MARGIN TERGERUS KARENA CUKAI, GGRM MASIH BELUM BISA PASTIKAN ADANYA KENAIKAN HARGA JUAL

MARGIN TERGERUS KARENA CUKAI, GGRM MASIH BELUM BISA PASTIKAN ADANYA KENAIKAN HARGA JUAL

MARGIN TERGERUS KARENA CUKAI, GGRM MASIH BELUM BISA PASTIKAN ADANYA KENAIKAN HARGA JUAL

MARGIN TERGERUS KARENA CUKAI, GGRM MASIH BELUM BISA PASTIKAN ADANYA KENAIKAN HARGA JUAL

MARGIN TERGERUS KARENA CUKAI, GGRM MASIH BELUM BISA PASTIKAN ADANYA KENAIKAN HARGA JUAL
MARGIN TERGERUS KARENA CUKAI, GGRM MASIH BELUM BISA PASTIKAN ADANYA KENAIKAN HARGA JUAL
MARGIN TERGERUS KARENA CUKAI, GGRM MASIH BELUM BISA PASTIKAN ADANYA KENAIKAN HARGA JUAL
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

MARGIN TERGERUS KARENA CUKAI, GGRM MASIH BELUM BISA PASTIKAN ADANYA KENAIKAN HARGA JUAL

IQPlus, (10/9) - Manajemen PT Gudang Garam Tbk (GGRM) masih belum bisa memastikan terkait kenaikan harga jual lantaran meningkatnya tarif cukai. Hal itu disampaikan Direktur sekaligus Corporate Secretary GGRM, Heru Budiman, dalam Public Expose Live 2021, Kamis (9/9).

Ia mengaku bahwa penurunan kinerja terutama pada margin laba kotor perseroan memang disebabkan oleh kenaikan tarif cukai yang tinggi dalam dua tahun terakhir. Namun demikian sayangnya, penurunan margin tersebut tidak seiring dengan kenaikan harga jual.

"Kami tidak bisa langsung menaikkan harga jual, karena mertimbangan kondisi perekonomian saat ini. Kenaikan harga cukai tidak serta merta menjadi alasan perusahaan untuk menaikkan harga jual, karena nanti dapat memengaruhi daya beli terutama pada masyarakat menengah ke bawah,"tegasnya.

Sebagai informasi saja, total volume penjualan Gudang Garam yang pada semester pertama 2021, meningkat sekitar 7,3% yoy menjadi 45,6 miliar batang dari sebelumnya 42,5 miliar batang. Hal itu seiring dengan meningkatnya volume penjualan segmen SKM Full Flavour (SKM FF) yang naik dari 35,8 miliar batang menjadi 39,9 miliar batang. (end)