MASUK DAFTAR UMA, BEI CERMATI PERGERAKAN SAHAM CARE DAN INPC

MASUK DAFTAR UMA, BEI CERMATI PERGERAKAN SAHAM CARE DAN INPC

MASUK DAFTAR UMA, BEI CERMATI PERGERAKAN SAHAM CARE DAN INPC

MASUK DAFTAR UMA, BEI CERMATI PERGERAKAN SAHAM CARE DAN INPC

MASUK DAFTAR UMA, BEI CERMATI PERGERAKAN SAHAM CARE DAN INPC
MASUK DAFTAR UMA, BEI CERMATI PERGERAKAN SAHAM CARE DAN INPC
MASUK DAFTAR UMA, BEI CERMATI PERGERAKAN SAHAM CARE DAN INPC
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

MASUK DAFTAR UMA, BEI CERMATI PERGERAKAN SAHAM CARE DAN INPC

IQPlus, (23/10) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa pihaknya tengah memantau pergerakan saham PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. (CARE) dan PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. (INPC) karena adanya peningkatan harga saham di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)

Yulianto Aji Sadono Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangan tertulisnya Selasa (22/10) menuturkan bahwa Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 7 Oktober dan 10 Oktober 2024 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia perihal laporan bulanan registrasi pemegang efek.

Sebagai informasi, sebelumnya Bursa telah mengumumkan UMA pada tanggal 3 Juni 2024 atas perdagangan saham CARE, tanggal 26 Februari 2024 serta pada tanggal 3 November 2023.

Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity pada saham CARE dan INPC maka perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini dan mengimbau para investor untuk memperhatikan jawaban atas permintaan konfirmasi bursa.

Selain itu, investor juga disarankan mencermati kinerja perusahaan dalam setiap keterbukaan informasi dan dihimbau untuk mengkaji kembali corporate action perusahaan tercatat apabila belum mendapat persetujuan RUPS.

"BEI juga menyarankan investor untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan investasi,"imbuhnya. (end)