HRTA TARGETKAN PENJUALAN EMAS KE INDIA BERTAMBAH 2 TON DALAM 2 BULAN

HRTA TARGETKAN PENJUALAN EMAS KE INDIA BERTAMBAH 2 TON DALAM 2 BULAN

HRTA TARGETKAN PENJUALAN EMAS KE INDIA BERTAMBAH 2 TON DALAM 2 BULAN

HRTA TARGETKAN PENJUALAN EMAS KE INDIA BERTAMBAH 2 TON DALAM 2 BULAN

HRTA TARGETKAN PENJUALAN EMAS KE INDIA BERTAMBAH 2 TON DALAM 2 BULAN
HRTA TARGETKAN PENJUALAN EMAS KE INDIA BERTAMBAH 2 TON DALAM 2 BULAN
HRTA TARGETKAN PENJUALAN EMAS KE INDIA BERTAMBAH 2 TON DALAM 2 BULAN
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

HRTA TARGETKAN PENJUALAN EMAS KE INDIA BERTAMBAH 2 TON DALAM 2 BULAN

IQPlus, (19/5) - PT Hartadinata Abadi Tbk (kode saham HRTA) menargetkan penjualan perhiasan emas berkadar 91,6 persen ke India bisa bertambah dua ton dalam dua bulan ke depan yang dikontribusikan dari ekspor ke perusahaan Bright Gold.

HRTA baru saja menjalin kerja sama dengan perusahaan India yaitu Bright Metal Refiners (Bright Gold) untuk ekspor perhiasan emas, yang merupakan kelanjutan ekspor yang sebelumnya telah dilakukan dengan Kundan Group, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, Jumat.

Direktur Utama HRTA Sandra Sunanto mengestimasikan nilai komersial atas transaksi ekspor perhiasan emas berkontribusi sebesar 123,66 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp1,82 triliun terhadap pendapatan konsolidasian perseroan.

"HRTA berkomitmen untuk terus mendukung program hilirisasi pemerintah dalam rangka meningkatkan nilai tambah perhiasan emas melalui ekspor, yang pada akhirnya ikut berkontribusi positif bagi penopang devisa Indonesia terutama dari industri emas," ujar Sandra.

Sandra menjelaskan peningkatan kontribusi ekspor dari Bright Gold lebih tinggi dibandingkan dengan partner dari India sebelumnya, yang ditargetkan dapat berkontribusi sebanyak 400 hingga 500 kilogram (kg) perhiasan emas per bulan.

"Kami optimistis aktivitas ekspor dapat semakin mendorong pertumbuhan bisnis HRTA di tahun 2023. Kami terbuka untuk peluang kerja sama dengan partner- partner ekspor dari mancanegara ke depannya," ujar Sandra. (end/ant)