DIKABARKAN LAKUKAN DIVERSIFIKASI BISNIS, SAHAM BLACK DIAMOND (COAL) DIPREDIKSI MENGUAT

DIKABARKAN LAKUKAN DIVERSIFIKASI BISNIS, SAHAM BLACK DIAMOND (COAL) DIPREDIKSI MENGUAT

DIKABARKAN LAKUKAN DIVERSIFIKASI BISNIS, SAHAM BLACK DIAMOND (COAL) DIPREDIKSI MENGUAT

DIKABARKAN LAKUKAN DIVERSIFIKASI BISNIS, SAHAM BLACK DIAMOND (COAL) DIPREDIKSI MENGUAT

DIKABARKAN LAKUKAN DIVERSIFIKASI BISNIS, SAHAM BLACK DIAMOND (COAL) DIPREDIKSI MENGUAT
DIKABARKAN LAKUKAN DIVERSIFIKASI BISNIS, SAHAM BLACK DIAMOND (COAL) DIPREDIKSI MENGUAT
DIKABARKAN LAKUKAN DIVERSIFIKASI BISNIS, SAHAM BLACK DIAMOND (COAL) DIPREDIKSI MENGUAT
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

DIKABARKAN LAKUKAN DIVERSIFIKASI BISNIS, SAHAM BLACK DIAMOND (COAL) DIPREDIKSI MENGUAT

IQPlus, (25/07) - Ditengah isu yang bergulir di kalangan pelaku pasar bahwa emiten tambang batubara milik pengusaha Sujaka Lays, PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) sedang menjajaki bisnis lain selain batubara ternyata disambut gempita oleh para investor.

Hal ini bisa dilihat dari pergerakan saham COAL yang pada perdagangan kemarin menguat 5,75 persen ke level 92 per saham. Hal ini di topang oleh frekuensi yang melonjak signifikan dari hari-hari sebelumnya yang hanya di transaksikan ratusan kali langsung di transaksikan sebanyak 2.251 kali, volume saham juga tercatat di transaksikan sebanyak 41,32 juta saham.

Berdasarkan informasi yang beredar, Perseroan dikabarkan tengah melihat adanya peluang di bidang energi terbarukan sehingga Perseroan bermaksud untuk menjajaki ekspansi bisnis di bidang energi terbarukan yang berhubungan dengan industri panel surya. Penjajakan ini sudah sampai kepada pelaku industri panel surya di China.

Rencana Perseroan dalam ekspansi di bidang energi terbarukan merupakan salah satu strategi untuk pengembangan usaha Perseroan.

Memang seperti diketahui bahwa saat ini, terjadi peningkatan permintaan listrik berbasis energi ramah lingkungan, dimana Indonesia memiliki peluang yang cukup besar dalam pengembangan energi ramah lingkungan.

Adapun seperti diwartakan sebelumnya, Manajemen Black Diamond Resources (COAL) memandang bahwa harga jual batu bara terus meningkat setelah menyentuh titik terendah dalam dua tahun terakhir. Kenaikan harga kali ini dipengaruhi oleh kenaikan gelombang suhu panas di Asia dan Eropa yang mengakibatkan kecenderungan permintaan dunia meningkat.

Perseroan memandang peluang ini sebagai langkah untuk merencanakan peningkatan produksi dan penjualan batubara hingga 700 ribu ton di tahun 2023.

Empat tahun terakhir, China masih menjadi faktor dominan dalam hal permintaan batubara terlebih saat ini China tengah dilanda gelombang suhu panas yang mencapai 52,2oC. Di tahun 2024, Perseroan merencanakan peningkatan produksi batubara hingga dua kali lipat dibanding tahun 2023 untuk memenuhi tingginya permintaan batubara tersebut, kata

Melihat kondisi bisnis Black Diamond Resources (COAL) saat ini, Analis Bahana Sekuritas Dimas menyatakan bahwa saham COAL saat ini ada dalam buy on break dengan target price di level 127 dan stop loss di 85.

Dimas menyebut pergerakan saham COAL cenderung Flat dengan range 85-93, menarik bila berhasil Break Out level 93 Indikator STochastic Uptrend (10.3.3) dan MACD Histogram Positif.

Abdul Azis, Equity Research, Kiwoom Sekuritas menyebut kinerja top line pada saham COAL mengalami lonjakan yang signifikan +133% YoY pada 1Q23, tetapi hal ini tidak sejalan dengan kinerja bottom line atau kinerja labanya yang mengalami penurunan sebesar 69% YoY, meningkatnya beban keuangan serta kerugian kurs menjadi faktor pendorong turunnya laba pada saham COAL.

Disisi lain masih melemahnya harga batu bara bisa menjadi tantangan saham COAL pada tahun ini. Tetapi secara teknikal karena sudah di support kemungkinan masih akan ada potensi teknikal rebound dari saham COAL. "Kami merekomendasikan trading buy dengan target price 97-98," ujar Abdul Aziz.

Untuk Analis dari Mirae Sekuritas Tasrul Tanar saham COAL masih relatif sideways, support saat ini di 86 dan resistance terdekat di 95 Potensi kenaikan lebih lanjut jika mampu menembus resistance diatas dengan target berikutnya ke 100.

Menurut pandangan Didit selaku Analis dari MNC Sekuritas, saham emiten bersandi COAL itu secara teknikal menunjukkan pola BoW, dengan support di 86 dan target resistance 93.

Penguatan yang terjadi pada COAL kemarin disertai dengan munculnya volume pembelian, namun dapat diperhatikan pergerakan COAL masih berada di fase sidewaysnya. Meskipun demikian, tanda-tanda penguatan COAL nampak di Stochastic yang sedang bergerak dari area netral menuju ke area overboughtnya. (end)