DIRUT BANK JAGO SEBUT KOLABORASI STRATEGIS DENGAN EKOSISTEM ITU PENTING

DIRUT BANK JAGO SEBUT KOLABORASI STRATEGIS DENGAN EKOSISTEM ITU PENTING

DIRUT BANK JAGO SEBUT KOLABORASI STRATEGIS DENGAN EKOSISTEM ITU PENTING

DIRUT BANK JAGO SEBUT KOLABORASI STRATEGIS DENGAN EKOSISTEM ITU PENTING

DIRUT BANK JAGO SEBUT KOLABORASI STRATEGIS DENGAN EKOSISTEM ITU PENTING
DIRUT BANK JAGO SEBUT KOLABORASI STRATEGIS DENGAN EKOSISTEM ITU PENTING
DIRUT BANK JAGO SEBUT KOLABORASI STRATEGIS DENGAN EKOSISTEM ITU PENTING
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

DIRUT BANK JAGO SEBUT KOLABORASI STRATEGIS DENGAN EKOSISTEM ITU PENTING

IQPlus, (4/11) - Direktur Utama PT Bank Jago Tbk Kharim Siregar mengatakan pentingnya kolaborasi strategis dengan ekosistem untuk mendorong pertumbuhan bank digital serta mengakselerasi jumlah masyarakat dalam mendapatkan produk dan layanan keuangan secara signifikan.

"Semangat mengedepankan inklusi keuangan mendorong kami untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan ekosistem digital," kata Kharim seperti dikutip dalam siaran pers Bank Jago di Jakarta, Kamis.

Saat menjadi salah satu pembicara pada Singapore Fintech Festival (SFF) ke-7 yang diselenggarakan pada 2-4 November 2022 di Singapore Expo, Singapura, Kamis (3/11), Kharim menjelaskan sebagai bank berbasis teknologi, pihaknya mengembangkan produk dan layanannya, yaitu Aplikasi Jago, agar dapat tertanam dalam berbagai ekosistem digital

Saat ini Bank Jago hadir pada sejumlah ekosistem digital utama di Indonesia, termasuk ekosistem GoTo yang terdiri dari Aplikasi Gojek, GoPay, dan GoBiz serta ekosistem investasi digital Bibit dan Stockbit.

Ke depan Bank Jago akan terus mengembangkan dan memperluas kolaborasi dengan ekosistem yang baru maupun yang sudah ada.

Menurut Kharim, sampai dengan kuartal III-2022, Aplikasi Jago memiliki jumlah nasabah funding mencapai lebih dari 4,2 juta nasabah dengan dana pihak ketiga mencapai Rp7,28 triliun. Jumlah nasabah bertumbuh tiga kali lipat dalam sembilan bulan terakhir yang tercatat 1,4 juta nasabah pada akhir 2021.

Kharim juga menjelaskan pentingnya bisnis pembiayaan agar Bank Jago dapat bertumbuh positif dan berkelanjutan sekaligus menciptakan akses keuangan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat luas.

Dalam menjalani fungsi intermediasi ini, katanya, Bank Jago menyalurkan kredit melalui kolaborasi dengan berbagai mitra (partner), seperti multifinance, perusahaan financial technology (fintech), dan lembaga keuangan lainnya.

Dalam bisnis pembiayaan, Bank Jago juga percaya kolaborasi dengan ekosistem adalah cara yang efektif bagi bank digital untuk membantu memberikan akses keuangan kepada nasabah.

"Kami percaya bank dan ekosistem digital memiliki kekuatannya masing-masing. Mereka memahami kebutuhan dan memiliki solusi yang relevan bagi nasabahnya. Sementara Bank Jago memiliki kekuatan dalam sumber pendanaan. Berkat kolaborasi ini, nasabah, bank dan ekosistem digital dapat tumbuh bersama," kata Kharim. (end/ant)