DI 2023, DNET TARGETKAN SAMBUNGAN PELANGGAN FIBERSTAR TUMBUH 47,36%

DI 2023, DNET TARGETKAN SAMBUNGAN PELANGGAN FIBERSTAR TUMBUH 47,36%

DI 2023, DNET TARGETKAN SAMBUNGAN PELANGGAN FIBERSTAR TUMBUH 47,36%

DI 2023, DNET TARGETKAN SAMBUNGAN PELANGGAN FIBERSTAR TUMBUH 47,36%

DI 2023, DNET TARGETKAN SAMBUNGAN PELANGGAN FIBERSTAR TUMBUH 47,36%
DI 2023, DNET TARGETKAN SAMBUNGAN PELANGGAN FIBERSTAR TUMBUH 47,36%
DI 2023, DNET TARGETKAN SAMBUNGAN PELANGGAN FIBERSTAR TUMBUH 47,36%
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

DI 2023, DNET TARGETKAN SAMBUNGAN PELANGGAN FIBERSTAR TUMBUH 47,36%

IQPlus, (27/6) - PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (IDX:DNET) optimis akan melanjutkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di 2023. Optimisme tersebut tercermin dari target Sambungan Pelangggan baru (Home Connected) yang diharapkan tumbuh 47,36% atau mencapai 500.000 unit.

Sedangkan gelaran kabel hingga akhir 2023 mendatang diperkirakan dapat mencapai kurang lebih sekitar 42.832 km. Target tersebut berdasarkan potensi pasar dan realisasi sambungan baru per Desember 2022 yang mencapai 339.312 unit atau tumbuh 25,80% dibandingkan realisasi tahun 2021 lalu.

FiberStar yang dikelola PT Mega Akses Persada (MAP) merupakan entitas anak dengan kepemilikan saham sebesar 71,97%. Berdiri sejak tahun 2014 dan telah berkembang menjadi salah satu penyedia layanan infrastruktur berbasis serat optik berskala nasional. Saat ini, FiberStar telah menjangkau 17 provinsi, 135 kota/kabupaten dengan gelaran serat optic mencapai 36.885 km atau hampir tiga kali diameter Bumi.

Direktur Utama Indoritel Haliman Kustedjo mengatakan, MAP selaku kontributor utama akun pendapatan konsolidasi Perseroan selalu tumbuh berkelanjutan. Perseroan secara konsisten terus mengembangkan kualitas layanan dan jangkauan pelayanan di seluruh Indonesia. Dengan konsep Netralitas, FiberStar dapat memfasilitasi kebutuhan pelanggan dengan mendukung perkembangan di berbagai sektor seperti pelanggan NAP/ISP, perusahaan, perbankan dan lembaga keuangan, kantor pemerintahan, universitas dan sekolah, kawasan bisnis, kawasan pemukinan, toko jejaring retail ataupun toko konvesional.

MAP pada akhir tahun 2022 lalu berhasil membukukan pendapatan Rp1,14 triliun, tumbuh 34,81% dibandingkan perolehan tahun lalu Rp844 miliar. Sedangkan laba bersih tercatat Rp244 miliar, tumbuh 64% dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp149 miliar. Hal tersebut tidak lepas dari keberhasilan manajemen MAP untuk terus menambah gelaran serat optic dan meningkatkan sambungan baru sepanjang 2022 seperti yang dipaparkan diatas.

Pencapaian top line MAP berdampak positif pada kinerja pendapatan DNET sebagai perusahaan induk. Hingga akhir 2022, DNET membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar Rp1,14 triliun, tumbuh 34,81%. (end)