HUNIAN TOD DIMINATI, PENJUALAN PROPERTI ADCP DI PAMERAN IPEX LARIS MANIS

HUNIAN TOD DIMINATI, PENJUALAN PROPERTI ADCP DI PAMERAN IPEX LARIS MANIS

HUNIAN TOD DIMINATI, PENJUALAN PROPERTI ADCP DI PAMERAN IPEX LARIS MANIS

HUNIAN TOD DIMINATI, PENJUALAN PROPERTI ADCP DI PAMERAN IPEX LARIS MANIS

HUNIAN TOD DIMINATI, PENJUALAN PROPERTI ADCP DI PAMERAN IPEX LARIS MANIS
HUNIAN TOD DIMINATI, PENJUALAN PROPERTI ADCP DI PAMERAN IPEX LARIS MANIS
HUNIAN TOD DIMINATI, PENJUALAN PROPERTI ADCP DI PAMERAN IPEX LARIS MANIS
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

HUNIAN TOD DIMINATI, PENJUALAN PROPERTI ADCP DI PAMERAN IPEX LARIS MANIS

IQPlus, (31/8) - Melanjutkan kesuksesan Indonesia Properti Expo (IPEX) sebelumnya, PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP) pengembang properti terintegrasi dengan transportasi massal pertama dan terbesar di Indonesia kembali mencatatakanlonjakan penjualan pada gelaran IPEX yang berlangsung pada 13-21 Agustus 2022 laludi Jakarta Convention Center. Melalui gelaran pameran ini ADCP berhasil mencatatkan kontrakmarketing sales hunian Transit Oriented Development (TOD) sebesar Rp 117 miliar.

Direktur Pemasaran ADCP, Indra Syahruzza mengatakan bahwa prestasi di IPEX tahunini menggambarkan bahwa hunian TOD kian diminati masyarakat. "Kami melihat antusiasmemasyarakat akan properti khususnya hunian TOD tergambar dalam acara IPEX 2022 ini.

Masyarakat mulai memahami bahwa memiliki hunian yang dekat dengan transportasi massal dalam hal ini Light Rapid Transit (LRT) akan memberikan kemudahan mobilitas terutamamasyarakat dengan produktivitas tinggi. Pencapaian ini juga menggambarkan pergeseranmarket demand ke hunian yang terintegrasi dengan transportasi massal,"ungkap Indra.

Hunian TOD yang merupakan hunian yang terintegrasi transportasi massal ini mendukunggaya hidup baru masyarakat perkotaan dengan menghadirkan area yang dapat dijangkauoleh pejalan kaki atau pesepeda dengan jalur yang nyaman (walkable), mengoptimalkanfungsi tata guna lahan dengan terjangkaunya akses menuju layanan publik (mixed use), pengembangan lahan yang cenderung compact dengan konsep vertikal (densify), terkoneksi dengan jaringan bagi pejalan kaki maupun pesepeda yang terhubung dengan hunian(connect), serta menariknya hunian TOD yakni mengurangi kendaraan pribadi denganmenyediakan transportasi publik serta pejalan kaki (shift & transit).

Penggunaan fasilitas transportasi massal yang dekat dengan hunian menjadikan masyarakat bebas stress akibat macet, bebas biaya tol, bensin, parkir, adanya jaminan ketepatan waktu dan tentunya turut mendukung pemerintah mengurangi polusi udara.

Lebih lanjut Indra menjelaskan bahwa ADCP optimistis dengan pencapaian marketing sales pada tahun 2022. Semester I ADCP berhasil mencatatkan kenaikan marketing sales sebesar 47% YoY, ditambah terjualnya 166 unit pada IPEX dengan tiga proyek penopang tertinggi dalam peraihan kontrak meliputi LRT City Bekasi - Eastern Green sebesar 17%, diikuti LRT CityBekasi - Green Avenue sebesar 16%, dan LRT City Ciracas sebesar 13%.

"Kami optimistis dengan pencapaian marketing sales sampai akhir tahun 2022, hunian TOD ADCP kedepansemakin diminati masyarakat."ungkap Indra.

Tahun ini, pengembangan untuk ke 12 proyek akan terus diakselerasi dan ADCP akanberfokus terhadap percepatan penyelesaian pembangunan project di Bekasi, Sentul dan Tangerang.

Selain itu untuk mengembangkan bisnis recurring income dalamwaktu dekat ADCP akan menghadirkan GranDhika Property Services (GPS), ini merupakan sebuah layanan jasa pengelolaan sewa hunian yang ditujukan untuk konsumen LRT City yang ingin menjadikan hunian sebagai investasi untuk disewakan dengan kerjasama yang mudah dansharing profit yang menguntungkan bagi konsumen. (end)