IRRA BIDIK PERTUMBUHAN KINERJA HINGGA 50% PADA TAHUN 2022

IRRA BIDIK PERTUMBUHAN KINERJA HINGGA 50% PADA TAHUN 2022

IRRA BIDIK PERTUMBUHAN KINERJA HINGGA 50% PADA TAHUN 2022

IRRA BIDIK PERTUMBUHAN KINERJA HINGGA 50% PADA TAHUN 2022

IRRA BIDIK PERTUMBUHAN KINERJA HINGGA 50% PADA TAHUN 2022
IRRA BIDIK PERTUMBUHAN KINERJA HINGGA 50% PADA TAHUN 2022
IRRA BIDIK PERTUMBUHAN KINERJA HINGGA 50% PADA TAHUN 2022
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

IRRA BIDIK PERTUMBUHAN KINERJA HINGGA 50% PADA TAHUN 2022

IQPlus, (8/3) - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) menargetkan pertumbuhan secara organik dikisaran 40% - 50% baik untuk pendapatan maupun laba bersih pada tahun 2022.

Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif menuturkan, Perseroan melihat potensi dari pertumbuhan segmen non-pemerintah masih sangat besar, sehingga dengan terus melakukan ekspansi jaringan dan penambahan portofoli produk yang dimiliki, Perseroan optimis bisa kembali merealisasikan target di tahun ini.

"Target kami tahun ini, pertumbuhan secara organik mencapai 40%-50%. Dan selain itu, tahun ini kami berharap bisa merealisasikan proses transformasi kami, sehingga langkah in organik tersebut bisa memperbesar pertumbuhan kami di tahun ini dan kedepan", kata Heru.

Sebagai informasi, IRRA membukukan total pendapatan audited sepanjang tahun 2021 (FY2021) sebesar Rp1,32 Triliun atau tumbuh 134% jika dibandingkan pendapatan Perseroan di periode yang sama tahun lalu (YoY) yang hanya sebesar Rp563,89 miliar. Kenaikan pendapatan yang signifikan tersebut membuat performa Earning Before Tax Depreciation & Amortization (EBITDA) mengalami kenaikan 84% atau menjadi Rp 149,62 miliar dibandingkan EBITDA tahun 2020 sebesar Rp 81,35 miliar.

Alhasil performa laba bersih Perseroan ikut naik signifkan. Sepanjang tahun 2021, Perseroan berhasil meraih total laba bersih sebesar Rp112,38 miliar atau tumbuh signifikan 86% (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp60,29 miliar.

Dari sisi Neraca Keuangan, Perseroan mencatatkan Total Aset sebesar Rp782,04 miliar, jumlah tersebut meningkat 46% dibandingkan posisi tahun lalu sebesar Rp535,27 miliar. Kenaikan aset tersebut berasal dari kenaikan Ekuitas perseroan. Per 31 Desember 2021, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp502,05 miliar.

Perolehan tersebut naik dua kali lipat atau sebesar 107% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp242,33 miliar. Sementara total liabilitas perseroan di tahun 2021 sebesar Rp279,99 miliar atau turun -4% dibandingkan tahun lalu. Pencapaian tersebut membuat neraca keuangan Perseroan semakin kuat. Rasio utang terhadap modal (Debt to Equity) turun dari 1,21x di tahun 2020 menjadi 0,56x di tahun 2021.

Heru mengungkapkan hasil pencapaian tahun 2021 tersebut in line dengan target manajemen. Sebelumnya manajemen menargetkan angka pertumbuhan tahum 2021 sebesar 80%-100%. "Alhamdulilah, di tahun 2021 kami kembali mampu mendelivered apa yang kami targetkan, dimana pendapatan tumbuh 134% dan laba bersih tumbuh 86%. Kami juga berhasil meningkatkan performa neraca melalui kenaikan aset yang signifikan, dimana kenaikannya bersumber dari kenaikan ekuitas, sehingga posisi neraca perusahaan semakin kuat",ungkap Heru.

Berdasarkan segmen pelanggan, pelanggan non-pemerintah yang terdiri dari korporasi dan ritel mampu menjadi yang terbesar dengan porsi mencapai 50,3%. Padahal pada tahun 2020 porsinya masih sebesa 34% dan pada tahun 2019 dibawah 30%. Berdasarkan segmen produk, pendapatan produk alat kesehatan Diagnostik Invitro tercatat sebesar Rp1,17 triliun atau meningkat 183% YoY. Sementara segmen alat kesehatan Non Elektromedik tercatat sebesar Rp141,23 miliar atau turun -4%. Dan segmen produk lainnya tercatat sebesar Rp1,32 miliar meningkat 134%.(end)