HILLCON (HILL) SIAPKAN DANA INVESTASI HINGGA Rp1 TRILIUN DI SEPANJANG TAHUN 2023

HILLCON (HILL) SIAPKAN DANA INVESTASI HINGGA Rp1 TRILIUN DI SEPANJANG TAHUN 2023

HILLCON (HILL) SIAPKAN DANA INVESTASI HINGGA Rp1 TRILIUN DI SEPANJANG TAHUN 2023

HILLCON (HILL) SIAPKAN DANA INVESTASI HINGGA Rp1 TRILIUN DI SEPANJANG TAHUN 2023

HILLCON (HILL) SIAPKAN DANA INVESTASI HINGGA Rp1 TRILIUN DI SEPANJANG TAHUN 2023
HILLCON (HILL) SIAPKAN DANA INVESTASI HINGGA Rp1 TRILIUN DI SEPANJANG TAHUN 2023
HILLCON (HILL) SIAPKAN DANA INVESTASI HINGGA Rp1 TRILIUN DI SEPANJANG TAHUN 2023
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

HILLCON (HILL) SIAPKAN DANA INVESTASI HINGGA Rp1 TRILIUN DI SEPANJANG TAHUN 2023

IQPlus, (14/1) - PT Hillcon Tbk (HILL) menyampaikan bahwa perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp800 miliar hingga Rp 1 triliun pada tahun 2023. Hal itu dikatakan oleh Direktur Hillcon, Jaya Angdika, dalam, acara Public Expose dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO), Jumat (13/1/2023).

Jaya menjelaskan, dana yang akan dipergunakan perseroan untuk menunjang bisnis prseroan pada tahun ini tidaklah sedikit. Oleh karena itu selain dari hasil IPO, sumber pendanaan capex tahun ini juga akan diperoleh dari pendanaan lain.

"Dana capex tahun ini sekitar Rp800 miliar hingga Rp1 triliun itu, akan bersumber dari hasil kombinasi antara hasil IPO, dan institusi keuangan lain semisal perbankan dan multi finance," ujarnya.

Seperti diketahui, HILL akan menyelenggarakan aksi korporasi di pasar modal melalui IPO. Jumlah saham yang ditawarkan maksimum sebanyak 442,3 juta saham biasa atas nama, atau sekitar 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Dengan harga penawaran yang dibanderol dikisaran Rp 1.250 - Rp 2.000 setiap saham, maka HILL berpotensi mengantongi dana segar senilai Rp 884,6 miliar. Dalam perhelatannya ini, Perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek, yakni Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan Sucor Sekuritas serta penjamin emisi efek Macquarie Sekuritas.

Direktur Utama Hillcon, Hersan Qiu mengatakan, "Dana IPO sekitar 55% akan digunakan untuk membiayai modal kerja yang terkait dengan biaya produksi pertambangan, antara lain biaya bahan bakar, biaya overhead, dan pemeliharaan alat berat. Sisanya sekitar 45% akan digunakan untuk membiayai belanja modal. Ini terdiri dari pengadaan peralatan untuk mendukung kegiatan operasional di sektor nikel," katanya.

Roadshow dan penawaran awal (bookbuilding) saham Hillcon dijadwalkan pada 12 - 26 Januari 2023. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan bisa diperoleh pada 7 Februari 2023. Setelah pernyataan efektif terbit, saham Hillcon diharapkan bisa tercatat (listing) di Bursa Efek Indonesia pada 15 Februari 2023.

Hersan mengemukakan, melalui IPO ini Hillcon dapat ikut memperkuat industri nikel. "Rencana IPO Hillcon ini merupakan bagian dari upaya mengembangkan bisnis, menciptakan nilai yang optimal bagi Perseroan dan stakeholder serta demi mewujudkan ekosistem industri nikel Indonesia dan global. Itu sebabnya, kami melakukan roadshow untuk menawarkan saham ke publik," ungkap Hersan.

Hersan berharap, Hillcon mampu menarik investor untuk menginvestasikan dana di Indonesia demi memperkuat perekonomian nasional dan pembukaan lapangan kerja. "Hillcon memiliki potensi pertumbuhan yang baik seiring dengan perkembangan teknologi. Hal ini memantapkan langkah Hillcon menjadi pemain industri nikel," katanya.

Menurut Hersan, sebagai perusahaan infrastruktur pertambangan batubara, nikel dan pekerjaan sipil terkemuka yang menyediakan jasa konstruksi untuk sektor publik dan swasta, Hillcon memiliki ekosistem bisnis nikel yang lengkap. Ini seiring pertumbuhan penjualan mobil listrik dan peningkatan konsumsi nickel metal industri baterai. "Ekosistem ini didukung oleh produsen nikel dalam negeri. Indonesia merupakan prodisen nikel terbesar di dunia," katanya.

Ia menegaskan, jangkauan geografis Hillcon memungkinkan Perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya di lokasi yang beragam, dan memberi Hillcon keuntungan dalam memenangkan proyek di seluruh negeri. Saat ini Hillcon beroperasi di sejumlah lokasi, yaitu di Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara. Hal ini memungkinkan Perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di beragam lokasi di seluruh Indonesia.

"Jangkauan geografis ini juga memberi Hillcon kemampuan untuk menyebarkan sumber daya ke proyek-proyek baru di seluruh negeri dengan lebih cepat, meningkatkan keunggulan kompetitifnya dalam memenangkan proyek-proyek baru," katanya.

Untuk diketahui, konsumsi nikel dunia naik 17,2% pada 2021 menjadi 2,8 juta ton dibandingkan 2020 yang tumbuh hanya 0,6%. Sebanyak 1,96 juta ton nickel metal (69%) dikomsumsi oleh Industri Baja Stainless. Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia memiliki 950 ribu ton nickel metal pada 2021, atau sebesar 35% dari total produksi nikel dunia. Indonesia juga memiliki cadangan terbukti nikel terbesar di dunia. Indonesia memiliki 22% cadangan terbukti nikel (21 juta ton nickel metal). Cadangan terkira sendiri menurut ESDM mencapai 41 juta ton nickel metal.

Hingga September 2022, Hillcon mengalami pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Ini didorong oleh peningkatan produksi pertambangan. Perseroan juga mampu mempertahankan margin kotor yang kuat sebesar 27% per September 2022.

Hillcon berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp2,17 triliun per September 2022, meningkat 68,22% dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar Rp1,29 triliun. Laba kotor Hillcon melesat sebesar 10,39%, dari Rp524,6 miliar per September 2021 menjadi Rp579,1 miliar per September 2022. Sementara total aset Hillcon meningkat 28,75%, dari Rp2,40 triliun pada 2021 menjadi Rp3,09 triliun per September 2022. (end)