GELAR GROUNDBREAKING, JASA MARGA MULAI BANGUN TOL PROBOLINGGO-BANYUWANGI

GELAR GROUNDBREAKING, JASA MARGA MULAI BANGUN TOL PROBOLINGGO-BANYUWANGI

GELAR GROUNDBREAKING, JASA MARGA MULAI BANGUN TOL PROBOLINGGO-BANYUWANGI

GELAR GROUNDBREAKING, JASA MARGA MULAI BANGUN TOL PROBOLINGGO-BANYUWANGI

GELAR GROUNDBREAKING, JASA MARGA MULAI BANGUN TOL PROBOLINGGO-BANYUWANGI
GELAR GROUNDBREAKING, JASA MARGA MULAI BANGUN TOL PROBOLINGGO-BANYUWANGI
GELAR GROUNDBREAKING, JASA MARGA MULAI BANGUN TOL PROBOLINGGO-BANYUWANGI
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

GELAR GROUNDBREAKING, JASA MARGA MULAI BANGUN TOL PROBOLINGGO-BANYUWANGI

IQPlus, (7/2) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) yang mengelola Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, menggelar kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Kelurahan Pendil, Kecamatan Suko, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Lokasi ini merupakan STA -3+200 Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi yang terletak 3 Km dari titik nol jalan tol ini yang masuk ke dalam pembangunan Tahap I Ruas Probolinggo-Besuki.

Dalam siaran pers JasaMarga (6/2) disebutkan Turut menghadiri prosesi groundbreaking yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M. Basuki Hadimuljono, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur Edy Tambeng Widjaja, Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko, Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur dan Direktur Utama PT JPB Adi Prasetyanto beserta jajarannya.

Menteri PUPR M. Basuki Hadimuljono dalam arahannya mengatakan bahwa Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi merupakan salah satu fokus utama Presiden Joko Widodo karena menjadi akhir dari rangkaian Jalan Tol Trans Jawa, sehingga semakin melancarkan distribusi orang, barang, dan jasa mulai dari Banten hingga Banyuwangi, yang akan menjadi roda penggerak perekonomian masyarakat.

"Meskipun ditargetkan selesai tahap 1 di akhir tahun 2024, proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi ini tetap harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh, tidak hanya cepat, mutu dari infrastrukturnya harus terbaik dan tetap memperhatikan estetika serta kelestarian lingkungan yang di lewati oleh jalan tol ini. Selain itu pemanfaatan produk infrastruktur dalam negeri harus diutamakan sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang kita miliki di industri infrastruktur kita," tutur Menteri Basuki.

Berdasarkan amandemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 24 Januari 2023, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi saat ini memiliki total panjang 175,40 Km setelah penambahan lingkup dari Gending s.d. Suko sepanjang 3,88 Km yang sebelumnya merupakan lingkup pembangunan Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo.

Direktur Utama PT JPB Adi Prasetyanto menjelaskan, pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi terbagi menjadi dua tahap pembangunan yaitu Tahap I, menghubungkan Probolinggo hingga Besuki sepanjang 49,68 Km, dan Tahap II, menghubungkan Besuki hingga Banyuwangi sepanjang 125,72 Km. Hal ini sesuai dengan Permenko Perekonomian No. 9 Tahun 2022, pembebasan lahan dan pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi difokuskan pada Ruas Probolinggo-Besuki dengan hak konsesi selama 50 tahun dan investasi sebesar Rp10,8 triliun.

"Pembangunan Tahap I ini terbagi atas 3 paket pekerjaan konstruksi yaitu Paket 1 Gending s.d Kraksaan (12,88 Km) dengan progres pembebasan lahan sebesar 92,02%, Paket 2 Kraksaan s.d Paiton (11,20 Km) dengan progres pembebasan lahan sebesar 89,67% dan Paket 3 Paiton s.d Besuki (25,60 Km) dengan progres pembebasan lahan sebesar 28,48%. Dengan progres lahan tersebut, kami siap mulai konstruksi Paket 1 dan Paket 2 secara bersamaan di awal Februari 2023 yang disusul oleh konstruksi Paket 3 di awal April 2023," ungkap Adi. (end)