BARITO PACIFIC DIPERINGKAT "idA" DENGAN OUTLOOK DIREVISI JADI "NEGATIF"

BARITO PACIFIC DIPERINGKAT "idA" DENGAN OUTLOOK DIREVISI JADI "NEGATIF"

BARITO PACIFIC DIPERINGKAT "idA" DENGAN OUTLOOK DIREVISI JADI "NEGATIF"

BARITO PACIFIC DIPERINGKAT "idA" DENGAN OUTLOOK DIREVISI JADI "NEGATIF"

BARITO PACIFIC DIPERINGKAT "idA" DENGAN OUTLOOK DIREVISI JADI "NEGATIF"
BARITO PACIFIC DIPERINGKAT "idA" DENGAN OUTLOOK DIREVISI JADI "NEGATIF"
BARITO PACIFIC DIPERINGKAT "idA" DENGAN OUTLOOK DIREVISI JADI "NEGATIF"
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

BARITO PACIFIC DIPERINGKAT "idA" DENGAN OUTLOOK DIREVISI JADI "NEGATIF"

IQPlus, (9/10) - PEFINDO telah menetapkan kembali peringkat "idA" untuk PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific sebesar maksimum Rp1,5 triliun.

Namun, outlook untuk peringkat Perusahaan direvisi menjadi "negatif" dari "stabil" untuk antisipasi arus kas masuk dari anak perusahaan yang lebih rendah secara berkelanjutan, terutama dari bisnis petrokimia (PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, diperingkat idAA-/negatif)karena harga komoditas yang lebih rendah sementara leverage finansial BRPT akan meningkat dalam jangka pendek.

Pada bulan Agustus 2020, BRPT memperoleh fasilitas utang sebesar USD252,7 juta dari Bangkok Bank untuk digunakan sebagai bagian dari kontribusi Perusahaan dalam struktur finansial kepada PT Indo Raya Tenaga untuk konstruksi dan pengembangan proyek pembangkit listrik ultra-super critical 2x1.000 megawatt. Rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA dan FFO terhadap pinjaman BRPT diproyeksikan akan melemah menjadi sekitar 4,4x dan 7,6% secara rata-rata untuk dua tahun ke depan dibandingkan 3,3x dan 9,9% per posisi 31 Desember 2019.

Analysts PEFINDO Niken Indriarsih dan Umar Hareddy menuturkan bahwa, obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

"Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar yang kuat dari segmen operasi utama BRPT, pembagian dividen yang baik dari anakanak usaha inti, dan segmen energi panas bumi yang memberikan perlindungan terhadap sensitivitas siklus industri sektor petrokimia."katanya.

"Peringkat tersebut dibatasi oleh leverage keuangan yang moderat, akses tidak langsung terhadap arus kas operasional anak perusahaan, dan risiko yang melekat dengan segmen inti operasi Perusahaan, dalam pandangan kami."imbuhnya.

Outlook akan direvisi menjadi stabil jika kinerja Peringkat membaik yang tercermin dengan membaiknya profil keuangan bisnis petrokimia secara berkelanjutan dan/atau usaha penurunan utang di level induk perusahaan didukung oleh kemampuan menghasilkan arus kas dari anak-anak perusahan.

Peringkat akan diturunkan jika terdapat penurunan yang berkelanjutan dalam profil keuangan karena selisih yang menipis dan berkelanjutan dalam bisnis petrokimia dan/atau utang lebih besar dari yang diproyeksikan. Peringkat juga bisa berada dalam tekanan jika terdapat penurunan aliran arus kas dari anak-anak perusahaan, yang dapat dipicu oleh pandemi COVID-19 yang terus berlangsung dan menyebabkan pelemahan lebih lanjut di sektor petrokimia, dan/atau bencana alam yang sangat mempengaruhi segmen geothermal.

Peringkat tersebut belum memperhitungkan belanja modal tambahan yang didanai dari utang untuk pembangunan naphtha cracker kedua di bawah anak perusahaan BRPT, karena keputusan investasi final belum difinalisasi. (end/as)