DANA KELOLAAN ASHMORE CAPAI Rp35,7 TRILIUN HINGGA MARET 2022

DANA KELOLAAN ASHMORE CAPAI Rp35,7 TRILIUN HINGGA MARET 2022

DANA KELOLAAN ASHMORE CAPAI Rp35,7 TRILIUN HINGGA MARET 2022

DANA KELOLAAN ASHMORE CAPAI Rp35,7 TRILIUN HINGGA MARET 2022

DANA KELOLAAN ASHMORE CAPAI Rp35,7 TRILIUN HINGGA MARET 2022
DANA KELOLAAN ASHMORE CAPAI Rp35,7 TRILIUN HINGGA MARET 2022
DANA KELOLAAN ASHMORE CAPAI Rp35,7 TRILIUN HINGGA MARET 2022
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

DANA KELOLAAN ASHMORE CAPAI Rp35,7 TRILIUN HINGGA MARET 2022

IQPlus, (14/4) - PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR/AAMI) mengumumkan dana kelolaan (tidak diaudit) yang berakhir pada 31 Maret 2022.

Total dana kelolaan AAMI mengalami penurunan sebesar 9,9% q/q namun mengalami kenaikan sebesar 2,4% y/y mencapai level Rp35,7 triliun (US$2,48 milyar) melebihi pertumbuhan industry yang sebesar 0,4% pada akhir Maret 2022.

Rata-rata dana kelolaan Ashmore untuk periode sembilan bulan mengalami pertumbuhan sebesar 22.0% y/y dari Rp30,1triliun ke Rp36,7 triliun. Sepanjang triwulan ini, dana kelolaan menurun sebanyak Rp3,9 triliun disebabkan oleh arus dana yang keluar sebesar Rp4,9 triliun (US$0,35 milyar), yang kemudian diimbangi dengan kinerja Investasi yang mengalami kenaikan sebsear Rp1,0tr (US$0,07 milyar).

Indeks acuan saham Indonesia menyentuh titik tertinggi baru pada triwulan yang berakhir di 31 Maret 2022 dengan kenaikan 7,4% sejak akhir tahun 2021, yang kemudian mendorong aksi ambil untung oleh para investor dan menjelaskan terjadinya arus dana yang keluar di triwulan tersebut.

Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi secara global yang diakibatkan oleh inflasi yang tinggi dan kenaikan suku bunga acuan oleh Fed telah menyebabkan rotasi arus dana keluar dari obligasi jangka panjang ke produk obligasi dengan durasi yang lebih pendek.

Ashmore membukukan kinerja yang baik untuk tema investasi saham sepanjang triwulan ini. Tema saham membukukan kinerja investasi sebesar Rp1,7tr dan reksadana utama Ashmore mengalahkan indeks acuan dengan kisaran 0,4% hingga 3,1% diatas indeks dengan reksadana saham berkapitalisasi kecil dan dikelola secara aktif memberikan kinerja di ujung atas kisaran.

Tema pendapatan tetap disisi satunya membukukan kinerja investasi yang negatif Rp0,3 triliun sepanjang triwulan mengikuti kenaikan imbal hasil obligasi dunia yang menyebabkan kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia untuk 10 tahun sebesar 45bp ke level 6,7%. Kinerja jangka panjang Ashmore dalam tema ekuitas dan pendapatan tetap terus menerima pengakuan industri, dengan tiga penghargaan diterima untuk kinerja pada periode yang berakhir Desember 2021.

Presiden Direktur PT. Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, Ronaldus Gandahusada mengatakan,"Perekonomian makro Indonesia terbukti tangguh dalam menghadapi beberapa tantangan global, mulai dari krisis energi hingga perang Ukraina-Rusia yang terjadi pada kuartal pertama tahun kalender 2022. Upaya pemerintah Indonesia untuk memperbaiki kualitas perdagangannya telah memungkinkan negara untuk mengurangi dampak dari peristiwa ini.

Namun, krisis energi yang terjadi saat ini terus meningkatkan motivasi industri untuk fokus pada sumber daya berkelanjutan di masa depan, termasuk melalui investasi yang fokus pada faktor LST, sebuah tema yang Ashmore telah miliki dalam bentuk portfolio dana publik yang dikelola secara aktif."

"Ashmore Indonesia melanjutkan upaya strategisnya untuk memperluas jangkauan distribusi di luar jalur tradisional, memanfaatkan pertumbuhan industri yang dihasilkan dari perbaikan literasi keuangan. Kemitraan strategis kami dengan Bukalapak Tbk, Buka Investasi Bersama (BIB), baru-baru ini direstrukturisasi untuk memungkinkan kemitraan menawarkan lebih banyak variasi produk investasi.

BIB saat ini mengelola dana kelolaan reksa dana sebesar Rp1,0 triliun, menawarkan 33 produk dari 11 fund manager terkemuka termasuk Ashmore Indonesia. Aplikasi BIB bMoney (diluncurkan pada Juni 2021) telah diterima dengan baik dan mengalami unduhan bulanan 40% lebih tinggi pada kuartal ini dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, dan memiliki total pengguna 475,000 per 31 Maret 2022."imbuhnya.(end)