DIRUT GARUDA INDONESIA BAHAS RESTRUKTURISASI KINERJA PERUSAHAAN DI UI

DIRUT GARUDA INDONESIA BAHAS RESTRUKTURISASI KINERJA PERUSAHAAN DI UI

DIRUT GARUDA INDONESIA BAHAS RESTRUKTURISASI KINERJA PERUSAHAAN DI UI

DIRUT GARUDA INDONESIA BAHAS RESTRUKTURISASI KINERJA PERUSAHAAN DI UI

DIRUT GARUDA INDONESIA BAHAS RESTRUKTURISASI KINERJA PERUSAHAAN DI UI
DIRUT GARUDA INDONESIA BAHAS RESTRUKTURISASI KINERJA PERUSAHAAN DI UI
DIRUT GARUDA INDONESIA BAHAS RESTRUKTURISASI KINERJA PERUSAHAAN DI UI
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

DIRUT GARUDA INDONESIA BAHAS RESTRUKTURISASI KINERJA PERUSAHAAN DI UI

IQPlus, (12/5) - Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Irfan Setiaputra membahas tentang restrukturisasi kinerja perusahaan saat memberikan kuliah umum di depan mahasiswa Program Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Indonesia (UI).

Kuliah umum itu bertema .Lead the Survival: Melihat Fundamen Penting Restrukturisasi dan Transformasi Kinerja dari Perspektif Leadership di Garuda Indonesia."

"Berbagai langkah ditempuh Garuda Indonesia untuk dapat kembali .terbang tinggi. setelah mengalami masa surut dan terancam bangkrut. Periode itu tidak serta-merta dihadapi maskapai penerbangan pelat merah tersebut," kata Irfan Setiaputra dalam keterangannya, Jumat.

Sejumlah kasus fraud di masa lalu, seperti mark-up, membuat limbung perusahaan karena terbelit utang.

Kondisi tersebut diperparah dengan pandemi COVID-19 yang membuat industri penerbangan berada di titik terendah sepanjang kiprahnya.

Menurut Irfan, demi tetap bertahan, perusahaan melakukan berbagai upaya, seperti menunda dan memotong gaji karyawan hingga melakukan program pensiun dini yang dilakukan dengan sangat selektif sesuai kemampuan yang terbatas.

Akan tetapi, upaya tersebut tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah. Garuda Indonesia harus tetap membayar utang di tengah pemasukan yang tidak pasti. Apalagi, perusahaan ini mulai menghadapi gugatan Penundaan Kewajiban dan Pembayaran Utang (PKPU) dari krediturnya.

Seiring berjalannya waktu, Garuda Indonesia mulai bangkit melalui restrukturisasi utang, yaitu 50 persen penurunan nilai utang dari 10,1 miliar dolar AS menjadi 5,1 miliar dolar AS. (end/ant)