MENDAG LEPAS EKSPOR TEKSTIL PRODUKSI SRIL SENILAI USD3,7 JUTA

MENDAG LEPAS EKSPOR TEKSTIL PRODUKSI SRIL SENILAI USD3,7 JUTA

MENDAG LEPAS EKSPOR TEKSTIL PRODUKSI SRIL SENILAI USD3,7 JUTA

MENDAG LEPAS EKSPOR TEKSTIL PRODUKSI SRIL SENILAI USD3,7 JUTA

MENDAG LEPAS EKSPOR TEKSTIL PRODUKSI SRIL SENILAI USD3,7 JUTA
MENDAG LEPAS EKSPOR TEKSTIL PRODUKSI SRIL SENILAI USD3,7 JUTA
MENDAG LEPAS EKSPOR TEKSTIL PRODUKSI SRIL SENILAI USD3,7 JUTA
You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

MENDAG LEPAS EKSPOR TEKSTIL PRODUKSI SRIL SENILAI USD3,7 JUTA

IQPlus, (15/9) - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melepas ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) PT Sri Rejeki Isman Tbk. (PT Sritex) sebanyak 50 kontainer senilai USD 3,7 juta ke-20 negara, di Sukoharjo, Jawa Tengah hari ini, Kamis (15/9).

Dalam siaran pers Kemendag (15/9) disebutkan bahwa pelepasan ekspor ini menjadi tanda industri TPT Indonesia mulai bergeliat dan bangkit di tengah pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi.

"PT Sritex merupakan perusahan tekstil yang cukup berpengalaman memproduksi produk fesyen dari merek ternama dunia. Pelepasan ekspor ini menjadi momentum dalam mendorong pemulihan ekonomi dan kebangkitan industri tekstil Indonesia,"kata Mendag Zulkifli Hasan.

Produk TPT yang diekspor mencakup garmen, kain jadi, dan benang dengan tujuan ekspor ke-20 negara di dunia seperti Swedia, Thailand, Malaysia, Brasil, Bangladesh, Portugal, Polandia, Republik Dominika, Mesir, Meksiko, Jepang, Argentina, Yordania, Persatuan Emirat Arab, Korea Selatan, Turki, Spanyol, India, Amerika Serikat, dan Qatar.

Sejumlah pejabat Kementerian Perdagangan mendampingi Mendag Zulkifli Hasan seperti Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, dan Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra. Turut hadir dalam pelepasan ekspor tersebut adalah Kepala DinasPerindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah Muhammad Arif Sambodo, Perwakilan Pemeirntah KabupatenSukoharjo, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jawa Tengah dan Daerah Yogyakarta, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK),serta TNI/Polri.

Dalam perdagangan produk TPT dunia, Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa Indonesia berada di urutan ke-16 sebagai negara eksportir TPT dengan pangsa pasar sebesar 1,44 persen pada tahun 2021. Pada periode ini, ekspor produk TPT Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2021, nilai ekspor TPT Indonesia mencatatkan nilai sebesar USD 12,9 miliar, naik 25,52 persen dibandingkan 2020 yang tercatat sebesar USD 10,5 miliar.

Mendag Zulkifli Hasan melanjutkan, beberapa negara tujuan ekspor tekstil Indonesia juga mengalami pertumbuhan signifikan. Lima negara dengan kenaikan signifikan yakni Honduras yang naik 140 persen, Swedia (58,8 persen), Meksiko (49,1 persen), Bangladesh (naik 46,6 persen), dan Kanada (44,3 persen).

"Hal ini menunjukkan kinerja ekspor TPT Indonesia ke dunia terus mengalami peningkatan nilai dan mampu memanfaatkan peluang pasar dunia, khususnya negara tujuan ekspor nontradisional,"kata Mendag. (end)