KOKA AKAN KANTONGI DANA Rp91,5 MILIAR DALAM IPO

KOKA AKAN KANTONGI DANA Rp91,5 MILIAR DALAM IPO

KOKA AKAN KANTONGI DANA Rp91,5 MILIAR DALAM IPO

KOKA AKAN KANTONGI DANA Rp91,5 MILIAR DALAM IPO

KOKA AKAN KANTONGI DANA Rp91,5 MILIAR DALAM IPO
KOKA AKAN KANTONGI DANA Rp91,5 MILIAR DALAM IPO
KOKA AKAN KANTONGI DANA Rp91,5 MILIAR DALAM IPO
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

KOKA AKAN KANTONGI DANA Rp91,5 MILIAR DALAM IPO

IQPlus, (11/10) - PT Koka Indonesia Tbk, perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor umum proyek konstruksi, teknik mesin, teknik geoteknik, desain interior dan furniture, pada hari ini telah resmi mencatatkan sahamnya untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham "KOKA".

Jumlah saham yang dilepas dalam Penawaran Umum Perdana Saham ini adalah sebanyak 715.333.000 lembar saham baru yang mewakili 25% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan, dengan harga Rp 128 per lembar saham. Dengan demikian Koka akan memperoleh dana sebesar Rp 91,5 Miliar dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 366 Miliar.

Dana yang dihimpun dari hasil Penawaran Umum akan digunakan sekitar 17% untuk belanja modal meliputi pengadaan alat berat baru, dan sisanya sekitar 83% akan digunakan untuk modal kerja meliputi pembayaran material bahan baku konstruksi, biaya logistik pengiriman, biaya operasional di lokasi proyek dan biaya administrasi yang timbul dalam proyek. PT Koka Indonesia Tbk telah menunjuk UOB Kay Hian Sekuritas dan KGI Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.

Kinerja Perseroan sendiri pasca pandemi Covid-19 secara konsisten bertumbuh dimana pada tahun 2022, Perseroan berhasil mencetak pendapatan sebesar Rp 183 Miliar atau naik sekitar 131% dari pencapaian tahun 2021 sebesar Rp 140 Miliar.

Perseroan juga mampu mencetak laba bersih sebesar Rp 19 Miliar selama tahun 2022, tumbuh 75% dari pencapaian tahun 2021.

Gao Jing, Direktur Utama PT Koka Indonesia Tbk, dalam siaran pers (11/10) menyampaikan bahwa pencapaian positif ini utamanya disebabkan oleh keunggulan-keunggulan yang dimiliki Perseroan dibandingkan kompetitornya dimana salah satunya Perseroan tergabung dalam China - Indonesia Trade Associaton, sehingga Perseroan memiliki jaringan yang kuat dengan para perusahaan-perusahaan asing yang berpotensi menjadi klien Perseroan.

"Selain itu, teknologi yang kami terapkan di Indonesia merupakan yang termutakhir dan didukung oleh sumber daya manusia yang berkompeten baik dari luar maupun dalam negeri. Hal ini yang membedakan Koka dari para pesaingnya, sehingga kinerja kami selama 2 tahun terakhir dapat tumbuh secara signifikan," jelas Gao.

Kedepannya, Perseroan menargetkan untuk tetap meningkatkan kinerjanya secara positif, dimana pada tahun 2023, Perseroan menargetkan pendapatan sekitar sebesar Rp 260 miliar, meningkat sekitar 45% dari pencapaian tahun 2022. Sedangkan, untuk laba bersih, Perseroan menargetkan pencapaian laba bersih sekitar sebesar Rp 45 miliar atau tumbuh hingga 135% dari pencapaian tahun 2022.

Gao juga menyampaikan bahwa langkah untuk masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah bagian pengembangan strategis Perseroan dalam meningkatkan kapasitas pendanaan dan tata kelola Perseroan yang lebih baik.

"Kehadiran KOKA sebagai perusahaan PMA dari China yang pertama melantai di Bursa Efek Indonesia, diharapkan akan memberikan nilai tambah yang optimal kepada seluruh pemangku kepentingan Perusahaan".

Sejalan dengan prospek pertumbuhan Perseroan dan industri konstruksi nasional, Daud Gunawan, Head of Corporate Finance PT UOB Kay Hian Sekuritas, yang merupakan Penjamin Pelaksana Emisi Efek menyatakan bahwa tanggapan investor selama periode Penawaran Umum Perseroan sangatlah baik. "Permintaan yang masuk melebihi jumlah saham yang ditawarkan, dimana permintaan atas saham KOKA mengalami oversubscribed 134,24x,"ungkap Daud. (end)