GELAR IPO, PERMA PLASINDO TAWARKAN HARGA DI KISARAN Rp120-145 PER SAHAM

GELAR IPO, PERMA PLASINDO TAWARKAN HARGA DI KISARAN Rp120-145 PER SAHAM

GELAR IPO, PERMA PLASINDO TAWARKAN HARGA DI KISARAN Rp120-145 PER SAHAM

GELAR IPO, PERMA PLASINDO TAWARKAN HARGA DI KISARAN Rp120-145 PER SAHAM

GELAR IPO, PERMA PLASINDO TAWARKAN HARGA DI KISARAN Rp120-145 PER SAHAM
GELAR IPO, PERMA PLASINDO TAWARKAN HARGA DI KISARAN Rp120-145 PER SAHAM
GELAR IPO, PERMA PLASINDO TAWARKAN HARGA DI KISARAN Rp120-145 PER SAHAM
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

GELAR IPO, PERMA PLASINDO TAWARKAN HARGA DI KISARAN Rp120-145 PER SAHAM

IQPlus, (29/10) - PT Perma Plasindo Tbk (BINO), perusah yang bergerak dalam bidang aktivitas perusahaan holding, real estate, aktivitas kantor pusat dan aktivitas konsultan manajemen lainnya berencana mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam waktu dekat.

Dalam, Penawaran Umum Perdana Saham atau biasa disebut juga Initial Public Offering (IPO), BINO akan melepas maksimal sebanyak 435.000.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100 setiap saham. Jumnlah ini setara 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah IPO.

"Saham BINO di tawarkan dengan rentang Harga Penawaran Rp120-Rp145 setiap saham. Jumlah seluruh Penawaran Umum secara keseluruhan adalah sebanyak-banyaknya Rp63.075.000.000,"tulis Manajemen BINO.

Selain itu, Perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 217.500.000 Waran Seri I atau sebanyak . banyaknya 12,50% dari modal disetor pada saat Pernyataan Pendaftaran. Waran Seri I diberikan kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada Tanggal Penjatahan (DPS Penjatahan) secara cuma-cuma dengan ketentuan bahwa setiap pemegang 2 saham yang namanya tercatat dalam DPS Penjatahan akan memperoleh 1 Waran Seri I.

Dalam hajatannya ini, BINO akan dibantu oleh PT Indo Capital Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek sekaligus Penjamin Emisi Efek.

Penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi efek akan digunakan:

- Sebanyak Rp38.000.000.000 akan digunakan untuk pelunasan pokok hutang pihak ketiga yaitu PT Usaha Gema Jaya dan Koperasi Jasa Bintang Timur Kapital.

- Sebanyak Rp4.500.000.000 akan digunakan sebagai pinjaman kepada Entitas Anak BI untuk pembelian penambahan mesin.

- Sebanyak Rp2.850.000.000 (dua milyar delapan ratus lima puluh juta Rupiah) akan digunakan untuk pembelian 2 (dua) bidang tanah di Klaten dari pihak ketiga. Perseroan akan membangun gudang distribusi dan kantor yang akan disewakan kepada Entitas Anak BMS untuk ekspansi Distribusi Center.

- Sebanyak Rp2.550.000.000 akan digunakan sebagai pinjaman kepada Bino Digital Solutions PTE LTD (BDS) untuk pengembangan Bantex hybrid file digital yang akan dilakukan oleh BDS dengan salah satu pemegang sahamnya, yaitu Sircured Pte Ltd di Singapura.

- Sisanya akan digunakan oleh Entitas Anak BMS dengan skema pinjaman (shareholder's loan), untuk modal kerja, seperti membeli dan memperbanyak stok barang di cabang agar ketersediaan (availability) barang optimal dan berefek pada meningkatnya omset BMS serta untuk modal kerja operasi Perseroan seperti: gaji, listrik transportasi dan lain-lain.

"Sementara dana yang akan diperoleh dari hasil Pelaksanaan Waran Seri I akan digunakan oleh Entitas Anak BMS dengan skema pinjaman (shareholder's loan), untuk modal kerja, seperti membeli dan memperbanyak stok barang di cabang agar ketersediaan (availability) barang optimal dan berefek pada meningkatnya omset BMS,"tulis Manajemen BINO.

Perkiraan Masa Penawaran Awal dilakukan 28 Oktober-5 November 2021, Perkiraan Tanggal Efektif pada 16 November 2021, sehingga Perkiraan Masa Penawaran Umum Perdana Saham pada 18-23 November 2021. Perkiraan Tanggal Penjatahan Saham pada 23 November 2021, Perkiraan Tanggal Distribusi Saham dan Waran Seri I Secara Elektronik pada 24 November 2021, sehingga diharapkan Pencatatan Saham dan Waran Seri I pada Bursa Efek Indonesia di tanggal 25 November 2021. (end/as)