MASUK DAFTAR UMA, BEI CERMATI PERGERAKAN SAHAM IPAC DAN MARK

MASUK DAFTAR UMA, BEI CERMATI PERGERAKAN SAHAM IPAC DAN MARK

MASUK DAFTAR UMA, BEI CERMATI PERGERAKAN SAHAM IPAC DAN MARK

MASUK DAFTAR UMA, BEI CERMATI PERGERAKAN SAHAM IPAC DAN MARK

MASUK DAFTAR UMA, BEI CERMATI PERGERAKAN SAHAM IPAC DAN MARK
MASUK DAFTAR UMA, BEI CERMATI PERGERAKAN SAHAM IPAC DAN MARK
MASUK DAFTAR UMA, BEI CERMATI PERGERAKAN SAHAM IPAC DAN MARK
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

MASUK DAFTAR UMA, BEI CERMATI PERGERAKAN SAHAM IPAC DAN MARK

IQPlus, (20/12) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa pihaknya tengah memantau pergerakan saham PT Era Graharealty Tbk. (IPAC) dan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. (MARK).

Yulianto Aji Sadono Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangan tertulisnya Kamis (19/12) menuturkan bahwa Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Informasi terakhir mengenai Perusahaan Tercatat adalah informasi tanggal 9 dan 10 Desember 2024 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia perihal peningkatan modal dasar dan penambahan modal disetor PT Kencana Sukses Propertindo pada saham IPAC serta adanya peningkatan harga saham.

Sementara itu pada saham MARK perihal laporan bulanan registrasi pemegang efek serta adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)

Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity pada saham IPAC dan MARK maka perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini dan mengimbau para investor untuk memperhatikan jawaban atas permintaan konfirmasi bursa.

Selain itu, investor juga disarankan mencermati kinerja perusahaan dalam setiap keterbukaan informasi dan dihimbau untuk mengkaji kembali corporate action perusahaan tercatat apabila belum mendapat persetujuan RUPS.

"BEI juga menyarankan investor untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan investasi,"pungkasnya. (end)