INDUSTRI OTOMOTIF PULIH, DRMA YAKIN CAPAI TARGET 2022

INDUSTRI OTOMOTIF PULIH, DRMA YAKIN CAPAI TARGET 2022

INDUSTRI OTOMOTIF PULIH, DRMA YAKIN CAPAI TARGET 2022

INDUSTRI OTOMOTIF PULIH, DRMA YAKIN CAPAI TARGET 2022

INDUSTRI OTOMOTIF PULIH, DRMA YAKIN CAPAI TARGET 2022
INDUSTRI OTOMOTIF PULIH, DRMA YAKIN CAPAI TARGET 2022
INDUSTRI OTOMOTIF PULIH, DRMA YAKIN CAPAI TARGET 2022
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

INDUSTRI OTOMOTIF PULIH, DRMA YAKIN CAPAI TARGET 2022

IQPlus, (24/8) - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), emiten yang bergerak dalam bisnis manufaktur komponen otomotif optimistis kinerja pada Semester 2 2022 akan terus meningkat seiring dengan pulihnya industri otomotif di Indonesia yang mendekati kondisi pada tahun 2019, sebelum pandemi.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) secara kumulatif pada Januari-Juli 2022, penjualan mobil wholesales mencapai 561.287 unit.

Penjualan ini naik 22 % dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya 460.105 unit. Penjualan mobil wholesales di tahun ini sudah mendekati angka penjualan sebelum masa pandemi, pada Januari-Juli 2019 sebesar 570.331 unit.

Meningkatnya penjualan otomotif otomatis akan mendorong permintaan terhadap komponen otomotif produk DRMA, karena Perseroan merupakan pemasok untuk produsen besar otomotif roda empat dan roda dua di Indonesia dengan penjualan pada Semester 1 2022 sebesar Rp1,59 triliun, meningkat 22%YoY.

"Kami bersyukur bahwa industri otomotif sudah mulai pulih seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Kami akan terus melakukan inovasi untuk menghadirkan produk-produk baru yang dibutuhkan pelanggan kami dan masyarakat, sehingga target tahun ini yaitu kenaikan penjualan dan laba bersih masing-masing sebesar 20% dan 50% dapat tercapai," kata Presiden Direktur PT Dharma Polimetal Tbk, Irianto Santoso.

Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan, di tahun ini DRMA melakukan ekspansi dengan membangun tiga pabrik baru dan satu proyek perluasan pabrik.

Proyek pembangunan tersebut terutama untuk menggenjot produksi komponen kendaraan roda empat. DRMA telah menyiapkan belanja modal sebesar Rp400 miliar untuk mendukung ekspansi tersebut. (end)