24% menjadi Rp5,87 triliun dari posisi yang sama periode sebelumnya sebesar Rp4,84 triliun.

Pada tahun 2022 total aset Bank Mega naik menjadi Rp141,75 triliun atau tumbuh sebesar 6,68% dari tahun sebelumnya sebesar Rp132,88 triliun.

Dalam penyaluran kredit, Bank Mega mencatatkan pertumbuhan sebesar 15,84% menjadi sebesar Rp70,29 triliun dari posisi yang sama periode sebelumnya sebesar Rp60,68 triliun. Di sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), pada akhir tahun 2022 tumbuh sebesar 4,09% menjadi Rp102,95 triliun, dari posisi yang sama periode sebelumnya sebesar Rp98,91 triliun. (end)