GELAR RIGHT ISSUE, BANK NEO AKAN TERBITKAN 1,92 MILIAR SAHAM

GELAR RIGHT ISSUE, BANK NEO AKAN TERBITKAN 1,92 MILIAR SAHAM

GELAR RIGHT ISSUE, BANK NEO AKAN TERBITKAN 1,92 MILIAR SAHAM

GELAR RIGHT ISSUE, BANK NEO AKAN TERBITKAN 1,92 MILIAR SAHAM

GELAR RIGHT ISSUE, BANK NEO AKAN TERBITKAN 1,92 MILIAR SAHAM
GELAR RIGHT ISSUE, BANK NEO AKAN TERBITKAN 1,92 MILIAR SAHAM
GELAR RIGHT ISSUE, BANK NEO AKAN TERBITKAN 1,92 MILIAR SAHAM
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

GELAR RIGHT ISSUE, BANK NEO AKAN TERBITKAN 1,92 MILIAR SAHAM

IQPlus, (22/11) - PT Bank Neo Commerce Tbk berencana menggelar aksi korporasi di pasar modal penambahan modal dengan memberikan hak terlebih dahulu atau rights issue.

Dalam prospektus ringkasnya yang di publikasikan, Senin (22/11), disebutkan, BBYB akan melakukan penambahan modal dengan memberikan hak terlebih dahulu (PMHMETD) V kepada para pemegang saham sebanyak-banyaknya 1.927.162.193 lembar saham atau sebesar 20,45% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan dengan nilai nominal Rp100 setiap saham yang ditawarkan.

Harga Pelaksanaan saham baru tersebut Rp1.300 setiap saham sehingga seluruhnya berjumlah sebanyak Rp2.505.310.850.900 yang berasal dari saham portepel Perseroan dan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham Hasil Pelaksanaan HMETD yang dikeluarkan dalam rangka PMHMETD V ini memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham yang telah dikeluarkan sebelumnya oleh Perseroan, termasuk hak atas dividen. Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan kebawah (round down). Dalam hal pemegang saham mempunyai HMETD dalam bentuk pecahan, maka hak atas pecahan saham tersebut wajib dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimasukkan ke dalam rekening Perseroan.

Setiap pemegang saham yang memiliki 35 saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal 30 November 2021 pukul 16.00 WIB mempunyai 9 HMETD dimana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan Rp1.300 setiap saham yang harus dibayarkan penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

HMETD ini diperdagangkan di BEI dan dilaksanakan selama 5 Hari Kerja mulai tanggal 2 Desember 2021 sampai dengan tanggal 8 Desember 2021. HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi.

PT Akulaku Silvrr Indonesia selaku Pemegang Saham Pengendali Perseroan, Rockcore Financial Technology Co. Ltd. selaku pemilik lebih dari 5% saham Perseroan dan merupakan satu kelompok usaha dengan PT Akulaku Silvrr Indonesia dan PT Gozco Capital selaku pemilik lebih dari 5% saham Perseroan, telah menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya untuk membeli saham baru yang diteerbitkan dalam rangka PMHMETD V.

Jika saham baru yang ditawarkan dalam PMHMETD V ini tidak seluruhnya diambil bagian atau dibeli oleh pemegang saham Perseroan atau Pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada Pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta penambahan efek berdasarkan Harga Pelaksanaan.

Dalam PMHMETD V ini tidak terdapat pembeli siaga. Dengan demikian, apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa HMETD yang tidak dilaksanakan, maka terhadap seluruh HMETD yang tersisa tersebut tidak akan dikeluarkan saham dari portepel.

"Pemegang saham biasa atas nama yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PMHMETD V sesuai dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang dimilikinya akan mengalami penurunan prosentase kepemilikan sahamnya (dilusi) sebesar 20,45%,"terang manajemen BBYB.

Dana yang diperoleh dari hasil PUT V setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan seluruhnya oleh Perseroan untuk memperkuat modal inti sekitar 15% akan digunakan sebagai modal untuk mendukung ekspansi kredit/aktiva dan produktif Perseroan dan sekitar 40% akan digunakan untuk kegiatan operasional perbankan.

Selanjutnya sekitar 30% akan digunakan untuk mendukung pengembangan Teknologi Informasi; dan 15% akan digunakan untuk memperkuat rasio KPMM (CAR) untuk cadangan aset produktif Perseroan ke depannya.(end/ar)