INI CARA RUMAH BUMN BATURAJA MEMBANTU UMKM BANGKIT DARI MASA SULIT

INI CARA RUMAH BUMN BATURAJA MEMBANTU UMKM BANGKIT DARI MASA SULIT

INI CARA RUMAH BUMN BATURAJA MEMBANTU UMKM BANGKIT DARI MASA SULIT

INI CARA RUMAH BUMN BATURAJA MEMBANTU UMKM BANGKIT DARI MASA SULIT

INI CARA RUMAH BUMN BATURAJA MEMBANTU UMKM BANGKIT DARI MASA SULIT
INI CARA RUMAH BUMN BATURAJA MEMBANTU UMKM BANGKIT DARI MASA SULIT
INI CARA RUMAH BUMN BATURAJA MEMBANTU UMKM BANGKIT DARI MASA SULIT
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

INI CARA RUMAH BUMN BATURAJA MEMBANTU UMKM BANGKIT DARI MASA SULIT

IQPlus, (8/3) - Mulitina Tumini, 63 tahun kelahiran Pekalongan, memulai usaha Keripik Macho Eliza berbekal modal awal sebesar Rp500 ribu pada 2008. Kini, dia menjadi pengusaha makanan ringan dengan merek Keripik Macho Eliza yang merupakan UMKM binaan dari Semen Baturaja asal Palembang.

"Dulu ada yang pesan 100 bungkus, tapi saya tidak menyanggupi. Sampai akhirnya saya dapat informasi tentang Rumah Kreatif BUMN (RKB) Baturaja yang saat ini menjadi Rumah BUMN Baturaja. Saya menceritakan kesulitan usaha yang saya alami. Awalnya saya hanya berharap bisa dapat bantuan pinjaman Rp5 juta - Rp10 juta. Setelah dilakukan survei pada tahun 2017, usaha saya dinilai berpotensi dan akhirnya saya mendapat pinjaman Rp50 juta," ujar Mulitina Tumini.

Berkat pinjaman dana dari Rumah BUMN Baturaja itu, akhirnya dia bisa kembali menjalankan usahanya, bahkan sukses melakukan pengembangan usaha. Selain memproduksi Keripik Macho, bersama 3 orang rekannya, kini Mulitina Tumini juga memproduksi stik bawang, emping ubi, sale pisang, kopi bubuk, wedang jahe, lempok, hingga abon ikan patin.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, kisah sukses Mulitina Tumini merupakan satu dari ribuan perjalanan SIG dalam mendukung pelaku UMKM. Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin 8, yakni mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif, dan pekerjaan yang layak bagi semua.

"Pemberdayaan UMKM oleh SIG dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan meningkatkan kapasitas dan produktivitas UMKM, serta melalui pendirian Rumah BUMN di sejumlah daerah, seperti Rumah BUMN Rembang, Rumah BUMN Surabaya, hingga Rumah BUMN Baturaja. SIG berkomitmen untuk terus mendorong UMKM agar naik kelas sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu penghasil devisa bagi daerah dan juga nasional," kata Vita Mahreyni. (end)