LMAX BIDIK PENJUALAN Rp142 MILIAR DI TAHUN 2028

LMAX BIDIK PENJUALAN Rp142 MILIAR DI TAHUN 2028

LMAX BIDIK PENJUALAN Rp142 MILIAR DI TAHUN 2028

LMAX BIDIK PENJUALAN Rp142 MILIAR DI TAHUN 2028

LMAX BIDIK PENJUALAN Rp142 MILIAR DI TAHUN 2028
LMAX BIDIK PENJUALAN Rp142 MILIAR DI TAHUN 2028
LMAX BIDIK PENJUALAN Rp142 MILIAR DI TAHUN 2028
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

LMAX BIDIK PENJUALAN Rp142 MILIAR DI TAHUN 2028

IQPlus, (9/8) - PT. Lupromax Pelumas Indonesia Tbk (IDX:LMAX) memproyeksikan nilai penjualan hingga tahun 2028 mampu melambung hingga 300 persen menjadi Rp142 miliar dibandingkan dengan realisasi Tahun Buku 2022.

Direktur Utama PT. Lupromax Pelumas Indonesia Tbk, Kartiko Soemargono, menuturkan, Perseroan optimistis bisa mencapai target pertumbuhan penjualan sebesar 300 persen tersebut, sehingga laba bersih Tahun Buku 2028 bisa mencapai Rp12 miliar atau melonjak 400 persen dibanding Tahun Buku 2022.

"Apabila mengacu pada proyeksi kinerja keuangan tersebut, maka LMAX diyakini dapat mempertahankan return on equity (RoE) di atas 10 persen selama lima tahun ke depan. Sehingga, rasio keuangan ini terbilang sangat menarik bagi para pemegang saham Perseroan." katanya.

Selama Semester I-2023, LMAX berhasil mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 55 persen dibanding periode yang sama di 2022. Sedangkan, target pertumbuhan penjualan hingga Desember 2023 sebesar 60 persen dibanding capaian di sepanjang 2022 yang sebesar Rp37,7 miliar. Sementara itu, laba bersih pada tahun ini ditargetkan meningkat hingga 120 persen (year-on-year) menjadi Rp5,3 miliar.

Lebih lanjut Kartiko mengungkapkan, Perseroan berencana mulai tahun ini akan membagikan dividen kepada para pemegang saham, dengan dividend payout ratio (DPR) sebesar-besarnya 30 persen dari laba bersih Tahun Buku 2022. Keputusan untuk membagikan sebagian keuntungan ini akan mengacu pada hasil RUPS Luar Biasa (RUPS LB) Tahun 2023.

LMAX meyakini, target penjualan dan laba bersih yang sudah menjadi business guidance Perseroan hingga 2028 bakal tercapai, karena aktivitas usaha akan ditunjang oleh penambahan titik distribusi menjadi 43 titik dalam kurun lima tahun ke depan.

Saat ini titik distribusi tersebar di 23 lokasi, yakni Kota Medan, Padang, Palembang, Jambi, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Kediri, Jakarta, Bandung, Bogor, Bekasi dan Makassar, serta tersebar di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tegah, Kalimantan Timur, Riau, Lampung, Sulawesi Tengah, hingga Bali.

Dalam lima tahun ke depan, Perseroan akan menambah titik distribusi ke Bangka Belitung, Batam, Bengkulu, Aceh, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Utara, Ternate, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Barat Daya, dan Cirebon. (end)