BRI CATAT TRANSAKSI QRIS NAIK 1.000% PADA LIBUR LEBARAN

BRI CATAT TRANSAKSI QRIS NAIK 1.000% PADA LIBUR LEBARAN

BRI CATAT TRANSAKSI QRIS NAIK 1.000% PADA LIBUR LEBARAN

BRI CATAT TRANSAKSI QRIS NAIK 1.000% PADA LIBUR LEBARAN

BRI CATAT TRANSAKSI QRIS NAIK 1.000% PADA LIBUR LEBARAN
BRI CATAT TRANSAKSI QRIS NAIK 1.000% PADA LIBUR LEBARAN
BRI CATAT TRANSAKSI QRIS NAIK 1.000% PADA LIBUR LEBARAN
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

BRI CATAT TRANSAKSI QRIS NAIK 1.000% PADA LIBUR LEBARAN

IQPlus, (9/5) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI melonjak 1.000 persen pada libur Lebaran 2023 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Jaringan dan Layanan BRI Andrijanto mengatakan kenaikan signifikan ini menunjukkan penggunaan QRIS semakin diminati masyarakat karena lebih mudah dan cepat.

"Penopang utama dalam kenaikan ini berasal dari transaksi pedagang (merchant)," katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Tak hanya dari segi kenyamanan dan kemudahan, Andrijanto menambahkan BRI juga menjamin keamanan bagi nasabah selama bertransaksi, khususnya melalui QRIS.

BRI telah melakukan verifikasi data sesuai standar operasional prosedur (SOP), di antaranya mewajibkan pihak pedagang melampirkan kartu tanda penduduk (KTP) yang langsung tervalidasi ke portal Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri.

Selanjutnya, perjanjian kerja sama wajib untuk ditandatangani pihak pedagang guna mencegah adanya penyajian laporan keuangan palsu secara sengaja atau tipuan QRIS.

Pada prosesnya, pemasaran BRI selalu melakukan pemantauan lapangan ke tempat pedagang untuk melihat langsung lokasi usaha guna memastikan dengan kesesuaian dan profil usaha.

Dalam hal pemasukan nama pedagang, kata dia, selalu dilakukan verifikasi yang ketat dimana nama usaha disesuaikan dengan rambu usaha ataupun clue seperti alamat dan nama jalan. Hal ini guna menghindari adanya penyalahgunaan QRIS oleh pedagang. (end/ant)