CHANDRA ASRI CATAT PENDAPATAN HINGGA SEPTEMBER 2023 SEBESAR US$1.662,6 JUTA

CHANDRA ASRI CATAT PENDAPATAN HINGGA SEPTEMBER 2023 SEBESAR US$1.662,6 JUTA

CHANDRA ASRI CATAT PENDAPATAN HINGGA SEPTEMBER 2023 SEBESAR US$1.662,6 JUTA

CHANDRA ASRI CATAT PENDAPATAN HINGGA SEPTEMBER 2023 SEBESAR US$1.662,6 JUTA

CHANDRA ASRI CATAT PENDAPATAN HINGGA SEPTEMBER 2023 SEBESAR US$1.662,6 JUTA
CHANDRA ASRI CATAT PENDAPATAN HINGGA SEPTEMBER 2023 SEBESAR US$1.662,6 JUTA
CHANDRA ASRI CATAT PENDAPATAN HINGGA SEPTEMBER 2023 SEBESAR US$1.662,6 JUTA
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

CHANDRA ASRI CATAT PENDAPATAN HINGGA SEPTEMBER 2023 SEBESAR US$1.662,6 JUTA

IQPlus, (31/10) - Pada 31 Oktober 2023, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (IDX: TPIA) merilis laporan keuangan konsolidasian tidak diaudit untuk sembilan bulan tahun 2023.

Direktur Perseroan, Suryandi, dalam siaran pers (31/10) menyampaikan "Selama 9 bulan di tahun 2023, kami mencatat Pendapatan Bersih sebesar US$1.662,6 juta dan EBITDA positif sebesar US$108,9 juta, dibandingkan dengan EBITDA sebesar US$11,1 juta untuk periode yang sama pada tahun 2022, menandai peningkatan sebesar 881%.

Kami juga terus menjaga Liquidity Pool yang kuat pada Kuartal III 2023 sebesar US$2,34 miliar, terdiri dari US$823,3 juta Kas dan Setara Kas, US$1.099,2 juta Surat Berharga, dan Fasilitas Committed Revolving Credit sebesar US$415,0 juta." Meskipun terdapat ketidakpastian geopolitik dan harga energi yang berlanjut, Chandra Asri tetap optimis mengenai prospek jangka panjangnya dan dengan tekun mengejar rencana ekspansinya dengan fokus dan disiplin, sambil memperkuat rantai nilai industri Indonesia.

Strategi M&A programatik dan integrasi aset inti infrastruktur yang diakuisisi berjalan lancar dan sesuai dengan harapan, untuk mendukung upaya Perusahaan memperkuat inti keuangannya.

Chandra Asri terus melanjutkan sesuai rencana, ekspansi pabrik caustic soda and ethylene dichloride yang diumumkan sebelumnya, untuk mendukung pengembangan industri hulu aluminium dan sekaligus mewujudkan percepatan ekosistem Electric Vehicle (EV) domestik yang berkelanjutan: Kami telah menandatangani Letter of Intent dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) yang mencakup potensi offtake produk dan investasi ekuitas.

Sorotan penting lainnya pada Kuartal III 2023 yang menunjukkan komitmen pada pertumbuhan termasuk Chandra Asri bergabung dengan Bank Rakyat Indonesia, bank SME terkemuka di Indonesia, untuk menyediakan fasilitas pembiayaan guna mendukung ekspansi dan pertumbuhan pelanggan hulu domestik.

Komitmen Chandra Asri terhadap ekonomi sirkular dan transisi energi diakui dengan ASEAN Plastic Waste Circularity Award, dan Perusahaan terpilih sebagai Pemenang Utama dari 700 sumbangan di seluruh wilayah tersebut, dalam bidang keberlanjutan yang kritis ini.

Chandra Asri juga berhasil mempertahankan statusnya sebagai perusahaan dengan "Risiko Rendah" menurut Sustainalytics, dengan peningkatan tingkat risiko ESG dari 17,7 menjadi 16,6 untuk menjaga posisi unggul di antara perusahaan industri dalam IDX ESG Leaders Index yang dijaga oleh Bursa Efek Indonesia.

Pencapaian-pencapaian yang diungkapkan, dengan fokus terus-menerus pada pertumbuhan dan eksekusi, selaras dengan visi terbaru Perseroan untuk menjadi "Perusahaan Kimia Terdepan dan Solusi Infrastruktur di Indonesia" dengan misi yang dibangun di atas pilar solusi inovatif dan kemitraan yang kuat, didukung oleh komitmen yang kokoh terhadap keberlanjutan, keselamatan, dan praktik terbaik.

Pendapatan Bersih menurun sebesar 14,6% pada 9M 2023 menjadi US$1.662,6 juta dari US$1.947,8 juta pada 9M 2022 yang dipengaruhi oleh gangguan supply-demand eksternal yang menyebabkan penurunan volume penjualan secara keseluruhan untuk 9M 2023.

Beban Pokok Pendapatan menurun menjadi US$1.597,5 juta pada 9M 2023 dari US$1.956,5 juta pada 9M 2022 terutama disebabkan oleh harga bahan baku rata-rata yang lebih rendah yaitu Naphtha dengan rata-rata US$645/T untuk 9M 2023 dibandingkan rata-rata sebesar US$902/T untuk 9M 2022. Hal ini dipicu oleh penurunan harga minyak mentah Brent sebesar 18,6% selama 9M 2023 menjadi rata-rata US$83/bbl dibandingkan dengan rata-rata US$102/bbl pada 9M 2022.

Pendapatan bersih untuk 9M 2023 tercatat sejumlah US$1.662,6 juta, turun dari US$1.947,8 juta pada 9M 2022, terdampak dari gangguan supply . demand eksternal yang berujung pada keseluruhan volume penjualan yang lebih rendah selama sembilan bulan. Volume penjualan pada 9M 2023 sebesar 1.608 KT, meningkat dari 1.568 KT pada 9M 2022; tetapi, untuk keseluruhan harga penjualan mengalami penurunan untuk 9M 2023 dibandingkan dengan 9M 2022 Beban Pokok Pendapatan Beban pokok pendapatan menurun menjadi US$1.597,5 juta pada 9M 2023 dari US$1.956,5 juta pada 9M 2022 terutama dikarenakan harga bahan baku rata-rata yang lebih rendah dengan rata-rata harga Naphtha pada US$645/T pada 9M 2023 dibandingkan rata-rata US$851/T pada 9M 2022 seiring penurunan sebesar 18,6% pada harga rata-rata Brent Crude pada 9M 2023 menjadi US$83/barel dibandingkan rata-rata US$102/barel pada 9M 2022.

EBITDA pada 9M 2023 mengalami peningkatan dibandingkan dengan 9M 2022 yang disebabkan kenaikan laba kotor sebagai akibat melonggarnya lockdown COVID di China dan menurunnya ketidakpastian global. EBITDA Perseroan adalah sebesar US$ 108,9 juta selama 9M 2023 dibandingkan dengan US$11,1 juta pada 9M 2022, yang merupakan kenaikan sebesar 881%.

Laba (Rugi) setelah Pajak

Mengikuti kondisi yang disebutkan di atas, Perseroan membukukan Rugi Bersih Setelah Pajak sebesar US$19,9 juta pada 9M 2023 dibandingkan dengan Rugi Bersih Setelah Pajak sebesar US$111,1 juta pada 9M 2022.

Total Aset

Perseroan membukukan Total Aset sebesar US$4.999,2 juta per 30 September 2023, meningkat 1,4% dari US$4.929,9 juta per 31 Desember 2022.

Total Liabilitas

Perseroan mencatat Total Liabilitas sedikit lebih tinggi sebesar US$2.172,7 juta pada 30 September 2023 dibandingkan US$2.120,8 juta pada 31 Desember 2022.

(end)