MAYORA INDAH IKUTI PAMERAN MAMIN DI NIGERIA

MAYORA INDAH IKUTI PAMERAN MAMIN DI NIGERIA

MAYORA INDAH IKUTI PAMERAN MAMIN DI NIGERIA

MAYORA INDAH IKUTI PAMERAN MAMIN DI NIGERIA

MAYORA INDAH IKUTI PAMERAN MAMIN DI NIGERIA
MAYORA INDAH IKUTI PAMERAN MAMIN DI NIGERIA
MAYORA INDAH IKUTI PAMERAN MAMIN DI NIGERIA
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

MAYORA INDAH IKUTI PAMERAN MAMIN DI NIGERIA

IQPlus, (20/6) - Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos berpartisipasi dalam pameran Food and Beverages West Africa (F&BWA) pada 14-16 Juni 2022 di Landmark Centre Lagos, Nigeria.

Empat perusahaan Indonesia hadir dalam pameran ini, yaitu PT Mayora Indah Tbk dengan produk biskuit, permen,dan kopi instan;PT Kalbe International Plc dengan produk mamin sehat, PT Serena Indopangan Industri dengan produk biskuit dan permen;serta PT Mitra Mulia Makmur dengan produk wadah makanan plastik dan produk rumah tangga.

"Selama tiga hari penyelenggaraanpameran F&BWA, produk mamin Indonesia mencuri perhatian pengunjung dan para pelaku usaha. Ini terlihat dari banyaknya Paviliun Indonesia menerima permintaan tertulis untuk PT Serena Indopangan Industri sebanyak 72 permintaan, PT Mitra Mulia Makmur sebanyak 183 permintaan, PT Mayora Indah Tbk sebanyak 370 permintaan dan PT Kalbe International sebanyak 85 permintaan,"terang Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos Hendro Jonathan.

Hendro menyampaikan, produk mamin dari keempat perusahaan tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena kualitas dan ragam produknya. Selain mamin, banyak pebisnis wanita dan pria yang tertarik dengan produk wadah makanan plastik Indonesia karena lebih berkualitas dan memiliki harga yang bersaing dibandingkan produk serupa dari negara lain.

"Salah satunya,Kay Raq International Company yang tertarik menjadi distributor tunggal di Nigeria untuk produk Miracledan Moorlife dari PT Mitra Mulia Makmur dengan order pertama sebanyak 3 x 40dry container,"ujar Hendro.

Hendro menjabarkan, total potensi transaksi Paviliun Indonesia pada penyelenggaraan pameran ini encapai USD677ribu. Nilai tersebut terdiri dari permintaan produk wadah makanan plastik dan produk rumah tangga senilai USD570 ribu, produk kesehatan senilai USD60ribu, produk biskuit senilai USD 45 ribu, serta transaksi ritel produk permen senilai USD 2ribu.

"Konsumen Nigeria lebih memilih produk mamindari negara-negara Asia karena dinilai berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan produk Eropa dan Amerika yang memiliki harga relatif lebih tinggi. Khusus untuk pembeli dari Nigeria bagian utara, sertifikasi halal pada produk Indonesia menjadi salah satu nilai tambah karena besarnya populasi muslim di wilayah tersebut,"jelas Hendro. (end)