BNI BERHARAP PROSES AKUISISI BANK MAYORA RAMPUNG MAKSIMAL AWAL MEI 2022

BNI BERHARAP PROSES AKUISISI BANK MAYORA RAMPUNG MAKSIMAL AWAL MEI 2022

BNI BERHARAP PROSES AKUISISI BANK MAYORA RAMPUNG MAKSIMAL AWAL MEI 2022

BNI BERHARAP PROSES AKUISISI BANK MAYORA RAMPUNG MAKSIMAL AWAL MEI 2022

BNI BERHARAP PROSES AKUISISI BANK MAYORA RAMPUNG MAKSIMAL AWAL MEI 2022
BNI BERHARAP PROSES AKUISISI BANK MAYORA RAMPUNG MAKSIMAL AWAL MEI 2022
BNI BERHARAP PROSES AKUISISI BANK MAYORA RAMPUNG MAKSIMAL AWAL MEI 2022
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

BNI BERHARAP PROSES AKUISISI BANK MAYORA RAMPUNG MAKSIMAL AWAL MEI 2022

IQPlus, (16/3) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah menyetujui aksi korporasi perseroan untuk melakukan pengambilalihan saham PT Bank Mayora.

"Harapannya semua berjalan lancar, sehingga seluruh persetujuan dan persyaratan terkait dengan rencana pengambilalihan dapat selesai pada akhir April atau awal Mei 2022,"kata Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini, dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Di samping itu, menurut Novita, RUPS juga menyetujui untuk mengalihkan secara keseluruhan saham hasil pembelian kembali (buyback) tahun 2021, yang disimpan sebagai saham tresuri (treasury stock) sebanyak 24.682.600 (dua puluh empat juta enam ratus delapan puluh dua ribu enam ratus) saham, dalam rangka program kepemilikan saham bagi Karyawan dan Manajemen.

Dia mengatakan buyback ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kepemilikan saham BBNI oleh karyawan dan manajemen, sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan serta mendorong pencapaian target kinerja. Buyback tersebut merupakan bagian dari kelanjutan program kepemilikan saham karyawan dan manajemen (MESOP, Management Employee Stock Option Plan) saat ini.

Selain itu, Novita menyampaikan bahwa Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 2022 telah disusun dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian yang cukup menantang baik domestik maupun global.

"Dengan kondisi tersebut, maka kami memproyeksikan indikator kinerja Perseroan Tahun 2022 antara lain pertumbuhan kredit di kisaran 7% hingga 10%, Net Interest Margin 4,6% hingga 4,8%, serta cost of credit 2,0% sampai 2,3%," ujarnya. (end)