FAMON AWAL BROS (PRAY) TETAPKAN HARGA SAHAM DI LEVEL Rp900 PER LEMBAR

FAMON AWAL BROS (PRAY) TETAPKAN HARGA SAHAM DI LEVEL Rp900 PER LEMBAR

FAMON AWAL BROS (PRAY) TETAPKAN HARGA SAHAM DI LEVEL Rp900 PER LEMBAR

FAMON AWAL BROS (PRAY) TETAPKAN HARGA SAHAM DI LEVEL Rp900 PER LEMBAR

FAMON AWAL BROS (PRAY) TETAPKAN HARGA SAHAM DI LEVEL Rp900 PER LEMBAR
FAMON AWAL BROS (PRAY) TETAPKAN HARGA SAHAM DI LEVEL Rp900 PER LEMBAR
FAMON AWAL BROS (PRAY) TETAPKAN HARGA SAHAM DI LEVEL Rp900 PER LEMBAR
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

FAMON AWAL BROS (PRAY) TETAPKAN HARGA SAHAM DI LEVEL Rp900 PER LEMBAR

IQPlus, (31/10) - PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) atau Primaya Hospital telah menetapkan harga saham perdana di level Rp900 per saham. Hal itu disampaikan Manajemen PRAY, dalam prospektus ringkas anyarnya, Senin (31/10/2022).

Rencananya, PRAY akan melepas sebanyak 302.222.300 saham baru (2,28% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO) dengan nilai nominal Rp 10 setiap saham dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Dengan demikian, pengelola rumah sakit (RS) ini berpotensi mengantongi dana segar sekitar Rp272 miliar dari hasil IPO.

Bersamaan dengan IPO, Primaya Hospital akan menerbitkan sebanyak 697 juta saham biasa atas nama dalam rangka pelaksanaan mandatory convertible bond (MCB) kepada Archipelago Investment Pte Ltd yang diterbitkan berdasarkan Mandatorily Convertible Bond Subscription Agreement tanggal 18 April 2022 (MCB Archipelago) dengan harga pelaksanaan konversi sama dengan harga penawaran. MCB Archipelago diterbitkan dengan nilai pokok nominal sebesar Rp627,3 miliar.

Dengan dilaksanakannya MCB Archipelago dan terjualnya seluruh saham yang ditawarkan dalam penawaran umum perdana saham ini, persentase kepemilikan masyarakat akan menjadi sebanyak 2,17% dari modal ditempatkan dan disetor PRAY setelah pelaksanaan IPO dan konversi MCB.

Dalam aksi korporasinya di pasar modal ini, Perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek yakni Indo Premier Sekuritas.

Adapun penggunaan dana dari hasil IPO, sekitar 50% akan digunakan untuk sebagai dana tambahan perolehan tanah yang nantinya tanah tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit-rumah sakit baru di kota-kota besar di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Atas masing-masing rencana penggunaan dana tersebut akan dialihkan kepada perusahaan anak yang akan dibentuk saat transaksi pembelian tanah dilakukan. Penyaluran dana tersebut akan diberikan kepada perusahaan anak dalam bentuk setoran modal.

Kemudian, sekitar 25% dari dana hasil IPO akan digunakan untuk dana tambahan biaya pengembangan gedung dan layanan rumah sakit-rumah sakit yang sudah ada. Dan sisanya, 25% dana hasil IPO akan digunakan untuk dana tambahan pembiayaan pembangunan gedung rumah sakit-rumah sakit baru. Atas masing-masing rencana penggunaan dana tersebut akan digunakan oleh perusahaan anak yang sudah ada atau baru dibentuk untuk mengelola rumah sakit-rumah sakit tersebut.

Sebagai informasi, Masa penawaran umum perdana saham akan dilaksanakan pada tanggal 1-4 November 2022, dengan Tanggal penjatahan pada 4 November 2022, dan Tanggal distribusi saham secara elektronik pada 7 November 2022. Sehingga diharapkan pencatatan saham pada Bursa EFek Indonesia (BEI) dapat dilaksanakan pada 8 November 2022. (end)