BRI : PENJUALAN SUKUK RITEL SR018 LAMPAUI TARGET HINGGA 231,25%

BRI : PENJUALAN SUKUK RITEL SR018 LAMPAUI TARGET HINGGA 231,25%

BRI : PENJUALAN SUKUK RITEL SR018 LAMPAUI TARGET HINGGA 231,25%

BRI : PENJUALAN SUKUK RITEL SR018 LAMPAUI TARGET HINGGA 231,25%

BRI : PENJUALAN SUKUK RITEL SR018 LAMPAUI TARGET HINGGA 231,25%
BRI : PENJUALAN SUKUK RITEL SR018 LAMPAUI TARGET HINGGA 231,25%
BRI : PENJUALAN SUKUK RITEL SR018 LAMPAUI TARGET HINGGA 231,25%
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

BRI : PENJUALAN SUKUK RITEL SR018 LAMPAUI TARGET HINGGA 231,25%

IQPlus, (12/4) - PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) mencatat penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Ritel seri SR018 berhasil melampaui target hingga 231,25 persen atau mencapai Rp1,7 triliun.

"Tingginya minat investor dalam melakukan pembelian produk SR018 dan telah melampaui target menjadi salah satu penanda bahwa pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya berinvestasi semakin meningkat," kata Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Ke depan, BRI terus berkomitmen menyediakan alternatif investasi yang sangat menarik dan aman bagi masyarakat. Perseroan selalu berupaya membangun dan menciptakan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat Indonesia.

Selain melampaui target, ia mengungkapkan realisasi tersebut juga meningkat dibandingkan penjualan SR017 pada tahun 2022 dengan realisasi penjualan sebesar Rp1,01 triliun. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap penjualan sukuk ritel yang semakin meningkat.

Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar dalam penjualan SBSN maupun surat berharga negara (SBN). Masyarakat sudah semakin memahami bahwa SBN cocok dijadikan salah satu pilihan alokasi portofolio nasabah dengan profil risiko konservatif, moderat, hingga agresif.

Peran BRI sebagai mitra pemerintah dalam memasarkan produk SBN tak terlepas dari komitmen perseroan untuk turut mendukung proses pemulihan ekonomi. Selain itu, BRI juga berupaya untuk terus membangun pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia. (end/ant)