IPO VAST OVERSUBCRIBED DIINCAR INVESTOR HINGGA Rp1,2 TRILIUN

IPO VAST OVERSUBCRIBED DIINCAR INVESTOR HINGGA Rp1,2 TRILIUN

IPO VAST OVERSUBCRIBED DIINCAR INVESTOR HINGGA Rp1,2 TRILIUN

IPO VAST OVERSUBCRIBED DIINCAR INVESTOR HINGGA Rp1,2 TRILIUN

IPO VAST OVERSUBCRIBED DIINCAR INVESTOR HINGGA Rp1,2 TRILIUN
IPO VAST OVERSUBCRIBED DIINCAR INVESTOR HINGGA Rp1,2 TRILIUN
IPO VAST OVERSUBCRIBED DIINCAR INVESTOR HINGGA Rp1,2 TRILIUN
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

IPO VAST OVERSUBCRIBED DIINCAR INVESTOR HINGGA Rp1,2 TRILIUN

IQPlus, (8/2) - Emiten pergudangan PT Vastland Indoesia Tbk (VAST) berhasil mencatatkan kelebihan pemesanan pada proses penawaran perdananya (IPO, Initial Public Offering).

Pihak perseroan dalam rilis persnya menyebutkan dalam proses IPO perseroan menyampaikan total pemesanan lebih dar Rp 1.2 Trilliun dari investor baik institusi maupun ritel yang berstatus lokal maupun internasional.

Menurut pihak manajemen, terjadinya oversubscribed terhadap pemesanan saham VAST saat IPO menunjukkan antusiasme investor yang tinggi karena VAST merupakan emiten yang bergerak di sektor pergudangan yang terlihat defensive terhadap pandemi.

"Ke depan, manajemen juga masih sangat bullish terhadap kinerja perseroan serta prospek sektor pergudangan Indonesia." Tulis perseroan dalam press release-nya (7/2).

Sebagaimana diketahui Perseroan menjalankan usaha dengan konsep gudang built-to-suit yang bersifat kontrak jangka panjang (5-10 tahun), dan gudang general warehouse (kontrak 1-3 tahun).

Hal ini menghasilkan kekebalan terhadap kinerjan perseroan pada saat masa pandemi, dengan adanya perkembangan Pendapatan dari Rp 17 Milyar di tahun 2019, Rp 19 Milyar di tahun 2020 dan Rp 22 Milyar di tahun 2021.

Dalam aksi korporasinya, VAST akan melepas 650 juta saham baru atas nama setara dengan 21% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Setiap 1 saham VAST dihargai Rp 108 sehingga pendanaan yang diperoleh mencapai Rp 70,2 miliar.

Terakhir perseroan menambahkan bahwa melihat antusiasme investor yang tinggi, ke depan aksi korporasi perseroan tidak hanya akan berhenti di penawaran perdana saja dan manajemen akan selalu mengedepankan sistem tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) yang baik dalam menjalankan perseroan. (end)