HERMINA (HEAL) BAKAL BAGIKAN DIVIDEN Rp89 MILIAR KE PEMEGANG SAHAM

HERMINA (HEAL) BAKAL BAGIKAN DIVIDEN Rp89 MILIAR KE PEMEGANG SAHAM

HERMINA (HEAL) BAKAL BAGIKAN DIVIDEN Rp89 MILIAR KE PEMEGANG SAHAM

HERMINA (HEAL) BAKAL BAGIKAN DIVIDEN Rp89 MILIAR KE PEMEGANG SAHAM

HERMINA (HEAL) BAKAL BAGIKAN DIVIDEN Rp89 MILIAR KE PEMEGANG SAHAM
HERMINA (HEAL) BAKAL BAGIKAN DIVIDEN Rp89 MILIAR KE PEMEGANG SAHAM
HERMINA (HEAL) BAKAL BAGIKAN DIVIDEN Rp89 MILIAR KE PEMEGANG SAHAM
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

HERMINA (HEAL) BAKAL BAGIKAN DIVIDEN Rp89 MILIAR KE PEMEGANG SAHAM

IQPlus, (26/5) - PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) berencana memberikan apresiasi kepada pemegang sahamnya melalui pembagian dividen. Rencana itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu, (25/5/2022).

Direktur Medikaloka Hermina Aristo Sungkono mengatakan, dalam Rapat telah disetujui pembagian dividen sebesar sebanyak Rp6 atau total Rp89 miliar untuk tahun buku 2021. "Nilai dari dividen yang kami bagikan kali ini naik sekitar 20% jika dibandingkan dengan tahun lalu Rp5 per saham, karena saat itu kami belum stock split,"katanya, seusai Rapat.

Sementara sisa laba bersih perseroan pada tahun 2021, di sisihkan sebagai cadangan dan laba ditahan guna mendukung bisnis Perseroan kedepannya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pada tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1 triliun atau lebih rendah dibanding 2021 yang mencapai Rp1,3 triliun. "Pada tahun lalu sebesar Rp1,3 triliun, karena supaya kami bisa melayani kasus yang lebih kompleks. Capex di 2018-2020 rata-rata sebesar Rp800 miliar," katanya.

Untuk tahun 2022, Aristo menambahkan, Perseroan berharap dapat mencatat pendapatan sebesar Rp5 triliun hingga Rp5,5 triliun. Seiring dengan itu, laba bersih ditargekan akan sekitar Rp600-700 miliar pada tahun 2022.

"Memang kami perkirakan pendapatan tahun ini, sekitar Rp5 triliun sampai dengan Rp5,5 triliun lebih rendah dari 2021. Namun jika dibandingkan dengan pre-covid 2019, kinerja masih lebih tinggi dari panduan kami,"jelasnya. (end)