CARS INCAR LABA BERSIH Rp115-120 MILIAR PADA TAHUN 2022

CARS INCAR LABA BERSIH Rp115-120 MILIAR PADA TAHUN 2022

CARS INCAR LABA BERSIH Rp115-120 MILIAR PADA TAHUN 2022

CARS INCAR LABA BERSIH Rp115-120 MILIAR PADA TAHUN 2022

CARS INCAR LABA BERSIH Rp115-120 MILIAR PADA TAHUN 2022
CARS INCAR LABA BERSIH Rp115-120 MILIAR PADA TAHUN 2022
CARS INCAR LABA BERSIH Rp115-120 MILIAR PADA TAHUN 2022
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

CARS INCAR LABA BERSIH Rp115-120 MILIAR PADA TAHUN 2022

IQPlus, (17/11) - PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) menargetkan laba bersih hingga akhir tahun ini, akan berkisar di angka Rp115 miliar hingga Rp120 miliar.

Dalam paparan publik yang diadakan belum lama ini, Manajemen CARS menyebut bahwa untuk laba bersih hingga akhir 2022 diharapkan bisa melebihi pencapaian saat ini di Rp112 miliar. Hal ini juga akan dipengaruhi oleh rencana peluncuran product line up terbaru yang mungkin dilakukan seminggu ke depan.

"Jika hal itu semua berjalan sesuai perkiraan maka terbuka kemungkinan untuk menutup laba bersih di atas Rp115 miliar hingga Rp120 miliar bahkan lebih dengan catatan upaya bersih-bersih segmen pembiayaan juga hingga sejauh mana dapat diselesaikan." tulis Manajemen dalam laporan hasil Public Expose nya kepada pihak Bursa, yang dikutip, Kamis (17/11).

Sementara untuk mendukung itu, Perseroan mengaku telah mencanangkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp14 miliar. Namun demikian untuk CAPEX per September 2022, realisasinya baru sekitar Rp4,5 miliar.

"Capex ini lebih banyak didominasi untuk pengadaaan mobil test drive." paparnya.

Selanjutnya terkait Perseroan pernah menargetkan penjualan mobil 20.000 unit di sepanjang 2022. Manajemen CARS menyampaikan, kalau target penjualan mobil sebesar 20.000 unit menjadi tantangan tersendiri saat ini bagi Perseroan. Hal ini sedikit terkait asumsi rencana peluncuran product line-up terbaru yang dinantikan banyak pihak yang kemungkinan akan dilakukan dalam hitungan minggu ke depan.

Meski begitu, Perseroan akan lebih berkonsentrasi pada pencapaian profit ketimbang pencapaian unit yang juga terpengaruh dari ketersediaan supply," pungkasnya. (end)