INTRACO PENTA YAKIN INDUSTRI ALAT BERAT TUMBUH DI 2025

INTRACO PENTA YAKIN INDUSTRI ALAT BERAT TUMBUH DI 2025

INTRACO PENTA YAKIN INDUSTRI ALAT BERAT TUMBUH DI 2025

INTRACO PENTA YAKIN INDUSTRI ALAT BERAT TUMBUH DI 2025

INTRACO PENTA YAKIN INDUSTRI ALAT BERAT TUMBUH DI 2025
INTRACO PENTA YAKIN INDUSTRI ALAT BERAT TUMBUH DI 2025
INTRACO PENTA YAKIN INDUSTRI ALAT BERAT TUMBUH DI 2025
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

INTRACO PENTA YAKIN INDUSTRI ALAT BERAT TUMBUH DI 2025

IQPlus, (20/12) - Direktur Utama PT Intraco Penta Tbk (INTA) Petrus Halim meyakini tahun 2025 akan banyak sentimen yang mendukung pertumbuhan kinerja industri alat berat dan memberikan dampak positif terhadap kinerja perseroan.

Ia memperkirakan industri alat berat di Indonesia pada tahun depan akan mengalami pemulihan bertahap seiring dengan stabilisasi ekonomi, peningkatan harga komoditas, serta keberlanjutan proyek-proyek strategis pemerintah pusat di pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto

"Selain itu faktor stabilitas harga komoditas, pemulihan proyek infrastruktur, diversifikasi sektor agriculture & forestry, dan kebijakan-kebijakan pendukung Pemerintah yang baru nantinya akan turut mendukung industri dalam negeri sehingga memberikan efek positif bagi kinerja Perseroan," kata Petrus dalam Paparan Publik INTA di Jakarta, Kamis.

Petrus menjelaskan, penjualan alat berat merk LiuGong milik perseroan sejak tahun 2020 semakin bertumbuh dan sebagian besar akan memasuki usia penggantian Components Drivetrain.

Lanjutnya, hal itu tentunya berdampak terhadap pertumbuhan salah satu Core Business Perusahaan yaitu program pertukaran komponen (Comex Program) dan pertumbuhan penjualan suku cadang merk LiuGong.

"Tingginya permintaan sewa alat berat, memberikan peluang bagi perseroan melalui anak usahanya untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sektor industri pertambangan untuk penyewaan alat-alat berat dengan merk yang diageni oleh perseroan," ujar Petrus.

Di sisi lain, Ia menyebut perseroan tidak menampik ada sejumlah tantangan yang akan dihadapi, utamanya terkait persaingan dalam industri alat berat di Indonesia semakin meningkat seiring dengan membanjirnya produk-produk dari China ke pasar domestik.

"Kami juga akan senantiasa menjaga kualitas serta tingkat pelayanan kepada pelanggan khususnya dalam hal layanan purna jual, memastikan ketersediaan suku cadang dan kesiapan mekanik yang dapat menentukan tingkat kepuasan konsumen sehingga dapat beralih kepada produk-produk yang ditawarkan oleh INTA Grup," ujar Petrus. (end/ant)