LABA BERSIH TUNAS RIDEAN TURUN 23% DI TRIWULAN I 2021

LABA BERSIH TUNAS RIDEAN TURUN 23% DI TRIWULAN I 2021

LABA BERSIH TUNAS RIDEAN TURUN 23% DI TRIWULAN I 2021

LABA BERSIH TUNAS RIDEAN TURUN 23% DI TRIWULAN I 2021

LABA BERSIH TUNAS RIDEAN TURUN 23% DI TRIWULAN I 2021
LABA BERSIH TUNAS RIDEAN TURUN 23% DI TRIWULAN I 2021
LABA BERSIH TUNAS RIDEAN TURUN 23% DI TRIWULAN I 2021
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

LABA BERSIH TUNAS RIDEAN TURUN 23% DI TRIWULAN I 2021

IQPlus, (27/4) - PT Tunas Ridean Tbk (TURI) menyampaikan bahwa Laba Grup pada kuartal pertama 2021 turun 23% menjadi sebesar Rp96 miliar, dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp125 milliar. Hal itu disebabkan oleh melemahnya kontribusi di semua segmen meskipun ada peningkatan dalam perdagangan dan profitabilitas dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

"Seiring dengan berlanjutnya program vaksinasi pemerintah, kami berharap kegiatan ekonomi pulih secara bertahap di tahun 2021."kata Rico Setiawan, Direktur Utama TURI dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa.

Pendapatan bersih Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2021 sebesar Rp2,6 triliun turun 17% dari tahun sebelumnya, sementara laba yang diatribusikan kepada pemegang saham sebesar Rp95,8 miliar menurun 23%. Laba per saham juga turun 23% menjadi Rp17.

Laba Grup dari bisnis otomotif menurun 7% menjadi Rp73,4 miliar dikarenakan terjadinya penurunan penjualan. Pasar mobil nasional turun 21% menjadi 187.000 unit, sementara penjualan mobil Grup turun 27% menjadi 7.865 unit. Pasar nasional perdagangan motor turun 18% menjadi 1,3 juta unit. Penjualan sepeda motor Grup turun 10% menjadi 43.903 unit.

Kontribusi laba dari bisnis rental turun Rp(2,1) miliar, dibandingkan laba tahun lalu sebesar Rp9,4 miliar, terutama karena menurunnya jumlah unit yang terikat kontrak. Jumlah armada rental turun menjadi 7.284 unit karena beberapa kontrak sewa telah berakhir jangka waktunya.

Perusahaan asosiasi yang 49% sahamnya dimiliki Grup, Mandiri Tunas Finance, memberikan kontribusi laba setelah pajak sebesar Rp24,5 miliar, 33% lebih rendah terutama disebabkan oleh penurunan portofolio pembiayaan bersama, volume pinjaman yang lebih rendah dan provisi pinjaman yang lebih tinggi. Jumlah pembiayaan baru turun 41% menjadi Rp4,3 triliun.(end)