CSRA AKAN FOKUS PADA PENERAPAN TEKNOLOGI PERKEBUNAN DI KUARTAL III 2022

CSRA AKAN FOKUS PADA PENERAPAN TEKNOLOGI PERKEBUNAN DI KUARTAL III 2022

CSRA AKAN FOKUS PADA PENERAPAN TEKNOLOGI PERKEBUNAN DI KUARTAL III 2022

CSRA AKAN FOKUS PADA PENERAPAN TEKNOLOGI PERKEBUNAN DI KUARTAL III 2022

CSRA AKAN FOKUS PADA PENERAPAN TEKNOLOGI PERKEBUNAN DI KUARTAL III 2022
CSRA AKAN FOKUS PADA PENERAPAN TEKNOLOGI PERKEBUNAN DI KUARTAL III 2022
CSRA AKAN FOKUS PADA PENERAPAN TEKNOLOGI PERKEBUNAN DI KUARTAL III 2022
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

CSRA AKAN FOKUS PADA PENERAPAN TEKNOLOGI PERKEBUNAN DI KUARTAL III 2022

IQPlus, (9/8) - PT Cisadane Sawit Raya Tbk. (CSRA) memiliki kinerja semester pertama yang menguntungkan, harga CPO terlihat cukup rentan dengan meningkatnya volatilitas akibat pengaruh dari ketidakpastian makro ekonomi dan geopolitik.

Dalam siaran pers CSRA Selasa (9/8) Harga minyak sawit terus mengalami penurunan di bulan Juni 2022 sebagai akibat dari peningkatan output minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia yang merupakan kontributor signifikan terhadap suplai minyak nabati dunia di tahun 2022.

Disisi lain, pasar global juga dibanjiri dengan produk minyak nabati dari Amerika dan Eropa, ditengah pelemahan permintaan terkait adanya isu resesi. Konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan juga menyumbangkan faktor risiko volatilitas harga di tahun 2022-2023.

Sebagai komoditas, harga CPO memang sangat tergantung dari kondisi penawaran dan permintaan di seluruh dunia. Harga jual rata-rata menunjukkan tren yang terus meningkat sejak tahun 2020 hingga mencapai nilai tertinggi secara historis di bulan Maret 2022 yang lalu.

Namun pada Mei dan Juni 2022, harga referensi CPO menurun tajam. Kemungkinan tarik ulur harga masih akan terus terjadi di semester kedua tahun ini dengan adanya kemajuan pada distribusi rantai pasok. Walaupun harga CPO saat ini masih dalam harga keekonomian, kondisi yang fluktuatif ini harus menjadi perhatian. Perusahaan memandangan perlunya memperkuat prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.

Pada semester kedua kondisi ketidakpastian terkait dengan isu makroekonomi dan geopolitik kemungkinan masih bertahan, sehingga Perusahaan akan tetap prioritas untuk memperkuat pertumbuhan organik dengan mempercepat pembangunan PKS-2 di kabupaten Tapanuli Selatan overhaul PKS-1 di kabupaten Labuhan Batu dan penanaman kelapa sawit di landbank region Sumatera Selatan sebagaimana telah dijadwalkan.

Saat ini kemajuan pekerjaan pembangunan PKS-2 di Tapanuli Selatan telah mencapai diatas 50%, sehingga diperkirakan dapat selesai sesuai target yaitu pada 1Q23. Sedangkan overhaul PKS-1 di Labuhan Batu telah rampung pada tanggal 15 Juli 2022 lalu, sehingga kinerja PKS-1 dapat lebih optimal dan efisien.

Di Kwartal ketiga, Perusahaan akan terus meningkatkan produktivitas tanam/yield nya agar dapat menjaga laju produksi. Peningkatan yield dan penerapan strategi harga bertujuan untuk menjamin keberlangsungan bisnis kedepannya. Selain itu, CSRA juga fokus pada penerapan teknologi perkebunan melalui mekanisasi pekerjaan kebun.

"Kami kembali menorehkan pencapaian memuaskan di sisi pendapatan dan laba di semester pertama ini, melampaui target yang ditetapkan di awal tahun, sebagai hasil dari penerapan best management practice," kata Seman Sendjaja, Direktur Keuangan & Pengembangan Strategis.

"Strategi utama kami tetap sama - yang pertama dan yang terpenting adalah implementasi strategi kontrol biaya serta penerapan operasional yang ramping dan hal tersebut telah menunjukkan hasil yang sangat baik, yaitu pertumbuhan marjin usaha sebesar 80,7%, beliau menambahkan.

Perusahaan tetap mempertahankan kebijakan strategis nya yang difokuskan dalam menjaga kelancaran arus kas, efisiensi biaya di semua lini bisnis dan pemantauan aktifitas produksi.

Kebijakan strategis lainnya adalah kebijakan keberlanjutan yang terus disempurnakan yang pada tahap awal adalah dengan memperoleh sertifikasi Indonesia Sustainability Palm Oil (.ISPO.) untuk seluruh kebun-kebun Perusahaan.

Kebun yang telah memperoleh sertifikasi ISPO adalah kebun-kebun yang berlokasi di kabupaten Labuhan Batu, serta kebun yang berlokasi di kabupaten Tapanuli Selatan.

Saat ini proses sertifikasi ISPO sedang berlangsung untuk kebun-kebun PT SSG dan PT ABI yang berlokasi di Sumatera Selatan, yang ditargetkan memperoleh sertifikasi ISPO pada tengah tahun 2023. (end)