CAMPINA (CAMP) SIAPKAN STRATEGI GUNA HADAPI PERSAINGAN BISNIS ES KSRIM

CAMPINA (CAMP) SIAPKAN STRATEGI GUNA HADAPI PERSAINGAN BISNIS ES KSRIM

CAMPINA (CAMP) SIAPKAN STRATEGI GUNA HADAPI PERSAINGAN BISNIS ES KSRIM

CAMPINA (CAMP) SIAPKAN STRATEGI GUNA HADAPI PERSAINGAN BISNIS ES KSRIM

CAMPINA (CAMP) SIAPKAN STRATEGI GUNA HADAPI PERSAINGAN BISNIS ES KSRIM
CAMPINA (CAMP) SIAPKAN STRATEGI GUNA HADAPI PERSAINGAN BISNIS ES KSRIM
CAMPINA (CAMP) SIAPKAN STRATEGI GUNA HADAPI PERSAINGAN BISNIS ES KSRIM
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

CAMPINA (CAMP) SIAPKAN STRATEGI GUNA HADAPI PERSAINGAN BISNIS ES KSRIM

IQPlus, (24/12) - Perusahaan produsen es krim, PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) atau Campina menanggapi hadirnya competitor seperti Mixue ataupun pemain lainnya di industri es krim Tanah Air.

Direktur Pemasaran & Penjualan CAMP, Adji Anjono Purwo menerangkan, yang pertama-tama, perlu memahami bahwa potensi pasar di Indonesia sangat besar, dengan jumlah penduduk saat ini mencapai sekitar 270 juta, di mana sekitar 150 juta di antaranya berusia 40 tahun ke bawah.

Dan hal tersebut menurut Adji, ini adalah segmen pasar yang sangat potensial untuk konsumen es krim. Selain itu, komposisi penduduk yang semakin urban, dengan lebih dari 52% tinggal di perkotaan, memberikan kemudahan dalam distribusi produk es krim.

"Tingkat konsumsi es krim di Indonesia masih tergolong rendah, di bawah satu liter per kapita per tahun, jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Kehadiran kompetitor seperti Mixue, yang menggunakan saluran F&B, memberikan alternatif bagi konsumen. Namun, es krim kemasan seperti produk Campina memiliki keunggulan dalam hal jangkauan dan penetrasi pasar yang lebih luas dibandingkan dengan model ritel F&B," katanya.

Adji menambahkan, Perseroan berencana untuk memperluas pasar dengan meluncurkan produk-produk yang lebih terjangkau. Sebagai perusahaan, kami beradaptasi dengan situasi ekonomi saat ini dengan menghadirkan inovasi produk baru yang dapat menjangkau daya beli masyarakat.

"Dengan strategi ini, kami yakin bahwa perusahaan akan lebih siap menghadapi tantangan pasar di tahun 2025, dan kami tetap optimis untuk terus bertumbuh dengan menyesuaikan portofolio produk yang ada," pungkasnya. (end)